Tradisi Tambah Panjang Bendera Kirab Warga Curug Tangerang Tembus 81 Meter
Daftar Isi
Tradisi Tambah Panjang Bendera Kirab Warga Curug Tangerang Tembus 81 Meter
Beritabaru1.com – Setiap tahun, masyarakat Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar Tradisi Tambah Panjang Bendera Kirab sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), kain merah-putih sepanjang 81 meter diarak oleh ribuan warga menyusuri rute pawai yang membentang hingga 17 kilometer. Angka tersebut bukan sekadar ukuran kain, melainkan simbol keberlanjutan semangat kebangsaan yang terus tumbuh dari generasi ke generasi tanpa pernah terputus.
Sebuah Tradisi yang Bertumbuh Setiap Tahun
Sejak pertama kali diarak pada peringatan HUT ke-75 RI, panjang kain kebangsaan tersebut diperpanjang secara bertahap setiap tahun. Camat Curug, Arief Rachman Hakim, menjelaskan bahwa penambahan ukuran dilakukan secara konsisten dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas perayaan desa.
“Untuk kirab bendera itu memang tahun demi tahun itu terus kita tambah panjang ukurannya. Dari mulai awal pertama kali kirab itu di HUT ke-75 sampai dengan sekarang 2026 sudah mencapai panjangnya hingga 81 meter,” kata Arief.
Proses pengadaan kain, pembuatan tiang pengibar, serta seluruh logistik pawai ditangani sepenuhnya oleh warga desa. Tidak ada sepeser pun anggaran dari pemerintah kecamatan maupun desa yang dialokasikan untuk kegiatan ini. Seluruh biaya ditanggung secara kolektif oleh masyarakat Cukanggalih melalui gotong-royong dan sumbangan sukarela antar-RW.
Karnaval Antar-RW yang Lahir dari Swadaya
Bersamaan dengan arak-arakan bendera raksasa, warga juga menggelar karnaval kebangsaan yang menampilkan beragam kreasi: ogoh-ogoh, replika tank dan panser, tiruan rumah basecamp pahlawan, serta hiasan berbentuk unta dan gajah. Rute pawai dimulai dari Kantor Kecamatan Curug dan berakhir di Pusat Pemerintahan Daerah (Puspemda) Tigaraksa, membentang sejauh 17 kilometer melintasi sejumlah dusun dan permukiman padat.
Sekitar 27 kendaraan hias berukuran besar serta 28 odong-odong yang dikendarai langsung oleh warga menjadi sorotan utama sepanjang rute. Kurang lebih 1.000 kendaraan roda dua turut mengiringi konvoi, menciptakan lautan manusia yang memadati jalanan Curug sepanjang hari perayaan kemerdekaan.
Arief menegaskan bahwa sekitar 70 persen penduduk Cukanggalih turun ke jalan untuk ikut memeriahkan perayaan bersama pemerintah daerah. Setiap RW dan dusun berlomba-lomba menyiapkan kendaraan hias dan kreasi unik sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga Tradisi Tambah Panjang Bendera Kirab agar tetap hidup dan terus berkembang.
“Semua RW, semua dusun berlomba-lomba membuat kendaraan hias dan kreasi untuk menyemarakkan HUT RI,” ujarnya.
Apresiasi dari Bupati Tangerang
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas antusiasme warga. Baginya, pawai tersebut merupakan wujud penghormatan mendalam terhadap para pejuang kemerdekaan tahun 1945 sekaligus cerminan kecintaan masyarakat terhadap tanah air yang tidak bisa diukur dengan angka.
“Ini menunjukkan bahwa kita semua semangat selaku warga negara untuk mengingatkan kembali para pahlawan yang telah berjuang, dan kita yang masih hidup melanjutkan perjuangannya dari segala aspek, terutama terkait penyesuaian perkembangan zaman dan SDM di Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Maesyal menilai aksi swadaya semacam itu membuktikan bahwa semangat nasionalisme dan rasa memiliki terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih berkobar kuat di kalangan masyarakat Tangerang. Ia berharap aparatur pemerintah daerah juga termotivasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik demi kesejahteraan warga.
“Semoga kita semua aparatur bisa termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya melayani masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkas dia.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Kapan tradisi ini pertama kali dimulai? Arak-arakan bendera pertama kali digelar pada peringatan HUT ke-75 RI. Sejak saat itu, panjang kain diperpanjang setiap tahun hingga mencapai 81 meter pada penyelenggaraan tahun 2026.
Siapa yang mendanai seluruh rangkaian kegiatan? Masyarakat Desa Cukanggalih secara mandiri. Tidak ada keterlibatan anggaran pemerintah kecamatan maupun desa; seluruh biaya ditanggung melalui gotong-royong warga.
Seberapa jauh rute pawai dan berapa banyak peserta? Rute membentang 17 kilometer dari Kantor Kecamatan Curug ke Puspemda Tigaraksa. Sekitar 70 persen penduduk desa turun ke jalan, diiringi kurang lebih 1.000 kendaraan roda dua, 27 kendaraan hias besar, dan 28 odong-odong.
Apakah kegiatan ini akan terus berlanjut? Berdasarkan pernyataan Camat Curug, penambahan panjang dilakukan setiap tahun tanpa rencana penghentian, menjadikan tradisi ini bagian permanen dari kalender perayaan kemerdekaan di wilayah Curug.