Langkah Nyata PGE dalam Pengembangan Energi Panas Bumi
Beritabaru1.com – Menjadi salah satu inisiatif utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam mempercepat pengembangan sumber daya energi bersih di wilayah Sumatra. Pada Rabu (8/7), perusahaan melakukan tajak sumur eksplorasi pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3, yang merupakan bagian dari rencana khusus ini. Langkah ini menandai pengembangan baru dalam upaya PGE memperkuat kemandirian energi nasional dan mendukung transisi ke energi hijau, menghadapi tantangan global perubahan iklim dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Special Plan memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kapasitas energi terbarukan di Indonesia. Proyek Lumut Balai Unit 3 adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan energi panas bumi berkontribusi signifikan pada target energi nasional,” jelas Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (9/7). Kegiatan tajak sumur pertama ini menunjukkan komitmen PGE dalam memenuhi kebutuhan energi masa depan, khususnya di Sumatra, dengan menggali potensi panas bumi yang belum tergarap sepenuhnya.
Pengeboran sumur pertama untuk PLTP Lumut Balai Unit 3 dilakukan di lokasi sumur LMB 19-3, Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu. Proses ini menggunakan rig GDAP#123, dengan target pengeboran mencapai kedalaman 2.500 meter dalam waktu 44 hari. Seluruh tahapan eksplorasi hingga pembangunan PLTP dijalankan dengan mematuhi standar teknis, operasional, serta prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Tahap ini akan menjadi fondasi untuk mengevaluasi kelayakan sumber daya dan memulai konstruksi pembangkit.
Perkembangan Proyek Strategis dan Kemitraan
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 menjadi bagian dari rangkaian kemitraan strategis yang dijalankan PGE untuk mempercepat penyelesaian energi terbarukan. Sebelumnya, perusahaan telah mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 1 (diresmikan September 2019) dan Unit 2 (June 2025), dengan total kapasitas 2×55 megawatt. Special Plan juga mencakup proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4, yang telah resmi masuk ke Green Book 2026. Dengan demikian, PGE siap melanjutkan ekspansi pembangkit listrik tenaga panas bumi seiring target keberlanjutan energi yang ditetapkan pemerintah.
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam daerah operasional. PLTP Lumut Balai Unit 3, yang akan menambah 55 MW tenaga listrik bersih, akan memperkuat sistem kelistrikan di Muara Enim dan Sumatra Selatan. Target operasional proyek ini direncanakan pada 2030, sehingga mempercepat penyelesaian sektor energi panas bumi dalam rangka mencapai kapasitas total 3 gigawatt (GW) sebelum 2034. Ini selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, yang menjadi panduan utama dalam pengembangan energi terbarukan.
Visi dan Kontribusi Energi Panas Bumi
Komitmen PGE dalam Special Plan tidak hanya fokus pada pembangunan PLTP, tetapi juga menyasar pengembangan teknologi eksplorasi dan pengusahaan panas bumi secara berkelanjutan. Energi panas bumi, sebagai sumber daya alam yang dapat diandalkan, memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi karbon dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, PGE mengharapkan proyek Lumut Balai menjadi contoh nyata implementasi Special Plan dalam mendorong energi bersih di wilayah Sumatra.
Di samping PLTP Lumut Balai, PGE juga sedang menggarap proyek strategis lain seperti PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), eksplorasi Gunung Tiga, serta proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas 230 MW. Special Plan terus menjadi pilar utama dalam mengkoordinasikan kegiatan pengembangan ini, dengan mengutamakan kolaborasi antar sektor dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Dengan pengembangan bertahap, PGE berharap mewujudkan keberlanjutan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rangka mempercepat pencapaian target kapasitas 3 GW, PGE terus melakukan ekspansi yang terukur dan berkelanjutan. Proyek Lumut Balai Unit 3, sebagai bagian dari Special Plan, akan menjadi langkah awal dalam memperkuat keberadaan panas bumi sebagai salah satu alternatif energi utama. Dengan pertumbuhan yang stabil dan teknologi yang semakin canggih, PGE optimis dapat mencapai visi pengembangan panas bumi nasional yang berkelanjutan dan efisien.

