Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. New Policy: Trump-Class: Kapal Perang Termahal AS, Jadi Segera Dibangun?
Internasional

New Policy: Trump-Class: Kapal Perang Termahal AS, Jadi Segera Dibangun?

Mark Jones Reporter Kamis, 14 Mei 2026 pukul 03:44 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
0b5d8bcd-a114-4431-b6ee-95998a7b155e-0

Table of Contents

Toggle
  • New Policy: Trump-Class: Kapal Perang Termahal AS, Jadi Segera Dibangun?
    • Pembangunan Kapal Perang Termahal AS
    • Struktur Teknologi dan Fungsi Kapal
    • Kritik dan Perspektif dari Sektor Militer
    • Perbandingan dengan Kapal Perang Sebelumnya
    • Kemungkinan Dampak pada Anggaran Nasional
    • Proyek Trump-Class dalam Perspektif Global

New Policy: Trump-Class: Kapal Perang Termahal AS, Jadi Segera Dibangun?

Pembangunan Kapal Perang Termahal AS

New Policy – Dalam rangka mewujudkan New Policy yang menjadi fokus pembangunan kekuatan militer AS, Presiden Donald Trump memperkenalkan proyek kapal perang baru yang diharapkan menjadi kapal tempur permukaan paling mahal dalam sejarah negara tersebut. Proyek ini dikenal sebagai Trump-class Guided Missile Battleships (BBG(X)) dan dijuluki sebagai bagian dari inisiatif besar dalam New Policy untuk meningkatkan dominasi laut AS. Anggaran awal untuk proyek ini mencapai US$1 miliar pada tahun fiskal 2027, namun peningkatan signifikan terjadi pada tahun fiskal 2028 dengan dana sebesar US$16,47 miliar. Dengan anggaran total yang diperkirakan mencapai sekitar US$17,47 miliar, proyek ini dianggap sebagai bagian dari upaya New Policy untuk memperkuat kemampuan operasional angkatan laut melalui teknologi canggih dan skala produksi yang lebih besar. Kapal pertama dari kelas ini, USS Defiant (BBG-1), menjadi bagian dari program Golden Fleet yang diperkenalkan sebagai bagian dari New Policy, bertujuan untuk menciptakan armada laut yang lebih modern dan siap beroperasi di berbagai lingkungan strategis.

Struktur Teknologi dan Fungsi Kapal

Kapal perang Trump-class diusulkan dengan desain yang menggabungkan elemen teknologi dari kapal perusak kelas Arleigh Burke, tetapi dengan peningkatan kemampuan serangan dan kekuatan tempur. Ini menunjukkan komitmen New Policy untuk mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih canggih, yang diharapkan dapat mengatasi ancaman dari kekuatan militer global. Kapal ini dirancang untuk memadukan sistem Aegis Combat System, kapasitas peluncuran rudal, dan kemampuan navigasi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan kekuatan operasional yang lebih besar, Trump-class diharapkan menjadi bagian integral dari strategi keamanan laut AS, yang selaras dengan tujuan New Policy untuk meningkatkan efisiensi dan keunggulan teknologi dalam pertahanan nasional.

Menurut laporan Pentagon, kapal ini akan memiliki kemampuan untuk menyimpan lebih banyak senjata, termasuk rudal anti-kapal dan sistem pertahanan rudal, serta menyediakan ruang untuk operasi komando selama perang. Fitur ini membuat Trump-class menjadi kapal yang tidak hanya kuat secara serangan, tetapi juga dapat melakukan tugas defensif secara efektif. Dalam konteks New Policy, proyek ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan AS tetap menduduki posisi dominan di laut, terutama di tengah persaingan yang ketat dengan negara-negara seperti Cina dan Rusia. Proyek ini juga menunjukkan keinginan New Policy untuk meningkatkan kesiapan operasional angkatan laut dalam menghadapi situasi yang tidak pasti di masa depan.

Kritik dan Perspektif dari Sektor Militer

Meskipun New Policy menempatkan Trump-class sebagai simbol kemajuan teknologi militer, beberapa ahli mempertanyakan keefektifan proyek ini. Mantan Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, dalam pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa angka-angka biaya masih bersifat estimasi awal. Namun, kebijakan New Policy dianggap sebagai upaya untuk memberikan keunggulan jangka panjang, meski anggaran dan diskusi tentang efisiensi biaya tetap menjadi hambatan. Dalam pernyataannya, Phelan menegaskan bahwa kemampuan kapal ini untuk menghadapi ancaman serangan udara dan rudal adalah kunci keberhasilan New Policy dalam menyeimbangkan antara pengembangan teknologi dan pengelolaan anggaran yang optimal.

“New Policy mengutamakan inovasi teknologi sebagai bagian dari kekuatan militer yang lebih modern,” ujar Phelan. “Meski biaya awalnya tinggi, investasi ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang dalam menghadapi keberagaman ancaman di laut.”

Perbandingan dengan Kapal Perang Sebelumnya

Kapal perang Trump-class menggantikan rekor kapal perang termahal sebelumnya, USS Gerald R. Ford, yang dibangun dengan biaya sekitar US$13,3 miliar. Dengan anggaran total US$17,47 miliar, Trump-class diharapkan menjadi lebih mahal dan lebih lengkap dibandingkan kapal-kapal lainnya. Keunggulan ini mencakup penggunaan bahan konstruksi yang lebih tahan lama, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih canggih, serta kemampuan operasional yang lebih luas. Dalam konteks New Policy, proyek ini dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan AS tetap menjadi kekuatan laut utama, dengan keseluruhan armada yang siap digunakan dalam operasi tempur global. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat aliansi strategis dengan negara-negara sekutu melalui kemampuan operasional yang lebih komprehensif.

Kemungkinan Dampak pada Anggaran Nasional

Sebagai bagian dari New Policy, pembangunan Trump-class menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap anggaran nasional. Pentagon harus menyesuaikan alokasi dana untuk proyek ini, sementara program-program lain seperti pengembangan rudal hipersonik atau kapal selam juga menunggu prioritas. Dengan total anggaran US$17,47 miliar, New Policy memastikan bahwa proyek ini mendapatkan dukungan keuangan yang signifikan, namun juga menimbulkan tekanan untuk menjelaskan manfaat ekonomi dan strategis dari investasi tersebut. Para ahli mengingatkan bahwa meski New Policy menargetkan keunggulan teknologi, penting untuk memastikan bahwa anggaran ini tidak mengganggu kebutuhan pendanaan untuk kekuatan militer lainnya.

Proyek Trump-Class dalam Perspektif Global

Dalam perspektif global, proyek Trump-class menjadi bagian dari upaya New Policy untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam kekuatan laut. Kapal-kapal ini dirancang untuk operasi bersama dengan armada sekutu, serta menunjang kekuatan udara dan darat dalam operasi terpadu. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas AS untuk menghadapi ancaman dari negara-negara yang berkembang, terutama di kawasan Asia-Tenggara dan Timur Tengah. Dengan New Policy yang menekankan keterlibatan aktif AS dalam konflik laut, Trump-class menjadi alat strategis untuk memperkuat posisi geopolitik AS. Angkatan Laut AS telah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kapal pertama dalam tahun 2028, menandai awal dari kebijakan New Policy yang lebih luas.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

3 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.