What Happened During: Wapres Gibran Rakabuming Raka Salat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal
What Happened During serangkaian kegiatan ritual Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, menjadi sorotan publik. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri ibadah salat kurban pada Rabu, 27 Mei 2023, yang berlangsung di salah satu masjid tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Acara ini menarik perhatian jemaah dari berbagai latar belakang, dengan sebagian besar peserta sudah berkumpul sejak dini hari untuk mempersiapkan suasana yang penuh semangat.
Perayaan yang Memperkuat Persatuan
Kehadiran Gibran di Masjid Istiqlal tidak hanya menandai kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi simbol peran pemimpin negara dalam memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, didampingi oleh istrinya, Selvi Ananda, dan dua anaknya. Sebelum memasuki area ibadah, keluarga Wapres disambut oleh pengurus Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), yang memastikan seluruh persiapan berjalan lancar. Pengurusan masjid dan jemaah bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kehangatan.
Salat Idul Adha dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pengimaman oleh Imam Anshoruddin Ibrahim. Selama ibadah, para jemaah berdoa secara bersama-sama, mengingatkan makna perayaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Allah dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Usai salat, acara dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, yang mengambil tema “Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan.”
“Spirit kurban sejatinya harus melampaui batas-batas simbolik. Hidup yang secara paripurna berdampak adalah seperti pohon. Ia tidak pernah memakan buahnya sendiri, tapi memberi tanpa henti. Ia tidak memilih siapa yang berteduh, tapi tetap berdiri memberi naungan,” ujar Hamdan dalam khutbah yang menggambarkan makna kesabaran dan kepedulian dalam kehidupan sosial.
Interaksi dengan Masyarakat dan Kesan Umum
Setelah ibadah selesai, Gibran tidak langsung meninggalkan tempat. Ia menyempatkan diri berinteraksi dengan jemaah, menyapa, serta memberi salam kehormatan. Tindakan ini menunjukkan komitmen Wapres untuk mendekatkan diri dengan rakyat dan membangun hubungan yang lebih erat. Suasana hangat dan antusiasme masyarakat terlihat jelas saat ia berada di tengah-tengah jemaah, memberikan kesan bahwa kegiatan ini bukan hanya ritual, tetapi juga ajang silaturahmi.
Acara ini juga dihadiri oleh pejabat negara, tokoh agama, serta duta besar dari berbagai negara. Kehadiran mereka memperkuat kesan bahwa Idul Adha menjadi momen penting untuk membangun kebersamaan dalam keragaman. Dalam sesi interaksi, Gibran menjelaskan bahwa What Happened During perayaan ini menjadi refleksi semangat berbagi yang diharapkan dapat menyebar ke seluruh masyarakat Indonesia.
Momen Idul Adha tahun ini diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan semangat berbagi di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pemerintahan yang menekankan pentingnya keharmonisan dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, What Happened During ibadah salat di Masjid Istiqlal menjadi momentum untuk menegaskan komitmen para pemimpin negara dalam mengayomi keberagaman dan memperkuat identitas keislaman Indonesia.
