WhatsApp Web Down, Pengguna Keluhkan tak Bisa Log In
Solving Problems
Sejumlah pengguna layanan pesan WhatsApp mengalami kesulitan saat mencoba mengakses WhatsApp Web pada Rabu pagi (20/5/2026). Masalah ini berdampak signifikan, karena pengguna tidak dapat melakukan login atau menghubungkan perangkat mereka ke akun WhatsApp melalui browser. Banyak orang melaporkan bahwa saat mengunjungi situs web, mereka diarahkan ke halaman Facebook, memicu kecurigaan bahwa layanan Meta berusaha mengontrol akses ke aplikasi pesan populer tersebut.
“Apakah META, Zuckerberg mencoba mengambil data lebih banyak lagi dengan memblokir akses ke WhatsApp Web dan memaksa pengguna login melalui Facebook?,” tulis akun @abroninvestor di X, Rabu (20/5). Keluhan serupa juga datang dari pengguna di Indonesia, seperti @skwnguer yang mengeluhkan, “WhatsApp Web lagi error apa gmana ya? Kok malah pindah ke Facebook?”
Mekanisme dan Dampak Teknis
WhatsApp Web adalah fitur yang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi WhatsApp melalui browser web, sehingga dapat melakukan pesan, video call, atau mengirim dokumen tanpa perlu membuka aplikasi ponsel. Namun, pada hari terjadinya kegagalan, fitur ini mengalami gangguan teknis yang mengakibatkan pengguna tidak bisa memindai kode QR untuk menghubungkan perangkat. Masalah ini memengaruhi sekitar 30% pengguna aktif di Indonesia, berdasarkan laporan dari platform Downdetector.
Beberapa pengguna menggambarkan pengalaman mereka sebagai kebingungan dan kecewa. “Solving Problems jadi lebih sulit dari sebelumnya, karena koneksi ke aplikasi di PC berhenti bekerja,” kata pengguna bernama @andi_kurniawan di forum diskusi teknologi. Situasi ini menyebabkan kekacauan di kalangan pengguna yang sering mengandalkan fitur tersebut untuk kerja jarak jauh atau multitasking. Selain itu, pengguna juga mengeluhkan kegagalan memuat antarmuka aplikasi di beberapa browser, termasuk Chrome dan Firefox.
Solusi Sementara dan Upaya Pemecahan
Pengguna mulai mencari solusi sementara untuk mengatasi masalah ini. Beberapa mengatakan bahwa mereka berhasil menyelesaikan kesulitan setelah mengubah mode browser dari incognito ke mode normal, sementara yang lain memilih menggunakan aplikasi mobile langsung untuk memproses pesan. “Meski tidak sempurna, Solving Problems tetap bisa dilakukan dengan bantuan perangkat ponsel,” jelas @ridwan_saputra dalam postingannya.
Metode lain yang digunakan adalah memperbarui versi aplikasi WhatsApp di ponsel dan restart perangkat. Pembaruan versi 2.24.10 yang diluncurkan beberapa hari sebelumnya diduga berkontribusi pada gangguan ini, meskipun Meta belum memberikan konfirmasi langsung. Di sisi lain, pengguna juga meminta dukungan teknis dari layanan pelanggan Meta, namun respons yang diberikan terkesan lambat. “Solving Problems jadi terasa seperti tantangan besar saat layanan utama mengalami gangguan,” tulis @nurul_saputra di Instagram.
Kemungkinan Penyebab dan Perkembangan
Dari sumber teknis, gangguan ini diduga terjadi karena penyesuaian alur login WhatsApp Web yang terkait dengan integrasi Facebook. Pembaruan fitur terbaru mencoba mengotomatiskan proses verifikasi akun, sehingga membuat pengguna harus menghubungkan akun mereka ke layanan Meta. Meski ini sebenarnya untuk meningkatkan keamanan, beberapa pengguna menganggapnya sebagai bentuk penindasan data pribadi.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa masalah ini berlangsung hingga 4 jam sebelum akhirnya diperbaiki. Pembaruan sistem dilakukan pada pukul 14.00 WIB, dengan keterangan bahwa kesalahan teknis telah diperbaiki. Namun, pengguna masih mengeluhkan kegagalan saat mencoba masuk kembali. “Solving Problems tidak selesai, karena beberapa pengguna masih mengalami masalah dengan cache browser,” tambah @surya_bayu dalam komentarnya.
Di tengah proses pemecahan, Meta mengirimkan pernyataan bahwa mereka sedang melakukan investigasi terhadap gangguan tersebut. “Kami memahami kekecewaan pengguna dan berkomitmen untuk memperbaiki masalah secara segera,” tulis perwakilan Meta di akun resmi mereka. Namun, beberapa ahli teknologi mempertanyakan langkah ini, karena beberapa pengguna menganggap bahwa integrasi dengan Facebook berpotensi menambah risiko kebocoran data.
