MRT Fase 2A Senilai Rp25,3 Triliun Ditargetkan Rampung 2029
Daftar Isi
Progres MRT Fase 2A Capai 62,68 Persen, Ditargetkan Selesai 2029
Beritabaru1.com – Proyek pembangunan MRT Fase 2A pada Lin Utara Selatan kini menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pekerjaan telah menyentuh angka 62,68 persen, melampaui target awal sebesar 61,92 persen. Proyek yang menelan anggaran Rp25,3 triliun ini dibiayai melalui skema pinjaman kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Rendy Primartantyo, selaku Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai pembiayaan proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa total biaya pembangunan Fase 2A mencapai Rp25,3 triliun dengan sumber pendanaan dari pinjaman kerja sama Indonesia-Jepang. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Kamis (13/8).
Rute dan Pembagian Segmen Proyek
Fase 2A Lin Utara Selatan dirancang untuk menghubungkan dua titik penting, yaitu Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota. Jalur ini membentang sepanjang 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah yang akan beroperasi. Nama-nama stasiun tersebut meliputi Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama mencakup rute Bundaran HI-Harmoni dengan target penyelesaian akhir tahun 2027. Sementara itu, segmen kedua yang menghubungkan Harmoni-Kota ditargetkan rampung pada akhir 2029.
Detail Perkembangan Konstruksi per Paket
Setiap paket kontrak menunjukkan tingkat kemajuan yang berbeda-beda. Untuk paket CP201, realisasi pekerjaan mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen. Rendy menyebutkan angka ini sebagai indikasi positif dalam pelaksanaan konstruksi.
Pada Stasiun Thamrin, tim konstruksi telah memasuki berbagai tahap pekerjaan. Aktivitas yang sedang berlangsung antara lain reinstatement area pejalan kaki di sekitar lokasi stasiun, pembangunan ulang halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, instalasi sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP), serta pekerjaan atap dan finishing untuk entre 5, 7, dan 8.
Di Stasiun Monas, fokus utama adalah penyelesaian pekerjaan interior dan akses entre 2. Selain itu, tim juga menangani reinstatement boks stasiun sisi utara. Tahap uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test juga telah dimulai.
Paket kontrak CP202 yang mencakup pembangunan terowongan serta stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar kini telah mencapai 68,00 persen. Salah satu pencapaian penting dalam paket ini adalah terobosan mesin bor terowongan 1 yang menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar pada Juli 2026. Hal ini menandai bahwa terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota telah berhasil terhubung.
Sementara itu, paket kontrak CP203 mencatatkan kemajuan sebesar 86,85 persen. Pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok meliputi instalasi pipa, pemasangan kabel, plastering, pengecatan, serta pemasangan panel ACP dinding. Berbagai pekerjaan arsitektural lainnya juga masih terus dilakukan untuk memastikan kelancaran proyek.
Penyelesaian paket kontrak ini menjadi salah satu milestone penting dalam konstruksi sipil di Indonesia, mengingat kompleksitas pembangunan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is MRT Fase 2A Senilai Rp25 3 Triliun?
MRT Fase 2A Senilai Rp25 3 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does MRT Fase 2A Senilai Rp25 3 Triliun matter?
MRT Fase 2A Senilai Rp25 3 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.