Main Agenda: Selangor dan Jawa Barat Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Beritabaru1.com – Menjadi tema utama dalam acara Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 11 Juli 2026. Momen ini digunakan sebagai platform strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara provinsi Selangor, Malaysia, dan Jawa Barat, Indonesia. Summit ini mengumpulkan perwakilan pemerintah, pengusaha, serta investor dari kedua daerah untuk menjelajahi peluang kerja sama yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
Pertemuan untuk Kolaborasi Bilateral
Dalam sambutannya, Dato Sari Amirudin bin Shari, Menteri Besar Selangor, menggarisbawahi bahwa Main Agenda tidak hanya sekadar membahas pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bertujuan membangun kerja sama bilateral yang lebih jangka panjang. “Kita ingin menyatukan upaya untuk menciptakan sinergi antara masyarakat, lembaga, perusahaan, dan hubungan antar pemerintah (G2G) agar tujuan ini tercapai,” jelasnya. Ia menekankan bahwa acara ini menjadi jembatan penting untuk memperkuat hubungan antar daerah, terutama di bidang investasi dan pengembangan sektor unggulan.
Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Selangor serta pihak pemerintah Jawa Barat telah sepakat mengadakan forum konsisten untuk memfokuskan diskusi pada isu-isu strategis. Forum ini akan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, mencari solusi, serta mengembangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Beberapa bidang yang akan dibahas antara lain industri semikonduktor, ketahanan pangan, energi terbarukan, serta sektor pertahanan, yang menurut Dato Sari sangat relevan untuk masa depan.
Focus on Sektor Unggulan dan Potensi Kolaborasi
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, juga menyampaikan bahwa daerahnya memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama Selangor. “Jawa Barat memiliki keunggulan di sektor manufaktur, infrastruktur, pariwisata, dan perdagangan, yang bisa menjadi basis kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Main Agenda ini bisa memperkuat keberlanjutan ekonomi kedua daerah melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman praktis.
“Main Agenda ini adalah langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih dekat. Saya berharap para pengusaha dari Jawa Barat bisa memanfaatkan kesempatan ini secara optimal,” kata Erwan. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sektor ekonomi syariah, yang dianggap sebagai salah satu bidang potensial di Selangor.
Kerja sama ekonomi ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mencakup aspek sosial, kebudayaan, dan lingkungan. Dato Sari menekankan bahwa Main Agenda harus diwujudkan melalui langkah konkret, seperti penandatanganan perjanjian kerja sama, pembentukan komite khusus, serta pengembangan infrastruktur yang saling melengkapi. “Kita ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutur Menteri Besar Selangor.
Dalam konteks globalisasi, Main Agenda diharapkan bisa menjadi acuan untuk kerja sama antar daerah di Asia Tenggara. Selangor dan Jawa Barat memandang bahwa kerja sama bilateral antar provinsi bisa menjadi model yang menarik bagi negara-negara lain, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. “Kita bisa berbagi pengalaman dalam pengelolaan sumber daya alam, pengembangan teknologi, dan penguatan kemitraan antar sektor,” tambah Dato Sari.

