Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. Latest Program: Mahkamah Agung AS Menangkan Trump, Jalan Terbuka untuk Deportasi Massal
Internasional

Latest Program: Mahkamah Agung AS Menangkan Trump, Jalan Terbuka untuk Deportasi Massal

Nancy Brown Reporter Jumat, 26 Juni 2026 pukul 08:38 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
e50b7415-afdc-4317-93b1-7e3fa3fc2dfc-0

Table of Contents

Toggle
  • Latest Program: Mahkamah Agung AS Dukung Deportasi Massal Trump
    • Program Status Perlindungan Sementara (TPS) Terancam
    • Kritik dari Hakim Liberal: Nuansa Rasial dalam Putusan
    • Kebijakan Suaka “Metering” Dipulihkan

Latest Program: Mahkamah Agung AS Dukung Deportasi Massal Trump

Latest Program – Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) baru saja mengumumkan keputusan yang memberi ruang lebar bagi kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Dua putusan krusial ini memperkuat upaya pemerintah untuk mendeportasi lebih dari satu juta warga asing dan memperketat prosedur penerimaan pendatang baru. Keputusan ini tidak hanya memengaruhi kebijakan status perlindungan imigran, tetapi juga membuka jalan bagi implementasi kebijakan deportasi massal yang lebih agresif. Penetapan ini mengisyaratkan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap kelompok imigran yang dianggap tidak memenuhi syarat, termasuk warga asing dari negara-negara yang sedang mengalami krisis.

Program Status Perlindungan Sementara (TPS) Terancam

Terkait kebijakan Status Perlindungan Sementara (TPS), Mahkamah Agung menolak permohonan judicial review yang menyatakan bahwa program ini bisa dibatalkan tanpa proses pengujian ulang. Dengan putusan 6-3, lembaga peradilan menyatakan bahwa pemerintah memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan kelompok imigran yang layak menerima TPS. Dampaknya, sekitar 350.000 warga Haiti dan 6.000 warga Suriah akan kehilangan perlindungan legal mereka, sementara 11 negara lain juga terancam. Kebijakan ini memberikan ruang bagi Trump untuk melanjutkan program deportasi massal yang dijanjikan selama kampanyenya, termasuk penghapusan status perlindungan bagi kelompok tertentu.

Kebijakan TPS, yang sebelumnya dianggap sebagai bentuk kebijakan inklusif, kini menjadi korban dari keputusan ini. Mahkamah Agung menyetujui bahwa pemerintah dapat membatalkan TPS tanpa harus mengajukan proses persidangan lebih lanjut. Hal ini memperkuat posisi Trump dalam mengatasi isu imigrasi dengan pendekatan yang lebih konservatif. Para hakim konservatif berpendapat bahwa keputusan ini mengembalikan wewenang kebijakan kepada eksekutif, sementara hakim liberal mempertanyakan apakah ini akan melanggar prinsip hak asasi manusia dalam sistem hukum AS.

Kritik dari Hakim Liberal: Nuansa Rasial dalam Putusan

Hakim liberal Elena Kagan menolak putusan tersebut dengan menyatakan bahwa Mahkamah Agung telah mengabaikan preseden penting dalam pengambilan keputusan. Dalam pendapatnya, Kagan mengkritik kebijakan rasial yang dianggap sebagai dasar penghapusan TPS. Ia menyoroti bahwa keputusan ini berpotensi memperlebar kesenjangan antara warga asing dari negara-negara berbeda, terutama dalam konteks kebijakan yang diterapkan Trump. “Sangat menjijikkan dan bernuansa rasial sehingga mayoritas hakim menolak untuk mencetaknya,” tulis Kagan dalam

kutipannya.

Keputusan ini juga memicu reaksi dari kelompok hak asasi manusia yang khawatir akan dampak sosial dan ekonomi. Banyak aktivis menyatakan bahwa penghapusan TPS akan mengganggu kestabilan masyarakat imigran yang sudah terbiasa tinggal di AS selama bertahun-tahun. Di sisi lain, pendukung kebijakan Trump menilai bahwa tindakan ini mengembalikan kontrol kebijakan imigrasi ke tangan pemerintah, sesuai dengan visi “Latest Program” yang ingin menegakkan aturan lebih ketat.

Kebijakan Suaka “Metering” Dipulihkan

Putusan kedua Mahkamah Agung mengaktifkan kembali kebijakan suaka bernuansa kontroversial yang disebut “metering”. Kebijakan ini memungkinkan petugas perbatasan memulangkan pencari suaka sebelum mereka mencapai AS, sehingga mengurangi jumlah orang yang bisa memperoleh status suaka. Sebelumnya, kebijakan ini dibatalkan oleh pemerintahan Joe Biden, tetapi Trump ingin mengembalikannya sebagai alat untuk mempercepat proses deportasi. Sonia Sotomayor, salah satu hakim yang menolak putusan tersebut, menilai bahwa kebijakan ini akan meningkatkan risiko kematian bagi pencari suaka dan memperbesar peluang mereka untuk memasuki negara secara ilegal. “Lebih banyak orang akan mati,”

tulis Sotomayor dalam pendapatnya.

“Lebih banyak orang akan mencoba melintasi perbatasan secara ilegal, dan beberapa akan berhasil sementara yang lain tidak.”

Kebijakan metering ini menimbulkan kekhawatiran tentang penegakan hukum yang adil. Para ahli hukum menyatakan bahwa kebijakan ini bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi pemerintah untuk memulangkan individu yang dianggap tidak layak, terutama dalam kondisi darurat. Namun, kritikus menyebut bahwa ini bisa memperparah penderitaan imigran yang sudah berada di tengah jalan. Dengan diterapkannya “Latest Program” ini, Mahkamah Agung dinilai telah menegaskan prioritas politik Trump terhadap kontrol imigrasi, meski berisiko menimbulkan ketegangan antar kelompok.

Selain itu, keputusan Mahkamah Agung ini memengaruhi pertumbuhan ekonomi AS. Data menunjukkan bahwa warga asing dari Haiti, yang terkena dampak besar, berkontribusi sekitar US$5,9 miliar bagi perekonomian nasional dan membayar pajak hingga US$1,6 miliar. Dengan penghapusan TPS, sektor-sektor seperti perhotelan dan layanan jompo akan mengalami penurunan jumlah tenaga kerja, yang bisa mengganggu kestabilan ekonomi. Pengambilan keputusan ini menegaskan bahwa “Latest Program” tidak hanya berdampak pada kebijakan imigrasi, tetapi juga pada aspek-aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Keputusan ini juga menjadi poin penting dalam pertarungan politik antara Partai Republik dan Demokrat. Trump menilai bahwa kebijakan ini adalah langkah krusial untuk menciptakan batas yang jelas dan mengurangi jumlah imigran yang masuk secara tidak terduga. Sebaliknya, para pembangkang menganggap bahwa ini adalah serangan terhadap kebijakan inklusif yang telah ada sebelumnya. Meskipun Mahkamah Agung memberikan persetujuan, banyak yang memperkirakan bahwa “Latest Program” ini akan terus menjadi sengketa hukum dan politik hingga masa pemerintahan Trump berakhir.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

18 menit yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

20 menit yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

22 menit yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

25 menit yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

27 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.