Nusantara

3 Korban Gempa Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas

1787031306_e06558f9b22923c327e2
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. 3 Korban Gempa Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas
  2. Related Reading

3 Korban Gempa Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas

Beritabaru1.com – 3 korban gempa Manggarai Timur yang mengalami cedera serius berhasil dievakuasi menggunakan helikopter milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Selasa, 18 Agustus. Operasi penyelamatan ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah terhadap gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta luka-luka pada warga setempat.

Kronologi Operasi Evakuasi Udara

Helikopter Dauphin AS 365 N3+ dengan kode registrasi HR-3604 tiba di Posko Utama Satar Kampas pada pukul 10.28 WITA. Pesawat udara tersebut sebelumnya disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, dan diterbangkan langsung ke titik kumpul korban setelah menerima perintah operasi dari komando SAR. Di posko, tim medis gabungan telah menyiapkan jalur evakuasi agar proses pemuatan ke dalam kabin berlangsung cepat dan aman.

Setelah ketiga korban dinaikkan ke dalam helikopter, pesawat kembali mengudara menuju Labuan Bajo dan mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, hadir langsung di lapangan bersama Tim SAR Gabungan untuk memantau seluruh tahapan operasi, mulai dari pendaratan di posko hingga serah terima korban kepada tim medis di bandara.

Kondisi Medis dan Identitas Korban

Ketiga warga yang dievakuasi mengalami cedera berat berupa fraktur (patah tulang) serta dislokasi (keluar sendi), sehingga memerlukan penanganan ortopedi tanpa penundaan. Salah satu korban adalah seorang anak perempuan berusia lima tahun yang kondisinya memerlukan perhatian medis khusus. Mereka berasal dari Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, keduanya berada di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Sesampainya di Bandara Komodo, seluruh korban segera diangkut menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk menjalani operasi dan perawatan lanjutan. Dokter spesialis ortopedi beserta tim medis mendampingi mereka sepanjang proses transfer dari helikopter ke kendaraan ambulans, memastikan tidak ada jeda penanganan.

Perintah Siaga Penuh dari Pimpinan Basarnas

Mohammad Syafii menegaskan bahwa seluruh personel Tim SAR Gabungan maupun Potensi SAR di wilayah NTT wajib mempertahankan status siaga penuh guna merespons kebutuhan evakuasi, medis, dan logistik masyarakat terdampak gempa.

“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini. Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak.”

Syafii juga mengingatkan bahwa potensi gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga warga di kawasan pesisir dan lereng perbukitan Manggarai Timur diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.

FAQ: Informasi Praktis Terkait Evakuasi Korban

Apakah helikopter Basarnas masih beroperasi di wilayah Manggarai Timur? Ya. Helikopter HR-3604 dan unit pendukung lainnya tetap disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mendukung operasi SAR lanjutan selama masa tanggap darurat gempa M 7,7.

Ke mana korban diangkut setelah mendarat di Labuan Bajo? Seluruh korban langsung diarahkan ke rumah sakit terdekat melalui ambulans untuk menjalani penanganan ortopedi dan observasi medis lanjutan.

Bagaimana warga terdampak dapat menghubungi Tim SAR Gabungan? Masyarakat dapat menghubungi Posko Utama Satar Kampas atau posko-posko SAR di kecamatan terdekat. Koordinasi juga dilakukan melalui pemerintah desa dan kecamatan Lamba Leda Utara.

Leave a Comment