Nasib Mobil Murah AS Terancam, Dampak Kebijakan Tarif Trump
Special Plan – Beli mobil baru kini membebani konsumen secara finansial. Ketidakpastian atas perubahan besar di perjanjian perdagangan Amerika Utara (USMCA) berpotensi mengurangi akses ke kendaraan berharga terjangkau. Dengan rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri atau mengubah USMCA, sejumlah produsen asing ancaman menarik model hemat dari pasar AS. Ini berdampak langsung pada mobil populer seperti Honda Civic dan Toyota Corolla, yang komponen utamanya berasal dari ketiga negara dalam perjanjian tersebut.
Jurnal Wall Street melaporkan bahwa kebijakan tarif Trump mengancam suku cadang non-AS dengan tarif hingga 25%. Christian Meunier, Chairman Nissan Americas, menegaskan bahwa tarif ini secara perlahan, “Membunuh mobil-mobil terjangkau kami.” Data dari Kelley Blue Book menunjukkan bahwa era mobil baru di bawah US$20.000 mungkin sudah berakhir. Dengan meningkatnya preferensi konsumen pada trim yang lebih mahal, harga rata-rata jual mobil dalam kategori ini kini naik ke US$22.315.
Kebijakan tarif juga mengakibatkan beberapa model diproduksi hingga akhir 2024. Mitsubishi Mirage telah dihentikan, menyisakan Nissan Versa sebagai satu-satunya pilihan di rentang harga terjangkau. Meski produsen asing berencana menghentikan penawaran model murah, efeknya tidak langsung terasa karena stok di dealer masih ada. Namun, konsumen diingatkan untuk mulai mempertimbangkan alternatif lain, terutama dengan ketidakpastian masa depan USMCA yang mempersempit pilihan mobil berharga terbatas.
Ketidakpastian perdagangan bebas di Amerika Utara mendorong industri otomotif ke posisi rentan. Tanpa kepastian, konsumen semakin terpaksa beralih ke pasar mobil bekaran, yang harga jualnya terus melonjak. Perubahan ini menimbulkan tekanan besar pada akses mobil murah, terutama bagi keluarga atau pengguna pribadi yang mengandalkan opsi ekonomis.
