Key Strategy: Program Pendidikan Kesetaraan Dorong Peluang Kerja Warga Lingkar Tambang
Key Strategy menjadi pilar utama dalam upaya PT Multi Harapan Utama (MHU) mengembangkan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dari 52.000 penduduk di 10 desa sekitar area tambang, sekitar 34 persen masih tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal. Dengan angka putus sekolah yang tinggi, program ini dianggap sebagai Key Strategy untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memberi akses ke pendidikan tinggi, serta memperluas peluang kerja sejak diluncurkan pada 2019.
Struktur Program dan Fasilitas Pendukung
Program pendidikan kesetaraan di lingkar tambang dirancang secara sistematis, meliputi modul pelajaran dasar yang menjangkau berbagai lapisan usia. MHU bekerja sama dengan PKBM Puteri Karang Melenu menyediakan fasilitas belajar lengkap, termasuk renovasi pusat kegiatan, pengadaan komputer, serta alat pendukung untuk memudahkan proses pembelajaran. Selain itu, program ini memberikan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan lokal, seperti pengoperasian alat berat dan tata boga, yang selaras dengan Key Strategy perusahaan untuk mengintegrasikan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi.
Keberhasilan program ini terlihat dari jumlah warga yang mendapatkan ijazah, mencapai 869 orang sejak 2019. Angka ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam pendidikan kesetaraan tidak hanya menjangkau angka partisipasi tinggi, tetapi juga menciptakan dampak nyata dalam peningkatan pengetahuan dan kemandirian warga. Selain itu, program ini berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dengan sejumlah lulusan memperoleh beasiswa untuk studi lanjut di luar negeri.
Dukungan Pemerintah dan Kepuasan Masyarakat
Dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga lain memperkuat Key Strategy PT MHU dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Program ini tidak hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga menciptakan jaringan kerja antara warga lingkar tambang dengan sektor-sektor industri dan usaha mandiri. Keberhasilan ini terukur melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 93,06 persen, kategori “Sangat Baik,” menunjukkan keterlibatan aktif warga dalam proses pembelajaran.
“Program pendidikan ini memberi saya alat untuk meraih impian kuliah. Saya bisa mengikuti pelatihan pertukaran pelajar ke Korea, yang sebelumnya terasa mustahil karena kondisi ekonomi keluarga,” kata Yeni Yuniarni, salah satu peserta yang mengucapkan apresiasi atas Key Strategy perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan.
Dengan keberhasilan 212 lulusan mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, program ini menjadi bukti bahwa Key Strategy yang berfokus pada pendidikan kesetaraan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka jalan untuk pengembangan karier. Proyek ini juga mendapatkan penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026, yang mengakui kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan sosial melalui pendidikan sebagai alat utama.
Pendekatan Key Strategy PT MHU melibatkan kolaborasi dengan lembaga lokal dan nasional untuk memastikan keterlibatan aktif warga dalam pengambilan manfaat. Selain memperkuat kurikulum, perusahaan juga berupaya menumbuhkan minat belajar melalui penyesuaian materi dengan kebutuhan sehari-hari, seperti peningkatan kemampuan teknis dan komunikasi. Dengan pendekatan ini, Key Strategy diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh perusahaan lain di sektor tambang.
Kemampuan program ini untuk menghasilkan SROI (Social Return on Investment) sebesar 3,59 menunjukkan efisiensi Key Strategy dalam mengalihkan investasi ke manfaat sosial. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pendidikan kesetaraan mampu menghasilkan dampak tiga kali lipat bagi masyarakat. Angka ini menjadi dasar untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk rencana pengembangan kurikulum lebih lanjut dan peningkatan kerja sama dengan pihak terkait.
