Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. New Policy: Survei Gallup: Mayoritas Guru AS Pakai AI tanpa Panduan Resmi
Internasional

New Policy: Survei Gallup: Mayoritas Guru AS Pakai AI tanpa Panduan Resmi

Mark Jones Reporter Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 01:12 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780064652_207926a2b6722a917cd4

Table of Contents

Toggle
  • Survei Gallup: Mayoritas Guru AS Menggunakan AI Tanpa Panduan Resmi
    • Penggunaan AI di Ruang Kelas: Kecocokan dan Keterbatasan
    • Perbedaan Akses antara Sekolah Kaya dan Miskin

Survei Gallup: Mayoritas Guru AS Menggunakan AI Tanpa Panduan Resmi

New Policy – Dalam rangka mengevaluasi dampak teknologi baru dalam pendidikan, New Policy menjadi topik utama yang mendapat perhatian luas. Survei terbaru oleh Gallup, bekerja sama dengan Walton Family Foundation, menunjukkan bahwa sebagian besar guru Amerika Serikat telah memulai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses mengajar mereka. Namun, kebijakan resmi mengenai penerapan teknologi ini masih kurang mendukung, sehingga New Policy menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini. Hasil survei menyebutkan bahwa 72 persen guru mengintegrasikan AI ke dalam kegiatan sehari-hari, tetapi hanya 18 persen di antaranya memperoleh panduan resmi mengenai cara penggunaan alat tersebut. Fakta ini menggarisbawahi urgensi pembuatan New Policy yang dapat memberikan kerangka kerja yang jelas bagi pendidik.

Penggunaan AI di Ruang Kelas: Kecocokan dan Keterbatasan

New Policy juga menyoroti bagaimana guru menggunakan AI untuk berbagai tujuan dalam pengajaran. Alat seperti chatbot, generator teks, dan analisis data menjadi bagian dari alat bantu mereka, tetapi adopsi teknologi ini seringkali bersifat mandiri. Contohnya, guru menggunakan AI untuk merancang soal, menyusun rencana pelajaran, dan memberikan bimbingan tambahan. Namun, karena tidak ada standar nasional, penggunaan AI bisa bervariasi, bahkan di antara sekolah yang sama. Di sisi lain, sebagian besar guru tidak mendapatkan pelatihan formal atau pedoman operasional mengenai penggunaan alat AI, yang membuat New Policy menjadi solusi penting untuk memastikan penerapan yang konsisten.

Banyak guru mengakui bahwa mereka ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, tetapi kekurangan dalam arahan resmi membuat penggunaan alat tersebut terasa lebih seperti eksperimen daripada strategi berkelanjutan. Beberapa mengungkapkan bahwa mereka menghadapi tantangan dalam memahami bagaimana AI dapat mengubah cara mereka mengajar dan memengaruhi hasil belajar siswa. Tanpa New Policy, guru terpaksa mengandalkan pengalaman pribadi atau sumber-sumber informal untuk mengoperasikan teknologi ini, yang berisiko menghasilkan ketimpangan dalam kualitas pendidikan.

Perbedaan Akses antara Sekolah Kaya dan Miskin

Survei Gallup menyoroti bahwa tingkat adopsi AI di sekolah-sekolah berbeda tergantung pada tingkat kekayaan wilayah. Di sekolah dengan pendapatan tinggi, 52 persen guru memperoleh panduan informal, sedangkan di sekolah berpendapatan rendah, angka tersebut turun menjadi 40 persen. Meski perbedaan ini tidak terlalu signifikan, New Policy harus mencakup kebijakan yang memperluas akses teknologi ke sekolah-sekolah miskin. Survei juga menemukan bahwa pelatihan formal mengenai AI hanya terjadi di sekitar 10-11 persen sekolah, baik yang kaya maupun miskin. Hal ini menunjukkan bahwa New Policy harus dirancang secara komprehensif untuk memastikan semua pendidik memiliki kesempatan yang sama.

“Guru harus memiliki setiap alat yang tersedia untuk melayani siswa. Saya rasa adalah tugas administrasi sekolah untuk menyediakan alat-alat tersebut dan pelatihannya,” ujar Phillip Perry, seorang guru di Bronx High School for Law and Community Service.

Para pendidik dan pengamat menyebutkan bahwa New Policy dapat menjadi pendorong utama untuk menyeimbangkan manfaat AI dengan risiko yang mungkin muncul. Di sisi lain, kelompok-kelompok seperti National Parents Union menekankan bahwa tanpa New Policy yang ketat, data pribadi siswa bisa menjadi korban penggunaan teknologi yang tidak teratur. Keri Rodrigues, Presiden National Parents Union, mengatakan bahwa mereka khawatir tentang bagaimana guru menggunakan AI dan ke mana data siswa akan berakhir. Hal ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya tentang mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan transparansi dan keamanan data.

“Kami memiliki pertanyaan besar tentang bagaimana guru menggunakan teknologi ini dan ke mana data siswa akan berakhir,” pungkas Keri Rodrigues, Presiden National Parents Union.

Presiden Federasi Guru Amerika (AFT), Randi Weingarten, menyoroti bahwa New Policy harus mencakup regulasi yang memadai untuk melindungi privasi siswa dan mencegah ketergantungan berlebihan pada AI. Dengan adanya New Policy, sekolah diharapkan dapat memberikan pelatihan dan panduan yang memadai, sehingga guru tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami dampaknya terhadap proses belajar. Selain itu, New Policy dapat membantu mengurangi ketimpangan antara sekolah dengan akses yang berbeda, memastikan bahwa teknologi menjadi alat inklusif bagi seluruh siswa. Peluncuran New Policy ini dilihat sebagai langkah kritis dalam menghadapi transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

7 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

7 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

7 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

7 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

7 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.