Personal Branding dan Networking Tulus Dibahas dalam Diskusi IDMC 2026
Pembahasan Membangun Citra Profesional dan Hubungan yang Berkualitas
Topics Covered – Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026, yang diadakan di ICE BSD pada Jumat (5/6), menyajikan serangkaian topik penting, termasuk personal branding dan networking tulus. Acara ini menarik lebih dari 5.000 peserta, dengan 50 pembicara serta 200 merek yang hadir untuk berpartisipasi melalui stan mereka. Dalam sesi diskusi di hari terakhir acara, para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana menciptakan citra diri yang kuat serta membangun hubungan yang bermakna dalam dunia profesional dan bisnis.
Kunci Sukses Personal Branding: Konsistensi dan Kejujuran
Strategist Networking Advisor & Partner, Elizabeth Setiaatmadja, menjadi salah satu pembicara utama yang menyoroti peran kepercayaan, konsistensi, dan interaksi nyata dalam pembentukan reputasi. Menurut Elizabeth, personal branding bukan sekadar tentang popularitas, melainkan tentang membangun citra yang dihormati dan bermanfaat bagi banyak pihak. “Orang tidak hanya membeli produk atau jasa, tetapi juga membeli kepercayaan kepada individu yang memegangnya,” tambahnya. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan dalam personal branding bergantung pada komitmen untuk menjaga integritas dan kualitas interaksi.
“Personal branding adalah proses membentuk identitas yang konsisten dengan nilai-nilai pribadi, sehingga audiens dapat merasakan keaslian dan kepercayaan dalam setiap langkah Anda,” kata Elizabeth.
Dalam diskusi bersama Ingrid Saidbun, Elizabeth berbagi pengalaman serta strategi untuk mengukuhkan posisi diri di bidang profesional. Ia menekankan bahwa kepercayaan terbentuk dari kebiasaan sederhana, seperti menepati janji, menjaga komitmen, dan memperlakukan orang lain secara tulus. “Hal-hal kecil seperti kesopanan dan kejujuran dalam berkomunikasi bisa menjadi fondasi kuat untuk personal branding,” jelasnya. Konsistensi dalam tindakan dan nilai menjadi faktor utama yang menentukan sukses dalam membangun citra.
Elizabeth juga menyebutkan bahwa networking adalah aset penting dalam memperkuat personal branding. Namun, ia menekankan bahwa networking bukan sekadar tentang mengumpulkan kontak, melainkan membangun hubungan yang saling memberi nilai. “Ketika bertemu dengan orang baru, fokuslah pada apa yang bisa Anda berikan, bukan hanya apa yang Anda harapkan,” ujarnya. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan, tetapi juga memperkuat reputasi sebagai individu yang berkontribusi positif.
Dalam dunia digital yang semakin cepat berubah, Elizabeth berbicara tentang tantangan dalam membangun kepercayaan. Ia menyoroti bahwa produk dan teknologi bisa ditiru, tetapi reputasi yang dijaga secara konsisten dan jujur tetap menjadi nilai tambah yang unik. “Kepercayaan adalah fondasi yang membedakan seseorang dari pesaing,” kata Elizabeth. Hal ini memperkuat pentingnya personal branding yang tidak hanya fokus pada pencapaian, tetapi juga pada kontribusi terhadap masyarakat.
Untuk memastikan keberhasilan personal branding, Elizabeth menyarankan para peserta untuk selalu memperhatikan keselarasan antara citra yang ditampilkan dan karakter asli mereka. “Citra yang autentik akan lebih mudah diakui oleh audiens, karena mereka bisa merasakan keaslian di balik setiap interaksi,” lanjutnya. Dengan menekankan kejujuran dan konsistensi, para profesional dan pengusaha bisa menciptakan dampak jangka panjang dalam membangun merek diri.
Topics Covered dalam IDMC 2026 juga menyasar strategi praktis untuk menghadapi persaingan yang ketat. Elizabeth menekankan bahwa pembelajaran terus-menerus dan berbagi ilmu adalah bagian penting dari proses ini. “Bagikan wawasan yang bisa membantu orang lain, karena ini adalah cara terbaik untuk membangun kredibilitas dan memperkuat hubungan,” tegasnya. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya meningkatkan kepercayaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
