Korea Tingkatkan Promosi Wisata Ramah Muslim Berdasarkan Kenaikan Pengunjung Indonesia
Meeting Results – Hasil rapat antara Korea Tourism Organization (KTO) dan industri pariwisata Indonesia membawa dampak signifikan dalam upaya memperkuat promosi destinasi wisata yang ramah Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan terus meningkat, dengan data terbaru menunjukkan angka 365.596 pengunjung pada 2025. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara keempat di kawasan ASEAN dan kesembilan secara global yang mencatatkan pertumbuhan terbesar. Perkembangan ini memicu KTO untuk menyesuaikan strategi mereka guna memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang semakin banyak.
Pertumbuhan Wisatawan Muslim: Tren yang Tidak Terlewatkan
Peningkatan minat wisatawan Indonesia terhadap kunjungan ke Korea Selatan didorong oleh berbagai faktor, termasuk kesadaran akan kebutuhan spiritual dan keagamaan. Dalam hasil pertemuan terbaru, KTO menegaskan bahwa mereka telah mengadaptasi pelayanan wisata untuk memenuhi standar Islam, seperti menyediakan tempat ibadah, restoran halal, dan akomodasi yang mendukung praktik keagamaan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengunjung Muslim dari Indonesia, yang sekarang menjadi sektor utama dalam industri pariwisata Korea.
“Kebutuhan wisatawan Muslim tidak bisa diabaikan, terutama ketika mereka menjadi bagian dari pasar yang berkembang pesat. Hasil pertemuan dengan para pelaku industri lokal membantu kami merancang strategi yang lebih efektif untuk menarik minat mereka,” jelas Kim Jisun, Direktur KTO Jakarta Office, dalam siaran pers.
Keberhasilan KTO dalam memperkuat promosi wisata ramah Muslim terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat. Hasil pertemuan tersebut menjadi dasar untuk mengembangkan fasilitas dan layanan yang lebih lengkap, seperti menu halal di kota-kota populer seperti Seoul dan Busan. KTO juga merancang itinerary yang memperhatikan rutinitas ibadah, sehingga pengalaman wisata tetap nyaman dan bermakna.
Collaboration dengan Buttonscarves: Memperluas Cakupan Promosi
Sebagai bagian dari hasil pertemuan, KTO melakukan kolaborasi strategis dengan Buttonscarves, sebuah merek fesyen yang memiliki jangkauan luas di Indonesia. Hasil pertemuan menunjukkan bahwa integrasi budaya dan mode dapat meningkatkan daya tarik destinasi Korea bagi wisatawan Muslim. Koleksi eksklusif Buttonscarves yang terinspirasi elemen budaya Korea akan menjadi alat promosi yang menarik, terutama bagi kalangan muda yang lebih sensitif terhadap tren gaya hidup.
“Hasil pertemuan menunjukkan bahwa kolaborasi antara pariwisata dan fesyen memberikan dampak positif. Buttonscarves akan membantu memperkenalkan Korea sebagai destinasi yang tidak hanya modern tetapi juga cocok untuk wisata halal,” tambah Linda Anggrea, CEO Buttonscarves, dalam wawancara terpisah.
Kerja sama ini dirancang untuk menghasilkan miniseri konten digital yang akan diluncurkan akhir 2026. Konten tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengalaman kuliner halal, pusat perbelanjaan yang ramah Muslim, hingga lokasi wisata yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Hasil pertemuan menekankan bahwa inisiatif ini adalah langkah awal dalam mengejar target peningkatan pengunjung Muslim hingga 10% dalam tiga tahun ke depan.
Langkah Strategis untuk Membangun Wisata Halal di Korea
Hasil pertemuan juga menyoroti kebutuhan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan pihak lokal. KTO menargetkan pembentukan 15 destinasi wisata halal di seluruh Korea Selatan, termasuk pengembangan zona Muslim-friendly di kawasan wisata utama. Hasil rapat menunjukkan bahwa KTO akan menyesuaikan kurikulum pelatihan wisatawan Indonesia untuk memperkenalkan aspek keagamaan secara lebih mendalam.
“Hasil pertemuan menegaskan bahwa kolaborasi dengan perusahaan lokal adalah kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kami ingin memastikan pengalaman wisata di Korea tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual, tetapi juga menciptakan kesan budaya yang unik,” kata Kim Jisun.
Dalam konteks hasil pertemuan, KTO juga merancang program penghargaan bagi hotel dan restoran yang memenuhi standar halal. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan wisatawan Muslim, yang sejalan dengan visi pemerintah Korea Selatan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Hasil rapat tersebut menjadi bahan untuk memperkuat kebijakan pariwisata yang inklusif.
Hasil pertemuan menunjukkan bahwa KTO berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas wisata ramah Muslim. Mereka merencanakan peluncuran aplikasi mobile yang menyediakan panduan ibadah, restoran halal, dan akses informasi secara real-time. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia hingga 20% dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan target hasil rapat.
Dengan hasil pertemuan sebagai dasar, Korea Tourism Organization (KTO) akan terus berinovasi dalam promosi wisata Muslim. Mereka juga berencana menambahkan program kerja sama dengan pelaku usaha lokal, seperti restoran, hotel, dan penyewaan kendaraan. Hasil rapat ini memastikan bahwa Korea tidak hanya menjadi destinasi populer, tetapi juga tempat yang nyaman bagi wisatawan Muslim dalam memenuhi segala kebutuhan mereka.
