Waspadai Hantavirus, Daya Tahan Tubuh dan Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan
Waspadai Hantavirus – Kementerian Kesehatan mencatat adanya 23 kasus infeksi hantavirus di sembilan provinsi sejak 2023 hingga Mei 2026. DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah infeksi terbanyak. Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan menjaga lingkungan sehat. PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) menyarankan pola hidup sehat, termasuk olahraga teratur, nutrisi lengkap, serta istirahat yang cukup, sebagai upaya memperkuat sistem kekebalan.
Penyebaran Hantavirus di Indonesia
Hantavirus termasuk kelompok virus RNA yang ditularkan oleh hewan pengerat, khususnya tikus. Infeksi umumnya berasal dari Seoul virus, yang menyebar melalui paparan urine atau kotoran tikus terinfeksi. Penularan sering terjadi melalui udara terkontaminasi partikel kering dari kotoran hewan tersebut, terutama di ruang tertutup seperti gudang atau area yang tidak rutin dibersihkan. Meski sebagian besar tidak menular antarmanusia, Andes virus merupakan pengecualian langka yang bisa menyebar melalui kontak erat.
Gejala dan Dampak Infeksi Hantavirus
Awal gejala hantavirus mirip flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, pada kondisi tertentu, infeksi bisa memburuk hingga menyebabkan gangguan serius pada paru-paru atau ginjal. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) memiliki tingkat kematian sekitar 30%–40%, sementara Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) berada di rentang 1%–15% tergantung jenis virus. Infeksi yang tidak segera diatasi dapat mengancam nyawa.
Pola Hidup Sehat sebagai Pertahanan Tubuh
Dokter Carlinda Nekawaty, Medical Expert dari PYFA, menjelaskan bahwa keempat aspek utama kesehatan—olahraga, nutrisi, istirahat, dan suplementasi—perlu diterapkan secara menyeluruh. Suplementasi, kata dia, menjadi penunjang vital untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mikro yang sering kurang terpenuhi melalui makanan sehari-hari. “Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi jaringan tubuh dari radikal bebas. Sementara vitamin D3 membantu aktifasi sel T dalam sistem imun, terutama karena banyak orang mengalami defisiensi tanpa menyadari. Zinc, di sisi lain, mendukung fungsi pertahanan sel dan memperlambat penyebaran virus,” ujar dr. Carlinda dalam wawancara.
Peran Kebersihan Lingkungan
Masyarakat diminta untuk rutin membersihkan area yang rawan kontak dengan kotoran tikus. Langkah ini mencakup menutup akses masuk hewan pengerat, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menggunakan disinfektan dan alat pelindung seperti sarung tangan atau masker. Penggunaan vacuum cleaner atau sapu kering pada area terkontaminasi tidak disarankan, karena bisa meningkatkan risiko aerosolisasi partikel virus.
Dengan kombinasi langkah pencegahan yang disiplin, baik melalui peningkatan kesehatan tubuh maupun kebersihan lingkungan, masyarakat dapat mengurangi risiko infeksi hantavirus dan menjaga kesehatan diri serta keluarga. Suplemen vitamin dan mineral yang praktis bisa didapat melalui PYFAHealth sebagai langkah tambahan untuk melindungi tubuh dari bahaya infeksi.
