Ratusan Orang Ditangkap usai Perayaan Kemenangan PSG Berujung Kerusuhan Massal
Ratusan Orang Ditangkap usai Perayaan Kemenangan – Perayaan kemenangan tim sepak bola Paris Saint-Germain (PSG) dalam Liga Champions di Kota Paris Minggu waktu setempat berujung pada kerusuhan besar. Piala juara yang berhasil dipertahankan oleh skuad tersebut disambut antusiasme yang tinggi, tetapi suasana berubah setelah sejumlah besar orang terlibat bentrok dengan polisi. Ratusan warga ditangkap, sementara puluhan anggota kepolisian mengalami cedera.
Kemenangan PSG terjadi setelah mengalahkan Arsenal dari Liga Premier Inggris dalam adu penalti 4-3 di Budapest. Sebelum bertemu dengan ribuan penggemar di Stadion Parc des Princes, para pemain menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan. Pawai besar memperingati kemenangan ini berangkat dari Bandara Charles de Gaulle, lalu melintasi kota menuju alun-alun Champ-de-Mars di bawah Menara Eiffel.
Kerusuhan Menyebar ke 15 Kota
Kebakaran mobil dan aksi penyitaan barang dagangan terjadi di beberapa daerah. Salah satu korban fatal adalah seorang pria yang tewas dalam kecelakaan sepeda motor selama merayakan kemenangan di lingkaran Paris. Otoritas melaporkan 57 polisi serta 219 warga terluka, termasuk delapan orang yang kondisinya parah.
“Kami akan bertindak tanpa ampun terhadap mereka yang tertangkap,” tegas Macron.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam tindakan anarkis yang terjadi dan menyebutnya sebagai “hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.” Meski menilai PSG sebagai kebanggaan nasional, ia menekankan bahwa negara telah cukup mengalami kekerasan dari acara serupa sebelumnya.
Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire menganggap kekacauan tersebut sebagai bagian dari ritual merayakan acara besar. “Mayoritas masyarakat merayakan kebersamaan dengan keluarga dan teman, dan ini adalah perayaan yang luar biasa,” ujarnya kepada BFM TV. “Insiden seperti ini sudah terjadi berabad-abad dalam acara besar.”
Kritik Politik Terhadap Insiden
Kerusuhan memicu kritik dari berbagai pihak. Tokoh sayap kanan, Marine Le Pen, mengatakan melalui platform X bahwa “hanya di Prancis kemenangan klub sepak bola bisa memicu kerusuhan.” Sementara itu, perwakilan Greater Paris, Valerie Pecresse, menyebut para pelaku sebagai “preman tak berotak” yang merusak citra negara.
“Tolong rayakan dengan tenang hari ini. Kita harus melindungi kota kita,” pungkas Nasser Al-Khelaifi, presiden klub PSG asal Qatar.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan ada 780 orang yang ditangkap di seluruh Prancis, meningkat hampir sepertiga dibandingkan tahun lalu ketika PSG juga memicu kerusuhan serupa melawan Inter Milan. Dalam upacara akhir, kapten PSG Marquinhos dan penyerang Ousmane Dembele mengangkat trofi dengan sorak-sorai yang menggema. Dembele menyatakan, “Kami akan kembali tahun depan untuk yang ketiga.”
Dalam upaya mengamankan parade, sekitar 6.000 personel kepolisian dikerahkan dengan penjagaan ketat. Meski terjadi kekacauan, euforia suporter tetap terlihat dalam pawai tersebut.
Sumber: AFP/Z-2
