Lima Kerajaan Adat Lampung Beri Gelar Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi
Topics Covered: Pada hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung, gelar kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” diberikan oleh lima kerajaan adat setempat sebagai bentuk apresiasi atas perannya dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan melestarikan budaya Nusantara. Upacara penanaman gelar ini berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu (27/6), dan dihadiri oleh Sultan, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Latar Belakang Gelar Baginda Pemuka Bangsa
Gelar “Baginda Pemuka Bangsa” merupakan penghargaan tradisional yang diberikan oleh kerajaan adat Lampung, seperti Kerajaan Sekala Brak, Kerajaan Kedaton, Kerajaan Banten, Kerajaan Pagaralam, dan Kerajaan Walisongo. Tradisi ini memiliki sejarah panjang yang mencerminkan peran penting pemimpin adat dalam menjaga kesatuan dan keharmonisan antar kelompok masyarakat. Dalam upacara, Jokowi tidak hanya menerima gelar ini, tetapi juga berkesempatan memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan komunitas adat daerah.
“Pemberian gelar ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian budaya Lampung dan Nusantara. Saya berharap, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan agar nilai-nilai tradisional tidak terlupakan,” ujar Jokowi dalam sambutannya.
Momen Penting dalam Upacara Adat
Penghargaan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan Jokowi yang bertujuan memperkuat komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya. Upacara yang dipimpin oleh Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 dihadiri oleh ribuan warga yang antusias menyaksikan prosesi bersejarah tersebut. Jokowi mengenakan pakaian adat Lampung sebagai simbol penghormatan terhadap kebudayaan lokal, yang mencerminkan kepeduliannya terhadap identitas nasional.
“Saya sangat menghargai dan menghormati kebudayaan yang terus kita rawat. Kehadiran saya di sini adalah bentuk kepercayaan masyarakat adat kepada kepemimpinan yang sejalan dengan nilai-nilai tradisional,” lanjut Jokowi.
Dalam sambutannya, Jokowi menekankan pentingnya pendidikan dan pengawasan terhadap tradisi lokal. Ia menyatakan bahwa budaya Lampung tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun keberagaman dalam satu kesatuan. “Topics Covered ini membuktikan bahwa penghargaan terhadap budaya bisa datang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemimpin nasional,” tambahnya.
Setelah upacara, Jokowi berpindah kegiatan dengan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Bandar Lampung. Namun, momen gelar adat tetap menjadi fokus utama kunjungan ini, karena menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Jokowi selaras dengan aspirasi masyarakat adat dalam menjaga identitas budaya. Beberapa tokoh adat menyatakan bahwa gelar ini tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi.
“Gelar ini menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi memahami keberagaman budaya Indonesia. Ia tidak hanya mengakui kekayaan budaya Lampung, tetapi juga mendorong pengembangan budaya lainnya melalui kebijakan yang inklusif,” kata Sultan Sekala Brak dalam wawancara usai upacara.
Penanaman gelar Baginda Pemuka Bangsa ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana tradisi adat bisa diintegrasikan dengan kehidupan modern. Dengan menerima gelar tersebut, Jokowi menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya. Masyarakat adat berharap gelar ini bisa menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya harus tetap dihargai dalam era globalisasi. “Topics Covered ini menginspirasi kita untuk terus menjaga keharmonisan antar suku dan budaya,” tambah anggota masyarakat adat yang hadir.
