Dubes RI di Seoul Dorong Penerapan Kebijakan Bebas Visa ke Korea Selatan
Latest Program – Indonesia sedang berupaya mendorong penghapusan birokrasi visa bagi warga negara Indonesia (WNI) saat berkunjung ke Korea Selatan. Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk mematuhi aturan hukum dan keimigrasian yang berlaku di Negeri Ginseng. Langkah ini diambil setelah terjadi laporan tentang oknum WNI yang melarikan diri dari rombongan setelah tiba di Korea Selatan, menggunakan fasilitas visa turis kelompok yang mulai berlaku bulan lalu.
Kebijakan visa kelompok yang mulai berlaku bulan lalu—dengan ketentuan minimal tiga orang dalam satu rombongan—adalah hasil dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung pada April 2026. Kedua pemimpin sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan interaksi langsung antar warga. KBRI Seoul terus mendorong pengurangan prosedur izin masuk agar mobilitas masyarakat kedua negara lebih lancar.
Langkah untuk Menghindari Migrasi Ilegal
Dubes Cecep Herawan berharap insiden oknum yang menjadi migran ilegal tidak terulang, demi menjaga kepercayaan otoritas Korea Selatan. “Jika kita bersama-sama menjaga kepercayaan ini, akan lebih memudahkan WNI untuk berkunjung ke negara sahabat tanpa proses yang panjang dan rumit,” tambahnya dalam pernyataan terpisah.
“Jika kita bersama-sama menjaga kepercayaan ini, akan lebih memudahkan WNI untuk berkunjung ke negara sahabat tanpa proses yang panjang dan rumit,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun KBRI Seoul, jumlah kunjungan antar kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2025, tercatat lebih dari 500 ribu wisatawan dari Korea Selatan yang mengunjungi Indonesia. Sementara itu, sekitar 350 ribu warga Indonesia melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Pertumbuhan ini didukung oleh aksesibilitas transportasi udara yang semakin terjangkau.
Kehadiran maskapai baru seperti T-Way, yang menawarkan harga tiket kompetitif sejak beberapa bulan lalu, diharapkan menjadi peningkatan interaksi antar masyarakat. Selain itu, Indonesia dan Korea Selatan juga memperkuat kerja sama dalam bidang pariwisata berkelanjutan melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST). Program ini bertujuan membagi pengalaman pengembangan industri pariwisata yang tangguh serta ramah lingkungan di kawasan regional.
