Marco Rubio: Tiongkok Setuju dengan AS terkait Selat Hormuz
Peran Main Agenda dalam Pertemuan Penting AS-Tiongkok
Main Agenda – Sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan hubungan diplomatik dan kepentingan geopolitik, Main Agenda menjadi inti diskusi dalam pertemuan kritis antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14 Mei 2026). Kedua pemimpin fokus pada isu-isu utama seperti keamanan energi global, konflik regional, dan peran Tiongkok dalam memperkuat posisi AS. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Main Agenda dalam pembicaraan ini menekankan konsensus antara kedua negara mengenai perlunya kerja sama dalam menghadapi ancaman dari Iran terhadap aliran energi.
Konflik di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama karena pengaruhnya terhadap stabilitas pasar minyak internasional. Tiongkok, yang menjadi mitra perdagangan utama Iran, terbukti bersedia mendukung kebijakan AS dalam mengatasi blokade ini, meskipun hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara sering kali dipengaruhi oleh pertarungan kekuasaan di Asia Tenggara. Main Agenda dalam kesepakatan ini menegaskan bahwa Tiongkok mengakui pentingnya kebijakan non-militerisasi yang diusung AS, sejalan dengan upaya mengurangi risiko eskalasi konflik di kawasan tersebut.
“Kami tidak meminta bantuan Tiongkok. Kami tidak membutuhkan bantuan mereka,” tegas Rubio setelah debat antardelegasi yang berlangsung lebih dari dua jam di Great Hall of the People. Pernyataan ini menggarisbawahi sikap AS untuk mempertahankan kemandirian strategis meskipun Tiongkok berperan aktif dalam menciptakan keadaan yang memungkinkan penyelesaian isu Selat Hormuz.
Konflik Selat Hormuz menimbulkan dampak signifikan pada ekonomi global, terutama karena 20% pasokan minyak mentah dunia melewati jalur strategis ini. Main Agenda dalam pertemuan antara Trump dan Xi mengingatkan bahwa Tiongkok, meski memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan Iran, tetap berkomitmen untuk mendukung kebijakan AS dalam memastikan keamanan transportasi bahan bakar. Rubio menegaskan bahwa Main Agenda ini mencerminkan keseimbangan antara ekonomi dan keamanan, serta kesepakatan untuk tidak melibatkan militerisasi dalam konflik ini.
Isu Taiwan dan Dukungan Militer AS
Dalam pembicaraan yang berlangsung, isu Taiwan menjadi fokus utama lainnya. Main Agenda dalam pertemuan ini mencakup komitmen AS terhadap pendirian sistem pertahanan di Taiwan, termasuk pengiriman senjata senilai 11 miliar dolar AS. Xi Jinping memperingatkan bahwa peningkatan tekanan AS terhadap Taiwan berpotensi memicu ketegangan bilateral, sementara Rubio menekankan bahwa Main Agenda ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan satu China dan hak Taiwan untuk kebebasan politik.
Kedua negara juga menyoroti kasus Jimmy Lai, seorang tokoh media pro-demokrasi di Hong Kong yang dihukum 20 tahun penjara. Main Agenda dalam pertemuan ini melibatkan diskusi tentang pentingnya menjaga kebebasan pers di Hong Kong, sekaligus menegaskan dukungan AS terhadap keadilan dalam kasus tersebut. Rubio menambahkan bahwa AS bersedia menerima solusi apa pun, selama Jimmy Lai mendapatkan kebebasan yang layak, sebagai bentuk konsistensi dalam kebijakan Main Agenda.
Pertemuan ini dianggap sebagai langkah kunci dalam diplomasi AS-Tiongkok, dengan Main Agenda yang mencakup penyelesaian konflik regional, pengelolaan hubungan ekonomi, dan pengamanan kepentingan strategis. Meski Rubio masih dalam sanksi dari Beijing sejak 2020, keterlibatannya dalam diskusi ini menunjukkan upaya AS untuk melibatkan Tiongkok dalam isu-isu penting di luar kerja sama ekonomi tradisional.
