Gempa Venezuela: Pemimpin Asia Sampaikan Dukungan dan Belasungkawa
Gempa Venezuela – Kamis lalu, sejumlah pemimpin Asia mengungkapkan belasungkawa serta menawarkan bantuan kepada Venezuela setelah dua gempa besar menghancurkan wilayah di sana. Bencana alam ini menyebabkan setidaknya 32 orang tewas dan sekitar 700 warga terluka. Gempa pertama terjadi di dekat San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy, sementara gempa kedua yang lebih kuat mengguncang Yumare di bagian selatan Venezuela.
Perdana Menteri India Nyatakan Simpati
“Atas nama rakyat India, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela, khususnya kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” kata Narendra Modi dalam pernyataannya.
Modi menyatakan kepedulian terhadap kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. Ia juga berharap para korban luka dapat segera pulih. Pemimpin India menegaskan bahwa negaranya siap memberikan bantuan darurat untuk mendukung upaya pemulihan di Venezuela.
Perdana Menteri Pakistan Berikan Dukungan
“Atas nama rakyat Pakistan, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela, terutama kepada keluarga para korban,” tulis Shehbaz Sharif di platform X.
Sharif mengungkapkan keberatannya atas jumlah korban jiwa dan kerusakan yang terjadi. Ia menekankan komitmen Pakistan untuk berdiri bersama rakyat Venezuela dalam menghadapi krisis ini. Doa cepat sembuh untuk para warga yang terluka juga disampaikan oleh pemimpin Pakistan.
Presiden Filipina Bersiap Bantu Korban Gempa
“Atas nama rakyat Filipina, saya menyampaikan simpati yang tulus. Filipina berdiri bersama rakyat Venezuela pada masa sulit ini dan berharap untuk keselamatan serta pemulihan cepat semua komunitas yang terkena dampak,” kata Ferdinand Marcos Jr.
Presiden Filipina menggarisbawahi kepedulian negaranya terhadap korban bencana. Ia menyatakan bahwa Filipina akan mendukung Venezuela dalam proses pemulihan setelah dua gempa mengguncang wilayah tersebut.
Venezuela Melaporkan Korban Terparah dalam Sejarah
Delcy Rodríguez, Presiden sementara Venezuela, mengatakan bahwa gempa yang terjadi merupakan bencana paling mematikan di negara itu dalam lebih dari satu abad. Menurut para ahli seismologi, gempa pertama berkekuatan 7,2 dan gempa kedua mencapai magnitudo 7,5. Dukungan dari para pemimpin Asia muncul saat Venezuela masih fokus menangani dampak kerusakan dan penanganan korban setelah dua bencana besar tersebut.
