Kartini Bisa, Program Inkubasi yang Menyiapkan Perempuan Membangun Usaha Berkelanjutan
Beritabaru1.com – Pengembangan kapasitas perempuan dalam bidang ekonomi kini tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan berwirausaha yang tangguh dan mampu bertahan lama. Berdasarkan prinsip ini, Bluebird Group meluncurkan Kartini Bisa, sebuah inisiatif inkubasi yang bertujuan membantu istri dan putri pengemudi membangun usaha yang lebih siap berkembang. Program ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Kartini Bluebird, yang telah berjalan sejak 2014 sebagai bagian dari pilar keberlanjutan BlueLife.
Kurikulum yang Menyeluruh
Dibandingkan pelatihan keahlian tradisional, Kartini Bisa menggabungkan pendekatan belajar terstruktur, bimbingan intensif, serta kesempatan uji coba model bisnis secara langsung. Hal ini memberikan fondasi usaha yang lebih kuat kepada peserta. Selama lebih dari satu dekade, program Kartini Bluebird berkembang dari kelas menjahit menjadi ruang pelatihan yang mencakup tata boga, tata rias, hingga pengembangan soft skill. Sampai saat ini, program tersebut telah mencakup 1.416 peserta di berbagai kota Indonesia.
“Kartini Bisa muncul sebagai langkah berikutnya dari perjalanan tersebut. Kami ingin menawarkan lebih dari sekadar pelatihan, tetapi suatu proses bimbingan yang memandu peserta memahami cara membangun usaha secara menyeluruh, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran. Ketika perempuan memiliki akses ke pengetahuan, jaringan, dan dukungan yang tepat, mereka memiliki peluang besar menciptakan kemandirian ekonomi bagi diri sendiri dan keluarga,” ujar Monita Moerdani, Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk.
Kartini Bisa ditujukan bagi peserta Kartini Bluebird yang telah mengikuti minimal tiga acara komunitas, memiliki semangat kuat dalam menjalankan usaha, serta berasal dari keluarga pengemudi yang tercatat memiliki disiplin dan kondisi yang baik. Kriteria ini diharapkan memastikan peserta memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Program ini akan diawali dengan seleksi 30 peserta yang akan mengikuti rangkaian inkubasi yang mencakup pembelajaran teori, praktik langsung, tugas penugasan, serta bimbingan intensif dari mentor dan praktisi. Kurikulum dirancang untuk memberikan kemampuan dalam pengembangan produk, pengelolaan biaya, penyusunan strategi pemasaran, hingga pembentukan model bisnis yang lebih siap tumbuh. Selama proses, setiap peserta akan memperoleh sesi bimbingan berkelompok kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan usahanya.
Dalam tahap akhir, peserta akan mempresentasikan rencana pengembangan usahanya di depan panel juri sekaligus memperkenalkan produk melalui bazar. Kegiatan ini bertujuan menguji serta memvalidasi model bisnis, memberikan wawasan sebelum peserta melangkah ke tahap penerapan berikutnya. Melalui Kartini Bisa, Bluebird ingin memperluas dampak program pemberdayaan perempuan yang telah berjalan, dengan menyediakan wirausaha yang memiliki pengetahuan, jaringan, dan fondasi bisnis yang lebih matang.

