Anggaran Proyek Anti-Rudal Golden Dome AS Tembus US$1,2 Triliun, Ini Komponennya
Facing Challenges – Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (CBO) merilis proyeksi biaya proyek pertahanan udara Golden Dome yang mencapai jumlah luar biasa sebesar US$1,2 triliun dalam 20 tahun. Angka ini diungkapkan dalam analisis terbaru yang dikutip oleh RIA Novosti, menunjukkan kerja sama yang besar dalam mengembangkan sistem pelindung ini. Proyek tersebut terdiri dari teknologi berbasis ruang angkasa yang menjadi bagian utama dari pengeluaran.
Berdasarkan data dari CBO, anggaran ini jauh melebihi estimasi awal direktur proyek Golden Dome yang memperkirakan biaya hanya US$185 miliar dalam 10 tahun. Satelit-satelit yang dioperasikan di orbit rendah bumi (LEO) dengan ketinggian 300 hingga 500 km menjadi komponen utama yang memakan biaya tinggi. Teknologi ini dirancang untuk menangkap rudal pada fase awal, yaitu dalam durasi singkat sekitar 3-5 menit setelah peluncuran.
“Karena satelit di orbit rendah bergerak terus-menerus di jalur tertentu dan tidak bisa menetap di satu lokasi, ribuan unit harus disiagakan agar selalu ada yang dekat dengan target,” kata laporan CBO.
Kebutuhan 7.800 satelit muncul untuk mencegah serangan rudal terbatas dari 10 peluncuran sekaligus. Namun, masa pakai satelit di orbit rendah hanya sekitar lima tahun akibat hambatan atmosfer. Untuk mempertahankan jumlah satelit yang aktif, AS harus meluncurkan sekitar 1.600 unit pengganti setiap tahun, atau total 30.000 peluncuran dalam 20 tahun.
Dengan proyeksi biaya peluncuran masa depan sebesar US$500 per kilogram, rata-rata biaya per unit satelit diperkirakan mencapai US$22 juta. Biaya ini mencerminkan kompleksitas teknologi dan operasional yang dibutuhkan untuk membangun sistem pertahanan udara ini. Proyek Golden Dome dianggap sebagai investasi jangka panjang yang bertujuan memperkuat keamanan nasional AS melalui penggunaan teknologi canggih.
