Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. Kisah Abu Najjeh dan Nakba Ketiga: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat
Internasional

Kisah Abu Najjeh dan Nakba Ketiga: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat

Mark Jones Reporter Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 02:20 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
a04fff9d-6a09-4b1b-a3b3-2bc95ca39761-0

Table of Contents

Toggle
  • Abu Najjeh dan Nakba: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat
    • Tragedi di Wilayah yang Diklaim Aman
    • Perjalanan Berpindah yang Tak Berkesudah
    • Krisis yang Bukan Sekadar Sejarah
    • Peristiwa Nakba Ketiga dalam Konteks Global

Abu Najjeh dan Nakba: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat

Kisah Abu Najjeh dan Nakba Ketiga – Kisah Abu Najjeh dan Nakba menjadi simbol tragis dari siklus pengusiran yang terus berlangsung di wilayah Tepi Barat. Abu Najjeh, seorang tokoh Badui dari komunitas Ein Samiya, mengungkapkan bahwa situasi kini mirip dengan peristiwa Nakba pada 1948. Ia menyebutkan bahwa kekerasan terhadap warga Palestina bukan lagi sekali, melainkan Nakba Ketiga, dengan penderitaan yang semakin intens. Keluarga Kaabneh, yang telah mengalami pemindahan tujuh kali sejak awal abad ke-20, kini terpaksa tinggal di tenda darurat di pinggiran Rammun. Meski dianggap aman, krisis ini terus mengancam keberlanjutan hidup mereka.

Tragedi di Wilayah yang Diklaim Aman

Ketakutan Abu Najjeh terbukti nyata. Saat ia menerima kabar bahwa Yousef Kaabneh, remaja 16 tahun dari keluarga yang sama, tewas dibunuh oleh pemukim Israel, ia langsung memutuskan berpindah ke Jiljilyya. Area tersebut, yang seharusnya berada di bawah otoritas Palestina, justru menjadi saksi bisu kekerasan. Sejarah keluarga Kaabneh menggambarkan penderitaan yang berlangsung selama delapan dekade: Dulu, mereka memiliki ratusan ternak dan sekolah bagi anak-anak. Tapi sejak 2019, pos-pos pemukim ilegal mulai menggerogoti wilayah mereka, menyebabkan pengurangan ternak hingga dari 2.500 ekor menjadi kurang dari 500 ekor.

Krisis air dan akses yang terbatas juga menjadi tantangan besar. Abu Najjeh menyebutkan bahwa air bersih dibeli dengan harga mahal, sekitar 250 shekel per tangki. Lahan yang tersisa tidak lagi layak untuk pertanian atau penggembalaan karena dikelilingi kebun zaitun penduduk lain. “Kami hidup di tanah ini dan mati di tanah ini,” kata Abu Najjeh, mengutip pepatah Badui. “Orang-orang saya membutuhkan saya. Saya harus pergi.”

Perjalanan Berpindah yang Tak Berkesudah

Keluarga Kaabneh terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berusaha mencari ruang untuk bertahan hidup. Setelah meninggalkan Ein Samiya pada Mei 2023, mereka pindah ke Khirbet Abu Falah, lalu ke Rammun. Namun, di mana pun mereka berada, pos-pos pemukim baru terus muncul, hanya beberapa ratus meter dari tenda mereka. Tidak ada listrik, dan kehidupan mereka bergantung pada sumber daya yang semakin langka. Abu Najjeh menilai ini bukan kecelakaan kecil, melainkan bagian dari rencana sistematis untuk mengosongkan wilayah Tepi Barat.

Kisah Abu Najjeh dan Nakba juga menjadi cerminan dari penderitaan rakyat Badui yang sering diabaikan. Komunitas ini, yang memiliki akar sejarah dalam wilayah tersebut, terus diusir dengan alasan berbagai. “Ini upaya membuat hidup kami menjadi mustahil, hingga terpaksa berpindah,” ujar Abu Najjeh. Ia menekankan bahwa kekuatan pemukim Israel jauh lebih dominan, dengan ratusan pria bersenjata menghadapi komunitas kecil yang hanya terdiri dari 7 atau 10 orang.

Krisis yang Bukan Sekadar Sejarah

Pengusiran berulang tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengubah cara masyarakat Badui menghidupi budaya mereka. Abu Najjeh menyebutkan bahwa peninggalan nenek moyang, seperti tradisi penggembalaan, kini terancam. Kisah Abu Najjeh dan Nakba ketiga menggambarkan bagaimana wilayah yang telah dihuni selama berabad-abad sekarang menjadi tempat yang tidak aman. Kebun zaitun, air, dan ruang hidup menjadi target serangan yang tidak berkesudah.

Krisis ini juga memperlihatkan bagaimana Nakba tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi terus menghantui hari-hari sekarang. Abu Najjeh menilai bahwa siklus pengusiran yang terjadi saat ini adalah bagian dari strategi Israel untuk mengusir populasi Palestina secara perlahan. “Kami tidak hanya diusir, tetapi juga ditinggalkan,” jelasnya. Ia mengakui bahwa ketidakadilan kekuatan menjadi faktor utama dalam konflik ini, dengan warga Palestina mempertahankan hak atas tanah mereka sambil menghadapi tekanan fisik dan politik.

Peristiwa Nakba Ketiga dalam Konteks Global

Dalam konteks global, kisah Abu Najjeh dan Nakba ketiga menunjukkan bagaimana peristiwa tahun 1948 terus diulang dengan bentuk yang berbeda. Pemukim Israel, yang sejak awal abad ke-20 terus menempati wilayah Tepi Barat, memberikan tekanan terhadap komunitas Badui dengan cara yang terstruktur. Abu Najjeh menegaskan bahwa pengusiran ini bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga perang melawan identitas budaya. “Nakba bukan sekadar peristiwa sejarah, tapi krisis yang terjadi setiap hari,” kata dia, menjelaskan bahwa masyarakat Badui harus terus berjuang untuk mempertahankan keberadaan mereka.

Kisah Abu Najjeh dan Nakba juga menjadi isyarat bahwa konflik di Tepi Barat belum berakhir. Meski sejumlah wilayah dianggap aman, tekanan terus mengalir. Abu Najjeh meminta dukungan internasional untuk menghentikan pengusiran berulang. “Kami membutuhkan bantuan untuk memperjuangkan hak atas tanah kami,” tuturnya. Ia percaya bahwa Nakba ketiga adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk menghancurkan kehidupan warga Palestina dan mengosongkan wilayah mereka.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

6 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

6 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

6 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

6 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

6 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.