Special Plan: Nama Trump Dihapus dari Kennedy Center
Special Plan – Sebuah Special Plan kini memaksa Kennedy Center, lembaga seni ternama, untuk mengubah logo dan identitas institusi tersebut, dengan menghapus nama mantan presiden Amerika Donald Trump. Perubahan ini diumumkan setelah putusan pengadilan federal yang memerintahkan penghapusan nama Trump dari seluruh aspek branding dan promosi. Meski tulisan besar di fasad utama gedung tetap menyertakan nama “Donald J. Trump,” penasihat umum Kennedy Center menginstruksikan staf untuk menurunkan penjenamaan tersebut hingga 12 Juni 2026. Special Plan ini menjadi bagian dari upaya untuk memisahkan nama Trump dari sejarah Kennedy Center, yang telah menjadi simbol seni dan budaya sejak didirikan pada tahun 1961.
Langkah-Langkah Implementasi Perintah Pengadilan
Dalam surat resmi yang diterima CNN pekan lalu, penasihat umum Kennedy Center menyatakan bahwa seluruh dokumen, email, kop surat, dan template website harus diperbarui sesuai perintah pengadilan. Perubahan ini mencakup revisi brosur, papan nama, serta formulir yang digunakan oleh staf. “Untuk mematuhi perintah ini, semua elemen yang mencantumkan nama Trump harus diganti dengan ‘The John F. Kennedy Center for the Performing Arts,’ atau ‘Kennedy Center’ secara resmi,” tulis surat tersebut. Special Plan ini juga menargetkan penyelarasan nama dengan identitas lembaga yang selama ini diakui secara internasional.
“Semua orang, mereka sangat ingin saya bertahan, jadi kami akan mempertimbangkannya.” — Citataan dari sumber yang terkait dengan proses revisi nama.
Sebelumnya, Kennedy Center sempat menggunakan nama “Trump Kennedy Center” dalam logo situs webnya setelah dewan pengelola yang mendukung Trump memutuskan untuk mengubah penjenamaan pada Desember 2023. Namun, keputusan tersebut mendapat penolakan dari pengadilan setelah menilai bahwa perubahan nama tersebut tidak sesuai dengan prinsip netralitas institusi. Special Plan ini menjadi konsekuensi dari sengketa hukum yang memicu perdebatan antara pendukung dan kritikus Trump. Dengan penghapusan nama, Kennedy Center diharapkan bisa menghindari kontroversi politik dan fokus pada misi utama sebagai pusat seni.
Proses Hukum dan Niat Trump
Putusan pengadilan yang memerintahkan penghapusan nama Trump merupakan bagian dari kasus yang menggugat keputusan pihak pengelola Kennedy Center. Pihak yang menggugat menegaskan bahwa nama Trump dianggap sebagai bentuk intervensi politik terhadap lembaga nonpartisan. Special Plan awalnya diusulkan sebagai cara untuk mengakui kontribusi Trump terhadap perluasan ruang publik, tetapi kini menjadi simbol perlawanan terhadap penggunaan nama mantan presiden dalam konteks identitas institusi. Meski Trump menarik kembali usulan perubahan nama pekan lalu, ia tetap menunjukkan ketidakpuasan terhadap putusan pengadilan, menyatakan bahwa “seseorang harus melakukannya” untuk menyelesaikan rencana tersebut.
Dalam wawancara saat berada di pesawat Air Force One, Trump menekankan perannya sebagai ketua organisasi tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa Special Plan ini masih bisa diperdebatkan. Namun, pengadilan menganggap bahwa keputusan menahan nama Trump dari branding Kennedy Center adalah keharusan untuk menjaga kredibilitas lembaga. Pihak pengadilan juga menyoroti bahwa selama Trump menjabat, Kennedy Center telah menjadi tempat penyelenggaraan acara kultural yang mendukung keberagaman ide dan seni, sehingga penjenamaan politik dinilai mengganggu sifat netralnya.
Sementara itu, Kennedy Center tetap menjalankan Special Plan dengan mengadakan acara besar akhir bulan ini, termasuk pengumuman Penghargaan Mark Twain untuk Humor Amerika kepada komedian Bill Maher. Acara ini menampilkan nama-nama besar di dunia komedi seperti Louis C.K., Woody Harrelson, serta Jay Leno. Meski terjadi perubahan nama, Kennedy Center tetap berkomitmen pada pengembangan seni dan budaya, dengan harapan bahwa Special Plan ini menjadi langkah awal dari rebranding yang lebih luas.
