Key Strategy: Mentan Apresiasi Kinerja Pangan Ahmad Luthfi, 7 Ribu Pompa Air untuk Jateng
Beritabaru1.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi terhadap kinerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Pada kunjungan ke Brebes, Senin (20/7), ia mengungkapkan rencana pemerintah pusat untuk menyediakan 7.000 pompa air sebagai langkah strategis mendukung sektor pertanian di tengah ancaman kemarau. Selama upacara groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terpadu di Kecamatan Larangan, Brebes, Mentan mengakui peran Luthfi sebagai penopang utama pertanian Indonesia.
Langkah Pemerintah Pusat dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Dalam wawancara, Andi Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah merespons secara cepat permintaan bantuan dari Luthfi, yang merupakan bagian dari key strategy pemerintah dalam menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu. Saat ini, 2.000 pompa air telah didistribusikan ke beberapa kabupaten di Jateng, dengan rencana menambahkan 5.000 unit tambahan dalam beberapa bulan ke depan. Selain pompa air, pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan bibit jagung, padi, serta peralatan pertanian seperti traktor sebagai bagian dari key strategy peningkatan produksi pertanian.
“Kinerja pangan Pak Gubernur Ahmad Luthfi sangat menginspirasi. Jawa Tengah sekarang menjadi penghasil beras nomor dua di Indonesia, terbukti dari upaya-upaya yang dijalankan melalui key strategy yang konsisten,”
ujar Andi Amran. Ia menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya mendukung kebutuhan lokal, tetapi juga memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Komitmen Jateng Jaga Status Lumbung Pangan
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah akan terus menjaga statusnya sebagai lumbung pangan dengan key strategy yang terintegrasi. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi erat dengan Kementerian ATR/BPN agar keberlanjutan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) tetap terjaga. Dalam upaya menghadapi musim kemarau, Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur sejak 9 Juni 2026 sebagai langkah strategis antisipasi bencana kekeringan. Langkah ini berdampak signifikan dalam meningkatkan produksi pertanian di daerah rawan krisis air.
Menurut Luthfi, key strategy tersebut melibatkan peningkatan kapasitas irigasi, pengoptimalan penggunaan air, dan pelibatan masyarakat petani dalam mengelola sumber daya secara efisien. Dengan bantuan pompa air, diharapkan hasil panen tetap terjaga hingga musim kemarau berakhir, sehingga ketahanan pangan nasional tidak terganggu.
Daerah Siaga Kekeringan dan Distribusi Air Bersih
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, belasan daerah sudah menetapkan status siaga kekeringan, seperti Brebes, Demak, dan Sukoharjo. Dalam upaya mengatasi krisis air, Pemprov Jateng juga aktif menyalurkan air bersih melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan program CSR BUMD. Sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, 3,2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 81 ribu jiwa di 15 kabupaten. Kebutuhan air bersih ini menjadi bagian dari key strategy peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Langkah ini tidak hanya fokus pada produksi pertanian, tetapi juga pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses air minum. Menurut Andi Amran, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi cuaca membaik, sebagai bagian dari key strategy pemerintah dalam memastikan stabilitas sosial dan ekonomi di Jateng.
Target Produksi Padi dan Peran Key Strategy Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, Jawa Tengah ditargetkan menghasilkan 9,7 juta ton padi pada 2025, yang berkontribusi 15,6% terhadap kebutuhan nasional. Untuk 2026, target tersebut akan ditingkatkan menjadi 10,5 juta ton. “Key strategy ini memastikan bahwa lahan pertanian tetap produktif, bahkan di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem,” ujar Luthfi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan pusat terus berupaya mengoptimalkan ketersediaan air melalui infrastruktur yang memadai.
Andi Amran menambahkan bahwa key strategy Kementerian Pertanian tidak hanya terbatas pada bantuan teknis, tetapi juga melibatkan pendampingan langsung ke daerah. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan produksi pertanian nasional dapat bertahan dalam kondisi apapun, termasuk saat musim kemarau.
Pengaruh Bantuan Pompa Air terhadap Pertanian Jateng
Bantuan 7.000 pompa air yang disiapkan pemerintah pusat diharapkan memberikan dampak langsung terhadap sektor pertanian Jawa Tengah. Pompa ini akan digunakan untuk mengalirkan air dari sumber-sumber alami ke lahan pertanian yang terisolasi, terutama di wilayah dengan akses irigasi terbatas. Menurut Kementerian Pertanian, distribusi pompa air ini merupakan bagian dari key strategy meningkatkan ketahanan pangan dengan pendekatan berbasis teknologi dan infrastruktur.
Dengan adanya pompa air, petani di Jateng bisa mengurangi ketergantungan pada curah hujan alami, sehingga produksi pangan tetap stabil. Andi Amran juga menekankan bahwa key strategy ini dirancang untuk berkelanjutan, dengan memastikan penggunaan air tidak berlebihan dan lingkungan tetap terjaga. “Kita tidak ingin hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” kata Mantan Menteri.

