Trump Klaim Kesepakatan Energi dengan Xi: Tiongkok Akan Meningkatkan Impor Minyak AS
Konteks Wawancara dan Strategi Diplomasi
Special Plan – Pada wawancara terbaru di acara Hannity, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan perkembangan dinamika hubungan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta visi masa depan kerja sama ekonomi antara dua negara. Ia menekankan ketergantungan Tiongkok pada sumber daya energi dan kemungkinan AS sebagai mitra pasokan utama. Trump menjelaskan bahwa pendekatan Tiongkok dalam berpengaruh terhadap Iran berbasis kekuatan ekonomi, bukan tindakan langsung.
“Ya lihat, dia tidak datang dengan senjata. Dia tidak datang dengan senapan dan tidak datang sambil menembak,” kata Trump. Ia menggambarkan sikap diplomatik Tiongkok yang lebih mengutamakan pembicaraan daripada konfrontasi langsung.
Dalam kesepakatan yang sedang negosiasi, Trump menyebutkan komitmen Tiongkok untuk meningkatkan pembelian minyak dari AS. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan energi yang besar, dengan sekitar 40 persen pasokan minyak Tiongkok saat ini berasal dari wilayah Timur Tengah. Trump berharap Tiongkok akan memperluas akses ke sumber daya energi domestik.
Langkah Strategis Energi Dominance
Trump mengklaim kesepakatan tersebut adalah bagian dari strategi “Energy Dominance” yang ia usung. Menurutnya, AS kini memiliki produksi energi yang luar biasa, melebihi total produksi Arab Saudi dan Rusia. “Kita menghasilkan dua kali lipat minyak dan gas daripada gabungan Arab Saudi dan Rusia sebelum perang,” ujarnya.
“Satu hal yang saya pikir akan kita sepakati, mereka setuju membeli minyak dari Amerika Serikat. Mereka akan pergi ke Texas. Kita akan mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska. Itu hal yang besar. Tidak lama lagi,” jelas Trump.
Menurut Trump, kerja sama ini tidak hanya mencakup minyak, tetapi juga melibatkan seluruh sektor energi, termasuk gas alam cair. Ia menyatakan Tiongkok memiliki permintaan energi yang tinggi, sementara AS memiliki pasokan yang melimpah. Strategi ini bertujuan memperkuat daya tawar AS di tingkat global, serta mengurangi ketergantungan negara-negara sekutu atau lawan dalam hal pasokan energi.
