Si Jalak Harupat Rampungkan Semua Persiapan FIFA ASEAN Cup
Daftar Isi
Stadion Si Jalak Harupat Rampungkan Semua Persiapan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Beritabaru1.com – Si Jalak Harupat Rampungkan Semua persiapan teknis dan infrastruktur untuk menjadi salah satu venue utama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung di Jawa Barat telah resmi mengonfirmasi bahwa seluruh komponen stadion telah siap menerima pertandingan berstandar internasional. Turnamen bergengsi yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 21 September hingga 6 Oktober 2026 ini akan memanfaatkan fasilitas berkelas dunia di wilayah Bandung tersebut.
Riwayat Prestasi dan Standar FIFA
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menyampaikan bahwa proses persiapan telah dimulai sejak jauh hari. Fokus utama tim teknis adalah memastikan seluruh fasilitas stadion memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh FIFA. Pengalaman berharga sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 sebelumnya menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur untuk ajang sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.
“Tentunya, kesiapan itu tidak akan jauh berbeda standard FIFA yang harus kami akomodir dalam pelaksanaan ASEAN Cup juga,” ujar Dicky Anugrah dengan penuh keyakinan.
Evaluasi Komprehensif Fasilitas
FIFA dijadwalkan melakukan asesmen ulang untuk meninjau kelengkapan fasilitas pendukung Stadion Si Jalak Harupat secara menyeluruh. Kondisi stadion dinilai relatif baik setelah sebelumnya digunakan sebagai salah satu venue Piala Presiden. Perawatan rumput lapangan terus dilakukan secara intensif oleh tim khusus, sementara sistem pencahayaan lampu juga berfungsi optimal tanpa kendala berarti.
Meskipun demikian, Pemkab Bandung akan kembali mengevaluasi berbagai aspek kritis seperti bangku penonton, tempat duduk pemain, kebersihan area, sanitasi, billboard, serta sarana pendukung lainnya. Tujuannya adalah memastikan tidak ada kekurangan yang terlewat menjelang pelaksanaan turnamen internasional ini.
Mekanisme Dukungan dan Perbaikan
Dicky menjelaskan bahwa untuk kebutuhan perbaikan ringan, pemerintah kabupaten siap melakukan penanganan secara mandiri tanpa menunggu bantuan eksternal. Namun, apabila hasil asesmen FIFA menunjukkan perlunya perbaikan berskala besar, dia berharap adanya dukungan dari panitia pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, maupun FIFA sebagai organisasi induk.
“Kami berharap itu tidak banyak yang harus kita penuhi atau perbaiki, karena Si Jalak Harupat belum lama menjadi tuan rumah Piala Presiden,” katanya optimis.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Pembagian grup dan jadwal pertandingan yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat maupun Stadion Utama Gelora Bung Karno masih dalam tahap pembahasan oleh FIFA. Pemkab Bandung optimis bahwa penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, hotel, restoran, dan MICE. Kedatangan ribuan penggemar dari berbagai negara Asia Tenggara diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Stadion Si Jalak Harupat
Berapa kapasitas Stadion Si Jalak Harupat untuk FIFA ASEAN Cup 2026? Stadion Si Jalak Harupat memiliki kapasitas sekitar 30.000 penonton setelah renovasi untuk memenuhi standar internasional FIFA.
Kapan jadwal evaluasi FIFA akan dilakukan? FIFA dijadwalkan melakukan kunjungan asesmen ulang untuk memastikan seluruh fasilitas siap sebelum turnamen dimulai pada September 2026.
Apakah Si Jalak Harupat pernah menjadi venue pertandingan internasional sebelumnya? Ya, stadion ini pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2021 dan Piala Presiden yang merupakan kompetisi domestik berstandar tinggi.
Berapa lama persiapan Si Jalak Harupat Rampungkan Semua fasilitas? Persiapan telah dimulai sejak lama dengan fokus pada pemeliharaan rutin dan renovasi ringan untuk memastikan kesiapan optimal menjelang turnamen.
Apa dampak ekonomi terbesar bagi masyarakat Bandung dari turnamen ini? Dampak ekonomi terbesar diperkirakan berasal dari peningkatan sektor pariwisata, akomodasi hotel, restoran lokal, dan aktivitas MICE selama periode turnamen berlangsung.