Olahraga

3 Pria India Punya Tugas Unik ‘Peniru Lutung’ di Kejuaraan Dunia BWF

1786553216_6e6d13a6c041c73617eb
Foto : Emily Davis - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Tiga Peniru Suara Lutung Siap Jaga Kejuaraan Dunia BWF 2026
  2. Related Reading

Tiga Peniru Suara Lutung Siap Jaga Kejuaraan Dunia BWF 2026

Beritabaru1.com – Menjelang gelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 yang akan diselenggarakan di New Delhi, tiga warga India menerima tugas istimewa. Mereka ditugaskan meniru panggilan lutung guna mengusir monyet rhesus dari Indira Gandhi Indoor Stadium. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus 2026 ini memerlukan perhatian khusus terhadap satwa liar yang sering mengganggu.

Metode Tradisional yang Kembali Digunakan

Salah satu dari ketiga pria tersebut bernama Jabbar. Bersama dua temannya, ia akan mengeluarkan suara pendek dan keras yang menyerupai panggilan lutung setiap kali monyet mendekati area stadion. Menurut pengakuan Jabbar kepada Hindustan Times, teknik ini terbukti ampuh. “Ketika kami melakukan panggilan ini, monyet-monyet itu langsung lari,” katanya.

Keputusan merekrut peniru suara ini bermula dari insiden Januari 2026. Saat itu, seekor monyet rhesus berhasil masuk ke area India Open dan terlihat berkeliaran di sekitar tribun serta ruang latihan. Kejadian tersebut mendorong panitia untuk memperketat persiapan venue. Sebelumnya, India Open juga pernah terganggu oleh burung dan kotorannya yang jatuh ke lapangan.

Beberapa pembenahan telah dilakukan, termasuk pemasangan pintu otomatis dan sistem pintu ganda untuk mencegah monyet maupun anjing liar masuk. Berbagai langkah lain juga diterapkan untuk mengatasi gangguan burung dan serangga. 3 Pria India Punya Tugas ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh menjaga kenyamanan penonton dan atlet selama turnamen berlangsung.

Nilai Ekonomi dan Warisan Keluarga

Lutung asli tidak lagi digunakan untuk mengusir monyet rhesus karena satwa tersebut mendapat perlindungan hukum di India. Larangan kepemilikan, perdagangan, maupun penyewaan berlaku bagi lutung. Pemerintah Delhi bahkan menghentikan praktik penggunaan lutung terlatih sejak tahun 2012.

Sebagai gantinya, tiga langur mimics atau peniru suara lutung kini dipekerjakan. Keahlian mereka memiliki nilai ekonomi yang cukup menarik. Jabbar dan rekan-rekannya akan menerima bayaran sekitar ₹20.000 hingga ₹25.000 per tugas. Namun, pekerjaan ini tidak berlangsung rutin karena mereka hanya dipanggil ketika diperlukan. 3 Pria India Punya Tugas yang unik ini menunjukkan bagaimana tradisi tetap relevan di era modern.

Bagi Jabbar, kemampuan menirukan suara lutung merupakan keahlian turun-temurun. “Ini adalah pekerjaan turun-temurun kami. Kami telah melakukannya sepanjang hidup kami,” tambahnya.

Apresiasi dari Bintang Bulu Tangkis

Penggunaan manusia yang menirukan suara lutung bukanlah hal baru bagi Delhi. Strategi serupa pernah diterapkan saat India menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2023. Peniru suara lutung kala itu digunakan bersama replika lutung berukuran sebenarnya di sejumlah lokasi untuk mencegah monyet rhesus mengganggu kegiatan.

Cara tersebut kini kembali digunakan dalam konteks persiapan ajang olahraga internasional. Bintang bulu tangkis India PV Sindhu turut mengapresiasi langkah penyelenggara. Melalui akun X @Pvsindhu1, ia menyampaikan bahwa solusi tersebut mungkin terlihat lucu, tetapi upaya di baliknya patut dihargai.

You can laugh at the solution, but you have to love the effort.

Sindhu juga menilai pendekatan tersebut sebagai sesuatu yang “uniquely Indian” dan mencerminkan semangat, kehangatan, serta keramahan India dalam menyambut dunia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peniru Lutung di BWF 2026

Berapa banyak peniru suara lutung yang ditugaskan untuk BWF 2026? Tiga pria India ditugaskan khusus untuk meniru suara lutung guna mengusir monyet rhesus dari Indira Gandhi Indoor Stadium selama turnamen berlangsung.

Berapa bayaran yang diterima para peniru suara lutung? Jabbar dan dua rekannya menerima bayaran sekitar ₹20.000 hingga ₹25.000 per tugas, meskipun pekerjaan ini tidak berlangsung setiap hari.

Mengapa monyet rhesus menjadi masalah di stadion India? Monyet rhesus sering masuk ke area stadion dan mengganggu pertandingan. Insiden Januari 2026 saat monyet berkeliaran di tribun menjadi pemicu utama penggunaan peniru suara lutung.

Apakah metode ini sudah pernah digunakan sebelumnya? Ya, strategi serupa pernah diterapkan saat India menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2023 di Delhi.

Selain tiga peniru suara lutung, penyelenggara juga memperketat keamanan venue dengan menutup ventilasi, memasang jaring burung, serta menggunakan pintu otomatis dan sistem ganda. Jabbar dan dua rekannya bertugas memastikan monyet rhesus tidak kembali menjadi “penonton” di arena. (Elisa Rosalind/E-4)

Leave a Comment