Polda NTT Dapat Penghargaan MURI untuk Inovasi Terapi Kesehatan Mental
Beritabaru1.com – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencatatkan prestasi nasional dengan memperoleh dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam bidang pelayanan terapi kesehatan mental. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Aula Polda NTT, Sabtu (4/7). Kedua rekor tersebut terkait dengan penerapan metode terapi USIFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) atau juga disebut Ultimate SBMS (Emotional Freedom Technique) kepada anggota Polri dan masyarakat, serta penyelenggaraan terapi secara serial yang melibatkan jumlah peserta terbesar, yaitu 11.663 orang.
Kapolda NTT: Penghargaan Sebagai Bukti Upaya Berhasil
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menegaskan bahwa penghargaan MURI bukanlah tujuan utama, melainkan penanda bahwa usaha dalam menyediakan layanan kesehatan mental telah berjalan efektif. “Bagi kami, penghargaan ini hanyalah simbol dari upaya yang kita lakukan bersama untuk memberi manfaat kepada banyak orang,” tuturnya.
Rudi menjelaskan, program ini bertujuan memperkuat ketahanan psikologis anggota Polri yang menghadapi tekanan tugas, sekaligus mendukung masyarakat NTT yang mengalami masalah seperti stres, depresi, atau kehilangan semangat hidup. “Kami ingin membantu anggota Polri mengatasi beban berat dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi gangguan mental,” ujarnya.
Metode USIFT: Teknik Stimulasi Titik Meridian
Perwakilan MURI, Jufransysh Almi Birama, menyebutkan bahwa Polda NTT mendapat dua rekor setelah melaksanakan terapi USIFT secara berkelanjutan sejak 12 Juni 2026. Metode ini diterapkan di 22 unit kerja Polda NTT dan telah mencapai 11.663 peserta. “Polda NTT resmi diakui sebagai institusi pertama yang menggunakan USIFT untuk layanan kesehatan mental, serta penyelenggara terapi serupa dengan jumlah peserta tertinggi,” kata Jufransysh saat membacakan piagam penghargaan.
Penghargaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-80, yang menegaskan komitmen Polda NTT dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui perbaikan kesehatan mental personel dan warga.
Agus EH: USIFT Mengatur Gelombang Otak dengan Titik Meridian
Agus EH dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga menjelaskan bahwa terapi USIFT bekerja dengan menstimulasi 17 titik meridian di tubuh. Teknik ini ditujukan untuk mengatasi kondisi emosional seperti kecemasan, ketakutan, atau stres. “Aktivitas gelombang listrik otak menjadi tidak teratur ketika seseorang mengalami masalah psikologis. Dengan mengetuk titik-titik tersebut, aliran listrik tubuh dan neurotransmitter menjadi lebih stabil,” katanya.
Agus menambahkan, metode ini juga menggabungkan sugesti positif untuk memperkuat efek terapi. “Sugesti ini membantu peserta merasa lebih tenang, rileks, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik,” ujarnya.

