Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Dua Orang Meninggal di Sikka
Gempa Magnitudo 7,7 di NTT: Dua Warga Tewas, Evakuasi Pesisir Dimasifkan
Beritabaru1.com – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2020, pukul 04.58 WIB. Gempa Magnitudo 7 7 di NTT ini menyebabkan dua warga kehilangan nyawa dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Bencana ini terutama melanda Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pusdalops serta seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang merasakan dampak guncangan terus memantau situasi secara intensif. Koordinasi dengan unsur terkait juga dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat dan dampak yang ditimbulkan secara menyeluruh.
Wilayah Terdampak Luas dan Guncangan Terasa Jauh
Berdasarkan laporan pendahuluan dari Kodim Sikka, gempa bumi berdampak signifikan di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Maros. Masyarakat di beberapa wilayah tersebut turut merasakan guncangan dan sebagian berhamburan keluar rumah dalam keadaan panik.
Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan instansi terkait menyusul adanya peringatan dini tsunami serta melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Proses evakuasi ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gelombang tsunami.
Kondisi serupa dilaporkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat merasakan gempa sangat kuat selama kurang lebih satu menit dan sebagian besar warga keluar rumah. BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pesisir. Evakuasi ini mencakup pemindahan warga ke tempat-tempat yang lebih aman dan tinggi dari permukaan laut.
Aftershock dan Evakuasi Berjalan Lancar
Pascagempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan yang cukup signifikan. Gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada.
Tim gabungan masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan korban serta memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Proses evakuasi ini melibatkan berbagai pihak termasuk TNI, Polri, dan relawan lokal.
“Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).
“BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi di wilayah terdampak. Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan,” ungkapnya.
Imbauan untuk Masyarakat dan FAQ
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri.
FAQ Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
1. Kapan gempa Magnitudo 7,7 di NTT terjadi? Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2020, pukul 04.58 WIB.
2. Berapa jumlah korban jiwa akibat gempa ini? Dua warga meninggal dunia, terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.
3. Apakah gempa berpotensi tsunami? Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tidak berpotensi tsunami, namun evakuasi pesisir tetap dilakukan sebagai langkah preventif.
4. Wilayah mana saja yang merasakan guncangan? Guncangan terasa di NTT, NTB (Kota Bima), dan Sulawesi Selatan (Jeneponto, Selayar, Maros).
5. Bagaimana cara mendapatkan informasi resmi? Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.