Penyintas Kasus Jeffrey Epstein Desak DPR AS Selidiki Belasan Pria Berpengaruh
Key Discussion – Sejumlah korban pelecehan seksual dalam kasus Jeffrey Epstein, termasuk Virginia Giuffre, mengadakan pertemuan tertutup dengan Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, untuk mendorong penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan prostitusi yang melibatkan 14 tokoh berpengaruh. Dalam pertemuan ini, penyintas membawa bukti berupa rangkaian surel dari Juli 2025, yang mengungkap bahwa agen FBI telah menyadari rencana pembuatan dokumen rekam jejak tuduhan terhadap para pria tersebut. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam Key Discussion yang mengguncang hubungan antara institusi pemerintah dan para pemimpin politik yang diduga terlibat dalam skandal ini.
Pertemuan Penyintas dan DPR AS
Pertemuan yang diadakan di Washington, DC, dihadiri oleh keluarga Virginia Giuffre serta anggota kelompok korban lainnya. Mereka berharap dapat menyampaikan fakta-fakta yang selama ini tersembunyi, terutama terkait peran sejumlah tokoh politik, selebriti, dan pengusaha dalam praktik prostitusi yang terjadi sejak 2009 hingga 2019. Pihak penyintas menyatakan bahwa selama ini ada kebijakan yang menghalangi akses ke informasi terkait kasus Epstein, yang kini mereka ingin perbaiki melalui Key Discussion yang terbuka.
Kelompok korban menekankan bahwa bukti yang mereka sampaikan tidak hanya berupa surat elektronik, tetapi juga termasuk dokumen-dokumen yang menjelaskan hubungan antara Epstein dengan institusi pemerintah AS, serta laporan-laporan dari mantan anggota tim hukumnya. Mereka meminta Comer untuk memastikan bahwa seluruh aspek kasus ini diselidiki secara transparan, termasuk peran para pria berpengaruh seperti Bill Clinton, Les Wexner, Andrew Mountbatten-Windsor, dan Donald Trump. Key Discussion ini dianggap sebagai upaya memperkuat tekanan publik terhadap investigasi yang lebih mendalam.
Langkah Penyelidikan yang Diusulkan
Dalam Key Discussion yang berlangsung, penyintas juga menyarankan agar DPR AS menetapkan komite khusus untuk memeriksa semua bukti yang relevan. Mereka menekankan pentingnya melibatkan ahli kriminalistik dan penyidik internasional agar proses penyelidikan tidak terpengaruh oleh tekanan politik. Salah satu tuntutan utama adalah meminta pengacara Alan Dershowitz, anggota tim hukum Epstein pada 2008, untuk memberikan kesaksian dalam wawancara transkrip. Dershowitz sendiri mengklaim bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun dan mematuhi kesepakatan pembelaan yang ditandatangani.
Sebagai bagian dari Key Discussion, keluarga Virginia Giuffre juga menyerahkan potongan kesaksian dari tahun 2015 yang menyebutkan nama-nama pria diduga terlibat dalam skema perdagangan manusia Epstein dan Ghislaine Maxwell. Sampai saat ini, Komite Pengawasan DPR telah melakukan setidaknya 15 wawancara, termasuk dengan Bill Clinton, Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick, dan Bill Gates. Para penyintas menegaskan bahwa bukti-bukti ini menunjukkan bahwa keterlibatan para pria berpengaruh lebih luas daripada yang pernah terungkap sebelumnya.
“Presiden Trump telah melakukan lebih banyak hal untuk para korban Epstein daripada siapa pun sebelum dia, dengan menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan menandatangani Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein,” ujar Abigail Jackson, juru bicara Gedung Putih, kepada CNN pada hari Senin. Pernyataan ini menjadi bagian dari Key Discussion yang mengangkat kritik terhadap kebijakan pemerintah AS dalam menangani kasus tersebut. Jackson menegaskan bahwa tindakan Trump menunjukkan komitmen untuk mengungkap fakta, meski ada tekanan dari pihak-pihak tertentu.
Kasus Jeffrey Epstein, yang dianggap sebagai salah satu skandal terbesar di era presiden Trump, telah memicu berbagai perdebatan sejak 2019. Rencana penyelidikan yang diusulkan oleh penyintas menekankan bahwa jaringan prostitusi ini bukan hanya melibatkan Epstein dan Maxwell, tetapi juga sejumlah tokoh konservatif, senator, dan kongres yang memiliki pengaruh besar di AS. Para korban menyatakan bahwa keberadaan mereka telah diabaikan selama bertahun-tahun, sehingga Key Discussion ini dianggap sebagai langkah penting untuk memberikan suara mereka.
Menurut sumber terpercaya, dokumen-dokumen yang dibawa oleh penyintas mencakup bukti bahwa para pria berpengaruh seperti Les Wexner dan Bill Clinton memberikan dukungan untuk perluasan jaringan Epstein. Fakta ini memicu peningkatan tekanan terhadap institusi seperti FBI dan DOJ (Departemen Kehakiman AS) untuk memastikan semua petunjuk diperiksa secara rinci. Dalam Key Discussion yang berlangsung, para penyintas juga meminta agar para korban diberikan peran aktif dalam menyelidiki tindakan-tindakan yang terjadi selama 10 tahun terakhir.
