Musisi Boikot Perayaan HUT ke-250 AS, Trump Beri Respons Pedas
Key Discussion – Perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, yang diakui sebagai momen penting dalam sejarah kemerdekaan, kini mendapat sorotan karena kritik dari sejumlah musisi terkenal. Sejumlah artis besar memutuskan menarik diri dari acara yang dijadwalkan di National Mall, Washington DC, mengakui bahwa kejelasan politik acara tersebut menjadi alasan utama untuk menolak partisipasi mereka.
Acara Great American State Fair, yang diselenggarakan oleh kelompok nirlaba Freedom 250, didirikan tahun lalu oleh kepemimpinan Donald Trump. Presiden saat itu menunjuk seorang CEO dari timnya untuk mengelola organisasi ini, dengan harapan menjadi wadah untuk menggandeng seluruh warga Amerika dalam merayakan pencapaian negara. Namun, kebanyakan seniman merasa perayaan ini lebih terfokus pada politik ketimbang budaya atau rekreasi.
Trump Tegaskan Kritik terhadap Artis yang Mundur
Menanggapi keputusan musisi-musisi tersebut, Donald Trump mengeluarkan pernyataan tajam lewat akun Truth Social pada Sabtu (30/5). Ia menyebut mereka sebagai “artis kelas tiga” yang terganggu oleh kepanikan atau gangguan mental ringan, sementara menegaskan bahwa perayaan ini tetap menjadi platform patriotik.
“Saya memerintahkan perwakilan saya untuk menyelenggarakan pertemuan besar ‘AMERICA IS BACK’ pada hari Rabu di Washington DC, di tempat dan waktu yang sama. Hanya orang-orang yang memiliki semangat kebangsaan sejati yang diundang,” tulis Trump dalam postingannya, sambil menyatakan dirinya sebagai “daya tarik nomor satu di dunia.”
Beberapa seniman seperti Young MC dan Morris Day menjadi contoh awal dari penarikan diri, sementara The Commodores menegaskan bahwa musik mereka adalah suara universal, tidak terikat pada partai politik tertentu. Martina McBride dan Bret Michaels dari Poison juga menambahkan keberatan, dengan Michaels menyoroti isu keamanan yang terkait dengan acara tersebut.
Kegiatan Lain dalam Rangka HUT ke-250 AS
Meski terjadi penarikan dari sejumlah seniman, pemerintah AS tetap melanjutkan rangkaian acara besar. Selain Great American State Fair yang berlangsung 25 Juni hingga 10 Juli, ada pertandingan UFC di halaman Gedung Putih dan balapan Grand Prix di ibu kota pada Agustus mendatang. Pemerintah juga merencanakan peluncuran paspor khusus dengan wajah Donald Trump sebagai simbol perayaan.
Freedom 250, melalui juru bicara Rachel Reisner, mengatakan mereka tetap optimis meski menghadapi kritik. Reisner berharap kebisingan politik tidak mengalihkan perhatian dari momen historis yang menjadi fokus perayaan. Namun, hingga kini, belum ada perubahan jadwal tampil yang diumumkan setelah banyak seniman utama mundur.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana polarisasi politik mulai memengaruhi kegiatan budaya. Banyak artis memilih untuk menjauh agar tidak terlibat dalam perpecahan, sementara yang lain tetap bersikeras memisahkan antara kecintaan terhadap tanah air dan kritik politik. Key Discussion tentang keterlibatan musik dalam perayaan nasional semakin mengemuka, menyoroti peran seni dalam memperkuat atau memecah identitas kebangsaan.
