Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. Latest Program: Trump Tuntut Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz dalam Kesepakatan Iran
Internasional

Latest Program: Trump Tuntut Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz dalam Kesepakatan Iran

Michael Jones Reporter Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14:10 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
SWITZERLAND-US-POLITICS-ECONOMY-DIPLOMACY
US President Donald Trump (L) shakes hands with Indonesia's President Prabowo Subianto at the "Board of Peace" meeting during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 22, 2026. US President Donald Trump will show off his new "Board of Peace" at Davos on January 22, 2026 burnishing his claim to be a peacemaker a day after backing off his own threats against Greenland. Originally meant to oversee the rebuilding of Gaza after the war between Hamas and Israel, the board's charter does not limit its role to the Strip, and has sparked concerns that Trump wants it to rival the United Nations. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)

Table of Contents

Toggle
  • Latest Program: Trump Tuntut Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz dalam Kesepakatan Iran
    • Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz
    • Konteks Negosiasi dan Tantangan Politik

Latest Program: Trump Tuntut Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz dalam Kesepakatan Iran

Latest Program – Dalam rangkaian tindakan terbaru, Pemimpin Amerika Serikat Donald Trump berupaya memperjelas detail teknis dari proposal kesepakatan dengan Iran, terutama mengenai mekanisme transfer uranium yang telah diperkaya dan klausul akses ke Selat Hormuz. Sebagai bagian dari Latest Program yang dirancang untuk memperkuat kebijakan luar negeri AS, Trump menekankan pentingnya transparansi dalam proses tersebut. Menurut sumber dalam pemerintahan, ia telah meninjau kembali dokumen-dokumen yang menjadi dasar perundingan, termasuk komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta penyesuaian sanksi ekonomi. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat penyelesaian konflik yang berkepanjangan antara Washington dan Teheran.

Detail Transfer Uranium dan Selat Hormuz

Salah satu isu utama yang dituntut Trump adalah mekanisme pengelolaan uranium oleh Iran. Ia menyarankan bahwa detail spesifik mengenai jumlah, jenis, dan jalur pengiriman uranium harus dituangkan dalam draf kesepakatan secara jelas. Selain itu, Trump juga memperhatikan klausul mengenai akses ke Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi pintu masuk utama bagi minyak mentah dan barang-barang lain dari Timur Tengah. Bagi AS, pengendalian selat tersebut adalah prioritas dalam mengurangi risiko Iran mengganggu kestabilan geopolitik dan ekonomi kawasan.

Trump menekankan bahwa Latest Program ini bukan hanya tentang hukuman ekonomi, tetapi juga tentang mengamankan kepentingan strategis AS di wilayah Timur Tengah. Ia menginginkan perjanjian yang tegas, agar tidak ada ruang bagi Iran untuk mengambil kesempatan mengembangkan program nuklir mereka.

Draf kesepakatan yang dibahas menyebutkan bahwa Iran akan menetapkan batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai program nuklir mereka. Namun, Trump meminta revisi terhadap beberapa poin kritis, seperti jumlah uranium yang boleh dihasilkan Iran dan rasio konversi ke isotop yang lebih reaktif. Ia juga mempertanyakan kelayakan klausul yang mengizinkan Iran mengoperasikan pelabuhan selama masa gencatan senjata, dengan alasan bahwa itu bisa mempercepat pengisian persediaan senjata nuklir.

Konteks Negosiasi dan Tantangan Politik

Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya AS untuk memulihkan kekuasaan diplomatik di Timur Tengah setelah serangkaian konflik yang memicu ketegangan antara Iran dan negara-negara sekutu. Pada 28 Februari lalu, serangan gabungan AS dan Israel mengakibatkan korban yang signifikan, dengan laporan awal menyebutkan lebih dari 3.000 orang terkena dampak. Namun, upaya diplomatik berhasil meredam ketegangan setelah kedua pihak mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April. Meski demikian, diskusi di Islamabad belum menghasilkan titik temu yang memuaskan.

Trump menilai bahwa Latest Program adalah langkah penting untuk mencegah Iran memperluas kekuasaannya di kawasan Teluk Persia. Ia menekankan bahwa detail dalam mekanisme transfer uranium harus menjadi pusat perhatian, karena proses ini menjadi tolok ukur kepatuhan Iran terhadap perjanjian nuklir sebelumnya. Selain itu, kontrol atas Selat Hormuz menjadi prioritas utama, mengingat area tersebut merupakan pintu masuk utama bagi sekitar 20% produksi minyak dunia.

Dalam konteks ekonomi, AS memperketat sanksi terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang dianggap mampu mengurangi aliran barang vital ke negara tersebut. Gedung Putih mengharapkan respons resmi dari Teheran dalam tiga hari ke depan, yang akan menentukan apakah proses negosiasi bisa memasuki tahap penyelesaian. Jika Iran menolak revisi yang diminta, risiko konfrontasi baru bisa meningkat, terutama dalam sektor energi dan perdagangan internasional.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

6 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

6 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

6 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

6 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

6 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.