Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Dengan New Policy yang Baru Diterapkan
Beritabaru1.com – Dalam rangka mewujudkan New Policy yang diumumkan oleh Kementerian Perhubungan, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, akan kembali dibuka sebagai bandara komersial untuk pesawat jet pada 17 September 2026. Ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan sistem transportasi udara nasional, seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan penerbangan. New Policy ini bertujuan untuk memastikan bandara bisa beroperasi secara optimal dengan memenuhi standar keselamatan yang lebih ketat, serta meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat di wilayah Jabar.
Proses Pemenuhan Persyaratan New Policy
Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara sempat ditutup secara sementara pada Oktober 2023 sebagai bagian dari New Policy yang memerlukan penyesuaian infrastruktur dan layanan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menyatakan bahwa pihak pengelola, Angkasa Pura, telah menyiapkan segala persyaratan teknis yang diperlukan untuk mengembalikan operasional bandara. New Policy ini mencakup perbaikan fasilitas, termasuk peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dari lima menjadi tujuh, sesuai dengan regulasi terbaru. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas bandara dalam menangani kejadian darurat penerbangan.
Dalam rangka mendukung New Policy, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan InJourney Airports melakukan inspeksi langsung untuk memastikan kelayakan operasional bandara. Inspeksi ini mencakup evaluasi kondisi landasan pacu, kualitas pencahayaan, sistem navigasi, serta kemampuan staf dalam menghadapi situasi darurat. New Policy juga menuntut kesiapan staf terkait prosedur keamanan dan pengelolaan lalu lintas udara yang lebih ketat, sehingga mampu menjangkau kebutuhan maskapai dan penumpang.
Penyesuaian Infrastruktur dan Pengembangan Jangkauan
Sebagai bagian dari New Policy, Bandara Husein Sastranegara menjalani perbaikan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penerbangan. Perubahan ini mencakup penambahan fasilitas penumpang, peningkatan sistem pengelolaan kebersihan, dan pengoptimalan proses check-in serta boarding. New Policy juga mendorong penggunaan teknologi canggih dalam operasional bandara, seperti sistem informasi digital untuk memantau kepadatan lalu lintas udara dan efisiensi pengelolaan.
Pemangku kepentingan dalam industri penerbangan, termasuk maskapai penerbangan dan agen perjalanan, telah diberi kesempatan untuk memberikan usulan mengenai rute dan jadwal penerbangan. New Policy menuntut adanya pembagian rute yang lebih terstruktur, dengan mempertimbangkan permintaan pasar dan kapasitas bandara. Surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026 menjadi pedoman utama dalam pembentukan Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT), yang bertugas memastikan semua aspek operasional telah siap sesuai New Policy.
Manfaat New Policy untuk Wilayah Bandung
Kembalinya layanan pesawat jet ke Bandara Husein Sastranegara akan memberikan dampak besar bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi di Jabar. New Policy ini tidak hanya memperkuat konektivitas udara, tetapi juga memperluas aksesibilitas bagi wisatawan maupun pengusaha yang ingin memanfaatkan kota Bandung sebagai pusat distribusi. Selain itu, New Policy juga berupaya mendorong pengembangan jaringan penerbangan domestik maupun internasional, sehingga dapat meningkatkan daya saing wilayah Jabar di tingkat nasional.
Dalam rangka menyambut New Policy, pihak Angkasa Pura telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin kualitas layanan. Proses perbaikan ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada peningkatan standar keselamatan, pelayanan, dan kenyamanan penumpang. New Policy juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola bandara, dan maskapai, sehingga mampu menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan adanya New Policy, Bandara Husein Sastranegara diharapkan mampu kembali menjadi salah satu bandara utama di Indonesia.
Kesiapan dan Harapan Masyarakat
Sebelum ditutup, Bandara Husein Sastranegara telah menjadi pusat penerbangan utama di wilayah Bandung dan sekitarnya, dengan menyediakan layanan ke berbagai kota di Jawa Barat. Dengan New Policy yang baru diterapkan, diharapkan bandara ini mampu memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan frekuensi penerbangan. Maskapai seperti Lion Air, Citilink, dan Wings Air telah menunjukkan minat untuk kembali melayani Bandara Husein Sastranegara, dengan penyesuaian rute dan jadwal sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan.
Manajemen bandara dan pemerintah daerah juga sedang berupaya mengoptimalkan penyesuaian fasilitas guna memenuhi New Policy. Penyesuaian ini mencakup perbaikan kualitas air, peningkatan kapasitas toilet, serta pembangunan fasilitas khusus untuk penumpang yang memiliki kebutuhan khusus. New Policy berharap bisa meningkatkan kenyamanan pengguna bandara, sekaligus menjaga kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh penumpang. Dengan kembalinya layanan pesawat jet, Bandara Husein Sastranegara akan kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat Jabar.
Pembukaan ulang Bandara Husein Sastranegara pada 17 September 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan New Policy yang lebih efektif. Langkah ini juga memberikan harapan bagi sektor pariwisata, karena Bandung merupakan salah satu kota destinasi utama di Indonesia. Dengan New Policy, bandara ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan aksesibilitas untuk masyarakat yang ingin bepergian ke kota Bandung. Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya akan terus memantau kemajuan penerapan New Policy, agar semua aspek bisa berjalan sesuai rencana.

