Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Jelita
  3. Main Agenda: Misinformasi Skincare Picu Kulit Sensitif, Dokter Soroti Bahaya Overlayering
Jelita

Main Agenda: Misinformasi Skincare Picu Kulit Sensitif, Dokter Soroti Bahaya Overlayering

Richard Moore Reporter Senin, 25 Mei 2026 pukul 01:58 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779647704_3ac08780576a115e1adf

Table of Contents

Toggle
  • Main Agenda: Skincare Misinformasi Picu Risiko Kulit Sensitif, Dokter Soroti Overlayering
    • Misinformasi dan Risiko Overlayering
    • Edukasi Berbasis Ilmu sebagai Solusi
    • Peran Dokter dalam Memperkuat Main Agenda
    • Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan

Main Agenda: Skincare Misinformasi Picu Risiko Kulit Sensitif, Dokter Soroti Overlayering

Main Agenda – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan kulit, Main Agenda menyoroti masalah yang semakin umum terjadi akibat dari misinformasi dalam industri skincare. Dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, seorang dermatolog dan pendiri Dermis Clinic, menyatakan bahwa banyak pasien yang mengalami gangguan kulit sensitif karena mengikuti panduan perawatan yang dianggap efektif, tetapi tidak selalu cocok dengan kondisi kulit mereka. “Main Agenda ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilihan produk skincare yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan individu,” tuturnya dalam acara diskusi Isispharma Dermfluencer Movement di Jakarta, Sabtu (23/5).

Misinformasi dan Risiko Overlayering

Salah satu kesalahan umum dalam penggunaan skincare adalah overlayering, yaitu penggunaan produk sekaligus dalam jumlah berlebihan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lapisan perlindungan kulit. Dr. Hafiza menekankan bahwa kebiasaan ini sering kali memperparah kondisi kulit sensitif, terutama jika produk tersebut mengandung bahan aktif yang kuat. “Karena Main Agenda berfokus pada edukasi, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua produk yang viral di media sosial cocok untuk mereka,” tambahnya.

Banyak orang tergoda oleh promosi produk skincare yang menawarkan hasil instan, namun tidak menyadari bahwa kelebihan penggunaan bahan eksfoliasi atau pelembap bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, atau bahkan kekeringan kulit. Menurut dr. Hafiza, risiko ini meningkat seiring berjalannya waktu karena informasi yang tidak valid mudah menyebar melalui platform digital. “Main Agenda juga berperan dalam menekankan bahwa setiap langkah perawatan harus disesuaikan dengan kondisi kulit pribadi,” jelasnya.

Edukasi Berbasis Ilmu sebagai Solusi

Untuk mengatasi masalah ini, Regenesis Indonesia dan Isispharma meluncurkan inisiatif ‘Dermfluencer Movement’ yang dimaksudkan sebagai bagian dari Main Agenda mereka dalam meningkatkan kualitas edukasi dermatologi. Gerakan ini menggabungkan tenaga ahli dan konten ilmiah untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat dan bermanfaat. “Dengan Main Agenda ini, kami ingin menciptakan kesadaran publik bahwa skincare tidak bisa dianggap sebagai solusi universal,” kata Gregoire Dewavrin, pendiri Isispharma, dalam kesempatan yang sama.

Gregoire menjelaskan bahwa produk dermo-kosmetik yang dikembangkan oleh Isispharma telah melalui uji klinis untuk menjamin efektivitasnya. “Ini adalah bentuk implementasi Main Agenda, yaitu menyediakan solusi berbasis sains yang bisa diakses oleh berbagai kalangan,” ujarnya. Melalui produk-produk seperti Secalia Series, Neotone, dan Ruboril, Isispharma berupaya untuk menjawab kebutuhan spesifik dari pasien dengan masalah kulit sensitif, atopik, dan hiperpigmentasi.

Peran Dokter dalam Memperkuat Main Agenda

Dalam upaya memperkuat Main Agenda, peran dokter sebagai sumber informasi yang terpercaya menjadi semakin penting. Dr. Hafiza mengingatkan bahwa masyarakat perlu mengandalkan konsultasi dengan profesional untuk memahami cara menggunakan produk skincare secara tepat. “Main Agenda ini juga mendorong kolaborasi antara dokter dan industri untuk menghasilkan konten yang relevan dan bermanfaat,” katanya.

Kebutuhan akan edukasi yang lebih menyeluruh membawa Regenesis dan Isispharma untuk mengadakan kolaborasi lebih dari 13 tahun. “Kemitraan ini tidak hanya mendukung Main Agenda, tetapi juga memastikan bahwa produk yang dipasarkan sesuai dengan prinsip ilmiah dan klinis,” papar Presiden Direktur Regenesis, Emmy Noviawati. Dengan pendekatan ini, Main Agenda diharapkan mampu membantu masyarakat mengurangi risiko misinformasi yang memengaruhi kesehatan kulit mereka.

Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan

Menurut dr. Hafiza, Main Agenda dalam edukasi skincare harus terus ditingkatkan agar masyarakat bisa membedakan antara informasi yang benar dan yang membingungkan. “Dengan Main Agenda yang kuat, kita bisa mengurangi dampak negatif dari overlayering dan memberikan perawatan yang lebih aman,” tuturnya. Di sisi lain, Gregoire berharap inisiatif ini mampu menjadi pilar dalam menjaga kualitas informasi di industri kecantikan.

Bagikan:

Berita Terkait

1782258147_c5f14ad7b80d9012e51a

Solution For: Benarkah Menyisir Rambut 100 Kali Bikin Sehat? Ini Fakta Sainsnya

24 Jun 2026
1781960382_337324b2e1547d1fce39

Apakah Makanan dan Minuman Bisa Menyebabkan Kulit Kusam? Ini Penjelasannya

20 Jun 2026
1781454821_82c540cd31c2d09be592

Main Agenda: Pilih Perawatan Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Sekadar Ikut Viral

15 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

9 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

9 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

9 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.