Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. Solving Problems: Proyek Kolam Refleksi Lincoln Memorial Garapan Donald Trump Malah Berubah Jadi Hijau Rawa
Internasional

Solving Problems: Proyek Kolam Refleksi Lincoln Memorial Garapan Donald Trump Malah Berubah Jadi Hijau Rawa

Karen Smith Reporter Rabu, 17 Juni 2026 pukul 06:37 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781646613_e3a5b686e7cc8a558256
A worker removes algae from the Lincoln Memorial Reflecting Pool following the completion of recent renovations in Washington, DC, on June 16, 2026. The reflecting pool project, undertaken as part of President Donald Trump’s preparations for the nation’s 250th anniversary, began in April and was completed last week. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Table of Contents

Toggle
  • Donald Trump’s Lincoln Memorial Reflecting Pool Project Turns Green
  • Awal Proyek dan Tujuan Menyelesaikan Masalah
    • Masalah Alga dan Solusi yang Diusulkan
    • Kritik Terhadap Proyek dan Dampak Sejarah

Donald Trump’s Lincoln Memorial Reflecting Pool Project Turns Green

Solving Problems – Proyek kolam refleksi Lincoln Memorial, sebuah simbol sejarah di Washington, D.C., yang awalnya dirancang untuk menghadirkan keindahan baru, justru menghadapi tantangan tak terduga setelah diterapkan oleh Presiden Donald Trump. Kolam ini, yang merupakan bagian dari upaya memperbaiki fasilitas publik, seharusnya menjadi pusat pengalaman visual yang unik. Namun, hasil akhir yang terlihat justru berbeda dari rencana awal: air kolam berubah menjadi hijau seperti rawa. Perubahan ini memicu kritik dari pengunjung dan pengamat, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana proyek yang bertujuan menyelesaikan masalah bisa justru menciptakan situasi baru.

Awal Proyek dan Tujuan Menyelesaikan Masalah

Kolam refleksi Lincoln Memorial dibangun pada tahun 1924 sebagai bagian dari monumen Lincoln, yang merupakan representasi kekuatan dan visi negara. Dalam proyek yang diinisiasi Trump, kolam ini direncanakan dicat biru cerah untuk memperkuat kontras dengan bangunan monumen dan menciptakan efek refleksi yang lebih menarik. Tujuan utamanya adalah menyelesaikan masalah keausan dan penurunan kualitas air yang terjadi selama bertahun-tahun. Dengan dana ratusan ribu dolar, proyek ini diharapkan menjadi contoh inovasi dalam pengelolaan sumber daya publik.

Dalam beberapa hari setelah pengecatan selesai, pengunjung mulai mengeluh tentang perubahan warna kolam. Alga yang tumbuh subur di air kolam mengubah penampilannya dari biru jernih menjadi hijau terang, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas proyek tersebut. Menurut Ravi Desai, turis dari Australia, kolam ini seharusnya menjadi tempat untuk menikmati pantulan monumen Washington, tetapi kini hanya menjadi “bahan eksperimen alami.” Hal ini memperlihatkan bagaimana proyek yang bertujuan menyelesaikan masalah bisa justru menciptakan konflik baru.

Masalah Alga dan Solusi yang Diusulkan

Departemen Taman Nasional (NPS) memperkenalkan strategi untuk mengatasi pertumbuhan alga, termasuk penggunaan teknologi ozon dan nanobubble. Teknik ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas air secara alami tanpa merusak lingkungan sekitar. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan penggunaan hidrogen peroksida sebagai alternatif dari klorin, yang dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, kendala terbesar masih terletak pada efektivitas pengecatan dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana, menurut Nicole Leguillow, warga Virginia.

Perubahan warna kolam memicu kecaman dari pengunjung yang merasa harapan menyelesaikan masalah telah hancur. Farrah Lu, turis dari Tiongkok, mengatakan bahwa alga tersebut justru menjadi bagian dari perubahan yang tak terduga. “Apakah itu terlihat di foto-foto saya? Ya sudah, saya akan menggunakan filter saja untuk menyembunyikan alga tersebut,” katanya. Meski demikian, banyak orang tetap mengakui keindahan kolam, meskipun dengan warna yang berbeda dari harapan.

Kritik Terhadap Proyek dan Dampak Sejarah

Kritik terhadap proyek ini tidak hanya terfokus pada penampilan kolam, tetapi juga pada alasan alokasi dana. Beberapa pihak menilai bahwa investasi besar yang digunakan untuk pengecatan bisa saja dialokasikan ke proyek lain yang lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur di kawasan National Mall. Kolam refleksi Lincoln Memorial bukan hanya landmark, tetapi juga tempat bersejarah yang terkenal karena pidato “I Have a Dream” oleh Martin Luther King Jr. pada tahun 1963. Perubahan yang terjadi mengingatkan kita akan pentingnya menyelesaikan masalah secara berkelanjutan, bukan sekadar untuk kesan estetika.

Dalam upaya menyelesaikan masalah, NPS terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Teknologi modern diterapkan untuk mengendalikan alga, namun hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana kepemimpinan dapat memengaruhi tampilan visual suatu tempat. Meski ada ketidakpuasan, keberhasilan proyek ini dalam memperkenalkan metode baru membuka peluang untuk penyelesaian masalah yang lebih inovatif di masa depan. Dengan menyelesaikan masalah yang satu, kita bisa memperbaiki tantangan lain yang mungkin muncul.

Bagikan:

Berita Terkait

1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

27 Jun 2026
ab97be66-30ad-42dd-a015-df9fd8310bfa-0

Visit Agenda: Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 920 Jiwa, Infrastruktur Runtuh

27 Jun 2026
f77de130-6656-4af1-8bdf-c1ff70e2116c-0

Today’s News: Australia Temukan Kasus Flu Burung

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

1 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

1 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

1 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

1 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

1 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.