Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Humaniora

Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Michael Jones Reporter Kamis, 28 Mei 2026 pukul 11:55 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779943636_9e0bccfb2db4000c13f0

Table of Contents

Toggle
  • Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
    • Mekanisme Biologis Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit
    • Penyebab Umum Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit
    • Strategi Mengatasi Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit
    • Kapan Harus Memperhatikan Penurunan Nafsu Makan?

Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit – Ketika tubuh mengalami kondisi penyakit, seperti flu, radang, atau gangguan pencernaan, fenomena hilangnya nafsu makan sering terjadi. Hal ini bukan hanya akibat ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh mekanisme biologis yang kompleks. Penurunan nafsu makan saat sakit menjadi respons alami tubuh untuk mengalihkan energi ke proses pemulihan. Fenomena ini bisa berlangsung singkat atau berkepanjangan, tergantung pada jenis penyakit dan kondisi tubuh.

Mekanisme Biologis Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit

Dalam kondisi peradangan, sistem kekebalan tubuh menghasilkan senyawa kimia yang disebut sitokin. Senyawa ini berperan krusial dalam mengaktifkan respons imun untuk melawan patogen, tetapi juga memengaruhi otak. Area hipotalamus, yang bertugas mengatur rasa lapar, menjadi sasaran sitokin. Akibatnya, sinyal yang dikirimkan oleh hormon pengatur nafsu makan seperti leptin dan ghrelin berubah, sehingga keinginan untuk makan menurun.

“Sitokin yang dilepaskan saat infeksi menghambat fungsi otak yang mengontrol respons makanan, menyebabkan rasa lapar berkurang,”

kata National Institutes of Health (NIH). Selain itu, gejala seperti demam, mual, atau hidung tersumbat bisa mengganggu persepsi rasa dan aroma makanan, sehingga memperparah penurunan nafsu makan. Faktor ini sering kali berdampak pada metabolisme tubuh, membuat tubuh lebih fokus pada proses penyembuhan daripada aktivitas pencernaan.

Penyebab Umum Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit

Penurunan nafsu makan bisa terjadi akibat berbagai kondisi medis. Misalnya, infeksi viral seperti influenza mengakibatkan suhu tubuh meningkat, yang memengaruhi metabolisme dan mengurangi energi untuk makan. Sementara itu, penyakit seperti gastritis atau celiac syndrome berdampak langsung pada saluran pencernaan, membuat proses pencernaan terganggu dan nafsu makan berkurang. Selain itu, kondisi psikologis seperti stres atau kecemasan juga bisa memicu hilangnya nafsu makan, terutama dalam situasi sakit berkepanjangan.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormonal selama penyakit memiliki efek domino. Misalnya, ketika tubuh mengalami keadaan infeksi, hormon kortisol meningkat, yang bertindak sebagai respons stres. Kortisol menghambat respons ghrelin, yang biasanya merangsang rasa lapar. Dengan demikian, hilangnya nafsu makan saat sakit tidak hanya akibat fisiologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan neurologis.

Strategi Mengatasi Penurunan Nafsu Makan Saat Sakit

Untuk menghadapi penurunan nafsu makan saat sakit, beberapa langkah bisa dilakukan. Pertama, konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti sup, buah, dan makanan rendah lemak. Ini membantu menjaga asupan nutrisi tanpa membebani sistem pencernaan. Kedua, minum air putih atau cairan elektrolit secara teratur untuk mencegah dehidrasi, yang sering disertai dengan rasa lapar berkurang.

Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat sakit juga bisa disebabkan oleh perubahan pola hidup, seperti kurang istirahat atau aktivitas fisik yang berkurang. Jika kondisi berlangsung lebih dari tiga hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Mayo Clinic menyarankan agar pasien sakit tetap memperhatikan pola makan, karena kekurangan gizi bisa memperlambat pemulihan. Dengan strategi yang tepat, tubuh dapat menjaga keseimbangan nutrisi meski nafsu makan turun.

Kapan Harus Memperhatikan Penurunan Nafsu Makan?

Penurunan nafsu makan yang singkat biasanya tidak berbahaya, tetapi jika terjadi lebih dari satu minggu atau disertai gejala seperti kelelahan ekstrem, penurunan berat badan drastis, atau muntah terus-menerus, maka perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit autoimun atau gangguan endokrin. Dokter umumnya merekomendasikan pengecekan lebih lanjut jika pasien tidak mampu menelan makanan dalam beberapa hari.

“Penurunan nafsu makan yang berkepanjangan bisa mengganggu pemulihan, terutama pada individu yang rentan seperti anak-anak dan lansia,”

tambah Mayo Clinic dalam panduannya. Selain itu, kondisi seperti anorexia atau gangguan makan berulang perlu diberi perhatian khusus, karena bisa memicu kekurangan gizi yang berbahaya. Maka, penting untuk memantau kondisi tubuh dan menyesuaikan pola makan sesuai kebutuhan.

Bagikan:

Berita Terkait

e02b3063-9761-4219-a8a4-11065b62dfc0-0

Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Fisik dan Mental serta Tips Memulainya

27 Jun 2026
55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

eb172a32-5711-4b42-b085-161af2bfb81f-0

Jerman Siaga Gelombang Panas Ekstrem 41,3 Derajat Celsius

10 menit yang lalu
f1ddcbd6-c208-434b-9a12-96d1a4e1c421-0

Topics Covered: Lima Kerajaan Adat Lampung Beri Gelar Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi

13 menit yang lalu
a6f06130-2d89-40ca-9843-5c4c16cfd345-0

Facing Challenges: 6 Cara Mengatasi Lag Mobile Legends Terbaru agar Performa Stabil

15 menit yang lalu
d1e908f4-9ed8-4981-a355-0ca936851934-0

Facing Challenges: Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni Cadangkan Lionel Messi Melawan Yordania

17 menit yang lalu
a7baf94b-1181-48a2-b35d-431055bd55d3-0

Piala Dunia 2026: Ralf Rangnick Tegaskan Austria Hanya Fokus Kalahkan Aljazair

20 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (656)
  • Internasional (334)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (119)
  • Nusantara (435)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (185)
  • Politik Dan Hukum (171)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (187)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.