Gelar RGS 2026, OJK Fokus pada Transparansi dan Etika
Beritabaru1.com – Menjadi poin utama dalam perhelatan Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang akan digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Event ini bertujuan menjadi wadah diskusi strategis untuk meningkatkan manajemen risiko dan tata kelola di sektor jasa keuangan, sekaligus memperkuat komitmen terhadap transparansi dan etika dalam pertumbuhan ekonomi. Main Agenda juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara regulasi, praktik industri, dan standar internasional dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pentingnya Transparansi dan Etika dalam Sektor Keuangan
RGS 2026 dirancang sebagai acara tahunan yang dihadiri oleh regulator, pelaku industri, asosiasi profesi, serta perwakilan ekosistem keuangan nasional dan internasional. Main Agenda ini mengusung tema ‘Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity,’ yang menegaskan bahwa transparansi dan etika bukan hanya aspek formal, tetapi merupakan fondasi untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menjelaskan bahwa dalam Main Agenda tahun ini, OJK ingin menggali bagaimana prinsip transparansi dapat diterapkan secara efektif dalam kebijakan regulasi dan operasional perusahaan jasa keuangan.
“Saat membahas governance, penting juga untuk memperhatikan konteks serta ekosistemnya,” ujarnya.
Dalam Main Agenda RGS 2026, transparansi menjadi fokus utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif. Untuk mencapai hal tersebut, acara ini akan menghadirkan berbagai pembicara ternama yang membahas kasus-kasus nyata di industri keuangan, seperti transparansi dalam laporan keuangan, manajemen risiko keuangan, dan kepatuhan terhadap standar internasional. Selain itu, OJK juga ingin mengedukasi peserta tentang bagaimana etika kerja dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan berkeadilan.
Struktur dan Isi RGS 2026
RGS 2026 terbagi menjadi dua sesi utama, masing-masing dengan penekanan pada aspek yang berbeda. Sesi pertama, yang berjudul ‘Strategic Transparency: Redefining Trust and Long-Term Organizational Value,’ akan mendiskusikan bagaimana transparansi strategis bisa meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan. Sesi kedua, ‘Ethics in Action: Building a Values-Driven Culture for Sustainable Performance,’ akan mengeksplorasi cara budaya kerja berbasis etika mampu mendorong kinerja berkelanjutan. Kedua sesi ini saling melengkapi, karena Main Agenda RGS 2026 ingin menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus selalu berakar pada nilai-nilai yang transparan dan etis.
“Apakah unsur ini sudah kita antisipasi, sudah ada atau belum. Itu kita juga belajar,” tambahnya.
Dalam rangkaian Main Agenda ini, OJK juga akan mengadakan pelatihan anti-fraud, forum diskusi tentang peran audit internal, serta sesi pemantauan standar anti-pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT). Acara ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antar stakeholder dalam menghadapi tantangan keuangan dan risiko yang muncul. Selain itu, OJK akan memastikan bahwa Main Agenda RGS 2026 tidak hanya menggambarkan tujuan, tetapi juga menyediakan rekomendasi konkret untuk diterapkan dalam kebijakan dan praktik industri.
Pentingnya Main Agenda RGS 2026 juga terlihat dari partisipasi yang diharapkan dari berbagai lembaga keuangan, seperti bank, asuransi, dan pembiayaan. Diskusi yang dilakukan dalam summit ini akan menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan terhadap pelanggan. OJK mengungkapkan bahwa Main Agenda tahun ini akan menggali bagaimana transparansi dapat diintegrasikan dalam kebijakan tata kelola, terutama dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari Main Agenda, RGS 2026 juga akan menjadi platform untuk mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan sebelumnya. OJK menargetkan bahwa hasil diskusi ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pengawas dan regulator dalam menyempurnakan regulasi keuangan. Selain itu, acara ini diharapkan mampu memberikan masukan berharga bagi asosiasi profesi terkait, seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Persatuan Perbankan Indonesia (PPI), dalam memperkuat penerapan prinsip GRC secara nasional.
Main Agenda RGS 2026 juga menyoroti peran media dalam menjaga transparansi di sektor keuangan. Melalui kegiatan seperti sesi pemantauan media dan komunikasi publik, OJK ingin memastikan bahwa informasi keuangan tersampaikan secara akurat dan terbuka kepada masyarakat. Ini adalah upaya untuk mengurangi risiko penyimpangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan. Seluruh rangkaian Main Agenda akan berlangsung sepanjang tahun, melalui rangkaian kegiatan ‘Road to RGS’ yang menyiapkan fondasi pembelajaran sebelum acara utama.

