Internasional

Rencana Trump Ganti Pesawat Dibuat dalam Sehari, Tiga Lembaga Laporkan Ancaman Iran

1786625984_535a4bc18db7ac4ff08e
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Trump Ganti Pesawat dalam Sehari: Ancaman Iran Terdeteksi
  2. Related Reading

Trump Ganti Pesawat dalam Sehari: Ancaman Iran Terdeteksi

Beritabaru1.com – Rencana Trump Ganti Pesawat Dibuat menjadi strategi krusial saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali dari Ankara, Turki. Untuk menghindari serangan rudal Iran yang mengancam keselamatan, sang presiden dipindahkan secara rahasia dari Air Force One ke pesawat lain. Proses pengalihan ini memanfaatkan truk katering bandara sebagai alat transportasi yang tidak mencolok. Tindakan ini menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi dari tim keamanan dan intelijen.

Deteksi Cepat Ancaman dari Iran

Keputusan mendesak ini diambil hanya dalam waktu satu hari setelah agen intelijen Amerika Serikat dan Turki berhasil mengidentifikasi rencana Iran. National Security Agency (NSA), Central Intelligence Agency (CIA), serta dinas intelijen Turki (MIT) bersama-sama menyampaikan informasi kredibel. Mereka melaporkan bahwa Iran berencana meluncurkan rudal darat-ke-udara menuju pesawat yang membawa Trump. Keputusan ini diambil saat konferensi tahunan NATO berlangsung di Ankara pada Juli 2026.

Ancaman tersebut berupa tembakan rudal yang ditujukan langsung ke jet kepresidenan. Para pejabat intelijen menilai risiko sangat tinggi mengingat ketegangan perang AS-Iran yang mendekati bulan keenam. Trump sendiri mengakui risiko besar yang ia hadapi, bahkan menyebut dirinya sebagai target nomor satu dalam daftar orang yang dibunuh Iran.

Proses Pengalihan yang Terencana Sempurna

Awalnya, Trump tiba di Ankara menggunakan Boeing 747 baru yang merupakan sumbangan dari pemerintah Qatar. Namun, jet lama berwarna putih-biru yang telah melayani kepresidenan sejak era 1990-an juga disiapkan di darat sebagai cadangan. Sebelum keberangkatan pada 8 Juli 2026, Trump membagikan pesan di Truth Social. Ia menyatakan berniat menggunakan Air Force One model lama untuk alasan nostalgia.

Rekaman pers menunjukkan Trump menaiki tangga pesawat tua tersebut. Beberapa menit kemudian, truk katering bandara terlihat bergerak menjauh dari pesawat itu menuju jet C-32A milik Angkatan Udara AS. Di dalam truk, Trump didampingi oleh para ajudan setia termasuk Natalie Harp, Walt Nauta, dan Dan Scavino. Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga turut serta dalam penerbangan rahasia menuju pangkalan militer di Inggris.

Pesawat Umpan dan Para Penumpang

Sementara Trump terbang dengan jet C-32A, pesawat yang secara publik dikenal sebagai Air Force One tetap melanjutkan rute aslinya. Pesawat umpan ini membawa Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta sejumlah staf Gedung Putih dan rombongan pers. Rubio dan Bessent menyadari bahwa presiden tidak berada di dalam pesawat tersebut. Namun, para jurnalis dan sebagian besar staf tidak mengetahui hal ini.

Setelah tiba di Inggris, Trump baru berpindah kembali ke pesawat Boeing 747 sumbangan Qatar untuk melanjutkan perjalanan menuju Washington, D.C. Baca juga: Perkembangan terbaru konflik internasional.

Respons Trump terhadap Ancaman

Ancaman ini muncul di tengah ketegangan perang AS-Iran yang mendekati bulan keenam. Trump sendiri mengakui risiko besar yang ia hadapi, bahkan menyebut dirinya sebagai target nomor satu dalam daftar orang yang dibunuh Iran. Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan taktik pengalihan ini, Trump menyatakan bahwa pihak militer dan Secret Service yang memintanya untuk berganti penerbangan.

Terkait risiko yang dihadapi staf dan wartawan di pesawat umpan, Trump memberikan jawaban yang mengejutkan.

“Saya pikir, sebenarnya, pesawat yang saya tumpangi justru berada dalam risiko yang lebih besar,” ujar Trump kepada awak media pada Selasa (11/8).

Ia menegaskan tidak merasa terkejut atau khawatir, mengingat setiap presiden yang berpengaruh pasti menghadapi banyak ancaman.

FAQ: Rencana Trump Ganti Pesawat Dibuat

Apa yang menyebabkan Trump mengganti pesawat secara mendadak? Tiga lembaga intelijen (NSA, CIA, dan MIT) melaporkan ancaman rudal Iran terhadap Air Force One, sehingga Trump dipindahkan menggunakan truk katering bandara.

Kapan peristiwa ini terjadi? Peristiwa ini terjadi pada Juli 2026 saat konferensi NATO di Ankara, dengan keberangkatan Trump pada 8 Juli 2026.

Siapa saja yang berada di pesawat umpan? Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, staf Gedung Putih, dan rombongan pers berada di pesawat yang dianggap sebagai Air Force One.

Bagaimana Trump sampai ke pesawat pengganti? Trump menggunakan truk katering bandara sebagai transportasi rahasia dari pesawat tua ke jet C-32A milik Angkatan Udara AS.

Apakah Trump merasa terancam? Trump menyatakan tidak merasa terkejut atau khawatir, dan bahkan menyebut dirinya sebagai target nomor satu yang dibunuh Iran.

Leave a Comment