Nusantara

Pemberdayaan dan Kemitraan Masyarakat Kampus ini Perkuat Daya Saing Batik Kopi Pariangan

1786722040_f5d5512cb37d21f5a888
Foto : Mark Brown - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Kemitraan Kampus Kuatkan Daya Saing Batik Kopi Pariangan
  2. Related Reading

Kemitraan Kampus Kuatkan Daya Saing Batik Kopi Pariangan

Beritabaru1.com – Universitas PGRI Sumatera Barat melalui program Pemberdayaan dan Kemitraan Masyarakat Kampus (PKM) menggalakkan potensi usaha Batik Kopi Pariangan. Lokasi usaha ini berada di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pendanaan program bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Implementasi program berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus 2026. Fokus utamanya meliputi penguatan kapasitas usaha lokal, penambahan nilai produk, serta penyusunan strategi pemasaran yang responsif terhadap dinamika ekonomi digital. Proses monitoring dan pendampingan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

Keunikan Produk sebagai Modal Ekonomi

Batik Kopi Pariangan menonjol sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif dengan ciri khas tersendiri. Produk ini mengintegrasikan kopi ke dalam proses pembuatan dan identitas visual batik. Keunikan ini menjadi aset berharga untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang menggabungkan nilai seni, budaya, dan daya saing ekonomi.

Menurut Dr. Yendra, Ketua Tim Pelaksana PKM dari Universitas PGRI Sumatera Barat, program ini dirancang untuk merespons kebutuhan mitra dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Ia menyampaikan bahwa program tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki keterampilan, sistem pengelolaan usaha, identitas merek, serta strategi promosi yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produk, juga bagaimana masyarakat memiliki keterampilan, sistem pengelolaan usaha, identitas merek, dan strategi promosi yang mampu mendukung keberlanjutan usaha.

Dr. Yendra menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan. Masyarakat didorong agar mampu mengembangkan inovasi, membaca peluang pasar, meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan.

Empat Pilar Kegiatan Utama

Program PKM ini mengusung empat kegiatan utama. Pertama, pengembangan diversifikasi produk turunan batik. Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas jenis dan variasi produk sehingga Batik Kopi Pariangan tidak hanya bertumpu pada produk batik utama, namun dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik pasar yang lebih luas.

Kedua, penguatan sistem manajemen data digital. Pengelolaan data usaha menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang lebih profesional. Melalui sistem digital, mitra didorong untuk memiliki pengelolaan informasi usaha yang lebih tertata sehingga dapat mendukung proses produksi, pencatatan, dokumentasi, dan pengembangan usaha.

Ketiga, penguatan identitas branding dan citra merek. Batik Kopi Pariangan memiliki keunikan lokal yang perlu diterjemahkan menjadi identitas merek yang kuat. Penguatan branding diharapkan mampu mempertegas karakter produk sekaligus membangun citra yang mudah dikenali konsumen.

Keempat, pengembangan struktur promosi melalui media digital. Perubahan perilaku konsumen mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, mitra diberikan penguatan dalam penyusunan dan pengelolaan promosi digital secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas bidang di Universitas PGRI Sumatera Barat. Tim pelaksana terdiri Dr. Yendra, S.S., M.Hum. sebagai Ketua, Dr. Zulfaneti, M.Si. dan Ami Anggraini Samudra, M.Sc. sebagai anggota. Program juga melibatkan mahasiswa, yakni Jasril, Nisrina Saliha, dan Muhammad Ulul Albab.

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah program studi dari berbagai unit akademik. Dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) terlibat Program Studi Pendidikan Informatika dan Program Studi Sains Data. Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, terlibat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara itu, dari Pascasarjana terlibat Program Studi S2 Studi Humanitas.

Keterlibatan lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan program karena pengembangan usaha masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berkaitan dengan produksi, juga teknologi informasi, pengelolaan data, komunikasi, bahasa, branding, dan pemahaman terhadap konteks sosial-budaya masyarakat.

Yendra menjelaskan bahwa program tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita, melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat sehingga mampu membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program PKM

Berapa lama program Pemberdayaan dan Kemitraan Masyarakat Kampus berlangsung? Program ini dilaksanakan dari bulan Juni hingga Agustus 2026, dengan proses monitoring dan pendampingan yang berlanjut hingga akhir tahun 2026.

Apa saja empat kegiatan utama dalam program ini? Empat kegiatan utama meliputi pengembangan diversifikasi produk turunan batik, penguatan sistem manajemen data digital, penguatan identitas branding dan citra merek, serta pengembangan struktur promosi melalui media digital.

Siapa saja yang terlibat dalam tim pelaksana program? Tim pelaksana terdiri dari Dr. Yendra, S.S., M.Hum. sebagai Ketua, Dr. Zulfaneti, M.Si. dan Ami Anggraini Samudra, M.Sc. sebagai anggota, serta tiga mahasiswa yaitu Jasril, Nisrina Saliha, dan Muhammad Ulul Albab.

Bagaimana program ini mendukung Asta Cita? Program sejalan dengan Asta Cita melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat sehingga mampu membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Leave a Comment