Meta dan Kemendag Luncurkan SBGA sebagai Latest Program untuk UMKM
Beritabaru1.com – Yang baru diluncurkan oleh Meta dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui pendekatan digital. Program Small Business Growth Academy (SBGA) ini menjadi bagian dari inisiatif regional Meta di 12 pasar Asia Pasifik, dengan fokus pada 150 UMKM yang terpilih di Jakarta, Bandung, dan Batam. SBGA menghadirkan berbagai sesi pelatihan, bimbingan, serta pendampingan langsung untuk membantu UMKM menguasai strategi pemasaran digital, meningkatkan efisiensi operasional, dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara efektif.
Collaboration dan Strategi Terpadu untuk UMKM
Program Latest Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Meta dan Kemendag untuk mendukung transformasi digital UMKM. Dalam wawancara eksklusif, Pieter Lydian, Country Director Meta Indonesia, menjelaskan bahwa SBGA bertujuan mengatasi kesenjangan antara minat pelaku usaha terhadap teknologi AI dan penerapannya dalam praktik nyata. “Tantangan terbesar adalah mengubah ketertarikan terhadap AI menjadi penggunaan rutin dan percaya diri. Kami ingin memberikan keterampilan praktis agar UMKM bisa menjangkau pasar global,” ujarnya dalam
“Salah satu tantangan utama adalah mengubah minat terhadap AI menjadi implementasi yang konsisten. SBGA dirancang untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan, memastikan UMKM bisa bersaing secara digital di tingkat internasional.”
Kemendag turut menegaskan pentingnya program ini dalam memperkuat ekosistem usaha lokal. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan, menyoroti peningkatan penggunaan produk dalam negeri selama Harbolnas 2025, dengan transaksi lokal mencapai Rp16,6 triliun atau 46% dari total transaksi. Ia menilai SBGA menjadi pelengkap untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi UMKM, dengan fokus pada pemanfaatan platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Pendekatan Digital untuk Masa Depan Bisnis
SBGA menghadirkan modul pelatihan yang mencakup teknologi pemasaran digital dan AI, termasuk penggunaan alat seperti Advantage+ yang bisa meningkatkan Return on Ad Spend (ROAS) hingga 22x. Data internal Meta menunjukkan bahwa bisnis yang beriklan di platform mereka mencatatkan ROAS rata-rata 3,10x. Dengan pendekatan ini, UMKM diharapkan bisa mengoptimalkan anggaran iklan, meningkatkan konversi, serta membangun kepercayaan konsumen secara lebih efektif.
Kelompok UMKM yang terlibat dalam Latest Program ini tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga bimbingan langsung dari ahli Meta dan tim Kemendag. Program ini berupaya membangun jaringan kemitraan dengan perwakilan perdagangan (Atase Perdagangan dan ITPC) untuk membuka akses ke pasar internasional. Selain itu, SBGA juga menyediakan sumber daya teknis, seperti akses ke alat pengelolaan data dan platform analisis, agar UMKM bisa mengambil keputusan berbasis data.
Contoh nyata keberhasilan Latest Program adalah UMKM perusahaan madu asli Bogor, Imago Raw Honey. Dengan memanfaatkan fitur Reels dan iklan AI, perusahaan ini berhasil menjangkau pasar internasional dan menjadi penyuplai hotel bintang lima. “Teknologi membantu kami menyampaikan cerita produk secara kreatif, terhubung dengan audiens yang tepat, serta membangun kepercayaan pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka,” kata Henry Hidayat, pendiri Imago Raw Honey. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar program SBGA dalam mengubah UMKM lokal menjadi bisnis yang lebih kompetitif.
Langkah Strategis untuk Membentuk Ekosistem UMKM
Program Latest Program ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor UMKM. Melalui SBGA, peserta akan belajar mengenai cara mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aspek operasional, mulai dari manajemen inventaris hingga pemasaran. Selain itu, program ini mencakup pelatihan tentang penggunaan media sosial, pengelolaan data pelanggan, dan peningkatan kualitas produk melalui teknologi.
Dengan Latest Program yang berkelanjutan, Meta dan Kemendag berharap menciptakan ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Program ini akan berlangsung selama beberapa bulan, dengan fase pelatihan intensif diikuti oleh sesi evaluasi dan penguatan strategi bisnis. “Kami percaya bahwa teknologi digital adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di era yang semakin kompetitif,” tambah Pieter Lydian. Seluruh kegiatan SBGA dirancang agar peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara langsung ke dalam bisnis mereka.

