Latest Program: Peresmian Patung Soekarno di KBRI Roma sebagai Simbol Diplomasi dan Pancasila
Acara Peresmian Patung Soekarno di KBRI Roma
Latest Program menjadi momen penting dalam memperingati hari kelahiran Pancasila, yang jatuh pada 1 Juni 2026. KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma mengadakan perayaan khusus yang tidak hanya melibatkan upacara resmi, tetapi juga meresmikan patung Presiden pertama RI, Soekarno, di Wisma Duta. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, yang menekankan makna simbolik dari patung tersebut.
Konteks Sejarah dan Makna Patung
Patung Soekarno yang dibuat dari bahan perunggu ini hadir sebagai pengingat akan peran besar sang Proklamator dalam membangun identitas bangsa. Soekarno dikenang sebagai tokoh yang tidak hanya memimpin perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai Pancasila di panggung internasional. Wisma Duta, tempat penempatan patung, memiliki sejarah unik karena merupakan gedung yang pernah diperoleh langsung oleh Soekarno pada Januari 1956, menjadikannya pusat diplomasi budaya Indonesia di Eropa.
Acara peresmian dalam Latest Program menunjukkan komitmen KBRI Roma untuk menjaga hubungan diplomatik yang kuat dan memperkuat nilai-nilai Pancasila di luar negeri. Duta Besar Junimart Girsang menyatakan bahwa patung ini menjadi bukti bahwa visi Indonesia yang berani dan bermartabat tetap hidup dalam konteks global. “Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa,” kata Junimart dalam pernyataan resmi. “Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia untuk terus membawa api perjuangan dalam membangun reputasi bangsa.”
Keterlibatan Seniman Lokal dalam Proyek Terbaru
Proyek pembuatan patung dalam Latest Program tidak hanya melibatkan elemen sejarah, tetapi juga kreativitas seniman lokal Indonesia. KBRI Roma mempercayakan karya ini kepada Gusti Dipa Art Gallery, sebuah usaha kecil menengah (UMKM) yang berbasis di Bantul, Yogyakarta, dan Bekasi. Seniman-seniman yang terlibat memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam menggabungkan tradisi dan modernitas dalam karya seni. Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap industri kreatif Indonesia dan peningkatan partisipasi seniman dalam diplomasi budaya.
Patung Soekarno di KBRI Roma diharapkan menjadi pusat perhatian bagi warga Indonesia di Italia dan pengunjung Wisma Duta. Penempatannya di area yang strategis tidak hanya memperkuat pengaruh Pancasila, tetapi juga menghidupkan kembali semangat nasionalisme dalam komunitas diaspora. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Latest Program yang bertujuan memperkuat hubungan antarbangsa melalui nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Pesan dari Tokoh dan Komunitas
Kehadiran Ketua DPR RI, Puan Maharani, sebagai Inspektur Upacara menambah makna acara peresmian dalam Latest Program. Sebagai cucu dari Soekarno, Puan menekankan bahwa Pancasila tetap menjadi identitas inti warga negara Indonesia, meskipun mereka tinggal di luar negeri. “Kepada KBRI Roma dan seluruh warga Indonesia di Italia, tetaplah menaruh Pancasila di hati masing-masing,” pesannya. “Pancasila adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia, di mana pun kita berada.”
Dimas Prasetia, perwakilan generasi muda diaspora di Italia, juga menyampaikan pernyataan mendukung acara Latest Program. Menurutnya, patung Soekarno menjadi pengingat bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia di luar negeri untuk memiliki keberanian bermimpi besar bagi bangsa. “Patung ini mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan hanya sejarah, tetapi juga panduan hidup yang relevan hingga hari ini,” ujar Dimas. “Melalui Latest Program, kami berharap semangat kebangsaan tetap hidup dan berkembang di masyarakat Indonesia yang terpencar.”
Dalam konteks Latest Program, peresmian patung ini juga menegaskan peran KBRI Roma dalam menjembatani nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan masyarakat di Eropa. Duta Besar Junimart Girsang menambahkan bahwa karya seni tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi budaya Indonesia mampu bersaing secara internasional. “Acara ini adalah bagian dari strategi KBRI Roma untuk memperkuat identitas nasional melalui karya seni dan sejarah,” jelas Junimart. “Latest Program menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya aktif dalam politik dan ekonomi, tetapi juga dalam mengangkat budaya dan nilai-nilai kebangsaan.”
