Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Berdayakan Perempuan Pesisir Kaltara Lewat Sekolah Lapang Livelihood Bikinan M4CR
Humaniora

Berdayakan Perempuan Pesisir Kaltara Lewat Sekolah Lapang Livelihood Bikinan M4CR

Thomas Thomas - beritabaru1.com Reporter Jumat, 10 Juli 2026 pukul 11:23 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
b67ff2cb-7f5c-4e06-bb85-aa3f23d693e1-0
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com

Latest Program: Berdayakan Perempuan Pesisir Kaltara Lewat Sekolah Lapang Livelihood Bikinan M4CR

Beritabaru1.com – Ini menargetkan pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir Kalimantan Utara melalui pendekatan Sekolah Lapang Livelihood Bikinan M4CR. Perempuan menjadi pilar penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama di daerah yang mengandalkan sumber daya alam seperti perikanan dan budidaya tambak. Dengan peningkatan keterampilan, mereka mampu mengelola usaha mandiri, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Program ini tidak hanya menekankan pendidikan berbasis keahlian tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pengintegrasian antara lingkungan dan ekonomi.

Inisiatif Pemberdayaan Berbasis Ekosistem Mangrove

Program M4CR, atau Mangroves for Coastal Resilience, merupakan inisiatif terkini yang dirancang oleh Kementerian Kehutanan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Sekolah Lapang Livelihood menjadi bagian dari strategi ini. Program ini menekankan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan keterampilan pengolahan hasil tambak dan budidaya perikanan. Selain itu, Sekolah Lapang juga membantu perempuan mengakses pasar yang lebih luas melalui pemasaran produk olahan yang higienis dan menarik.

Pelatihan Keterampilan: Membuka Akses Bisnis Baru

Dalam rangka mengembangkan usaha berbasis ekosistem mangrove, Sekolah Lapang Livelihood telah menyelenggarakan pelatihan kepada 11 anggota Kelompok Wanita Tani Bina Baru. Materi yang diberikan mencakup teknik produksi udang secara silvofishery, standar kebersihan, dan proses pengolahan hasil tambak menjadi produk bernilai tinggi. Selain itu, peserta belajar tentang kemasan yang ramah lingkungan dan label produk yang dapat meningkatkan daya tarik di pasar. Dengan Latest Program ini, perempuan di Desa Bebatu diberikan alat dan bahan dasar, serta bimbingan langsung dari pelatih ahli. Hasilnya, kualitas produk meningkat, dan distribusi menjadi lebih efisien.

Pengaruh Positif pada Ekonomi Lokal

Sejak diterapkan, Latest Program ini mulai menunjukkan dampak signifikan pada perekonomian masyarakat pesisir. Pengelolaan tambak yang lebih profesional memungkinkan hasil udang mencapai kualitas premium, sehingga menarik perhatian pembeli dari daerah lain. Perempuan yang sebelumnya terbatas dalam aktivitas rumah tangga kini memiliki peluang menekuni usaha produktif, seperti pengolahan dan pemasaran hasil tambak. Selain itu, program ini mendorong kolaborasi antarkelompok, memastikan keberlanjutan usaha melalui pertukaran wawasan dan teknik. Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam juga meningkatkan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan lokal.

“Latest Program ini menjadi pembuka jalan bagi kami untuk mengembangkan usaha yang lebih stabil. Dengan ilmu baru yang diperoleh, kami kini bisa mengemas produk secara profesional dan menjualnya ke daerah lain. Keberlanjutan program ini sangat penting agar perempuan tetap menjadi pihak yang mendapat manfaat,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Desa dan Pihak Lain

Pemerintah Desa Bebatu aktif mendukung keberhasilan Latest Program ini dengan memastikan akses ke sumber daya dan melibatkan perempuan dalam perencanaan pengembangan desa. Kepala Seksi Kesejahteraan Desa, Sri Kamariah, menjelaskan bahwa program ini membantu mengurangi ketergantungan pada pekerjaan sementara. “Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan desa secara keseluruhan,” tutur Sri Kamariah. Dukungan dari pihak ketiga seperti lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kehutanan juga menjadi faktor penentu dalam memperkuat keberlanjutan program.

Integrasi Lingkungan dan Ekonomi dalam Sekolah Lapang Livelihood

Menurut Manager PPIU Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, Sekolah Lapang Livelihood merupakan bentuk penerapan konsep ekonomi hijau yang mengintegrasikan perlindungan ekosistem dengan pengembangan usaha. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian mangrove,” jelas Sarif. Program ini juga membantu perempuan mengakses modal usaha dan pelatihan teknis seperti manajemen risiko, pengemasan, dan pemasaran. Dengan memperkuat keterampilan ini, mereka bisa menjadi pengusaha mandiri yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa.

Dalam jangka panjang, Latest Program ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang bisa ditiru di daerah lain. Selain memberikan pelatihan, Sekolah Lapang Livelihood juga memberikan insentif seperti bantuan alat, pelatihan teknologi, dan koneksi ke pasar. Hasil dari program ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan perempuan tetapi juga mendorong ekosistem pesisir yang lebih seimbang. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperoleh manfaat ekonomi menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam penguatan ekonomi lokal.

Bagikan:

Berita Terkait

1785938661_e83bd536096d6601b7d1

Perluas Ekosistem dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

5 Agu 2026
1785938891_8ab2d80520fe9e173d5d

Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diperkuat, Limbah Organik Disulap Jadi Peluang Usaha

5 Agu 2026
6ca9ed4f-3497-47ae-b15c-f8f81c36ba6b-0

8 Arti Mimpi Marah-marah di Jalan, Pertanda Ingin Didengar

3 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1785938626_1c04a77b0955634707fc

Rehat 48 Jam Piala Presiden 2026, Panitia: Kami Paham Kondisi Fisik Para Pemain!

26 thetic yang lalu
1785938462_6caae4c57b53891c198e

Pengamat Minta Masyarakat Jangan Terpancing Konten Demo Agustus

1 menit yang lalu
1785938750_1f6d0ac7f79022978937

Industri Taman Rekreasi Gerakkan Pertumbuhan Pariwisata

1 menit yang lalu
1785938661_e83bd536096d6601b7d1

Perluas Ekosistem dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

2 menit yang lalu
1785938670_46a5b6db42413440ef6f

Korsel Dilanda Gelombang Panas, Liga Bisbol Profesional Korea Dibatalkan

2 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (470)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (434)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (254)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Rehat 48 Jam Piala Presiden 2026, Panitia: Kami Paham Kondisi Fisik Para Pemain!
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.