BPJS Kesehatan Kebut Peningkatan Peserta Aktif
Tujuan Baru untuk Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat
Beritabaru1.com – Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan new policy yang bertujuan dua hal utama: menjangkau populasi di daerah 3T (Terpencil, Terluar, dan Terdepan) serta menaikkan persentase peserta aktif hingga 83,5% pada tahun 2029. Dengan kebijakan ini, BPJS Kesehatan berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi dalam mendorong partisipasi masyarakat, terutama di wilayah dengan akses yang terbatas. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa saat ini cakupan peserta aktif mencapai 80,6% dari total 286 juta jiwa, namun target yang lebih tinggi menjadi keharusan untuk memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional (JKN).
Penerapan VIOLA dan BPJS Keliling: Inovasi dalam Pelayanan
New Policy BPJS Kesehatan melibatkan penggunaan dua inisiatif utama, yakni VIOLA dan BPJS Keliling, sebagai strategi utama dalam menyelesaikan masalah keterlibatan peserta. VIOLA, atau Virtual Interactive Online Appointment, adalah platform digital berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor. Sementara BPJS Keliling merupakan layanan jemput bola yang menghadirkan petugas ke berbagai titik strategis di daerah 3T, sehingga memudahkan akses informasi dan pengurusan administrasi kepesertaan.
“Dari Januari hingga Mei 2026, VIOLA telah digunakan sebanyak 218.729 kali. Layanan ini paling dominan diterapkan di puskesmas untuk memberikan informasi dan memperbarui data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan VIOLA,” tutur Prihati. BPJS Keliling, di sisi lain, telah melayani 376.000 peserta hingga Mei 2026, dengan kontribusi signifikan dalam meningkatkan interaksi antara masyarakat dan BPJS Kesehatan.
Penerapan new policy ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi juga menekankan pendekatan inklusif untuk memastikan semua lapisan masyarakat merasakan manfaat dari JKN. Selain itu, program-program ini dirancang agar bisa diakses oleh kalangan yang kurang memiliki kemampuan teknologi tinggi, dengan tetap menjaga kualitas layanan yang sama. Keberhasilan VIOLA dan BPJS Keliling menjadi indikator bahwa inovasi ini mulai membuahkan hasil yang signifikan.
Kemitraan dengan Pihak Lokal untuk Membangun Kepercayaan
Salah satu kunci sukses dari new policy BPJS Kesehatan adalah kerja sama dengan berbagai stakeholder strategis, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi mitra penting karena memiliki jaringan 85.000 unit yang menyediakan akses internet di berbagai titik. “Kemitraan dengan KMP adalah bagian dari new policy ini, karena mereka memainkan peran kritis dalam membangun jaringan digital di daerah 3T,” kata Prihati. Selain itu, BPJS Kesehatan juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, kantor desa, sekolah, dan komunitas lokal untuk memastikan keberlanjutan program.
“Kita akan terus mengembangkan kerja sama dengan KMP sesuai pertumbuhan unit yang aktif, mulai dari 30 ribu hingga 85 ribu. Dengan memanfaatkan jaringan ini, kepesertaan JKN bisa ditingkatkan secara bertahap, bahkan di wilayah terpencil,” pungkas Prihati. KMP juga membantu mengedukasi masyarakat tentang manfaat program VIOLA, yang telah dimanfaatkan oleh 176.000 orang hingga Mei 2026.
Manfaat dan Dampak dari Kebijakan Terbaru
Peluncuran new policy BPJS Kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah peserta aktif, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem JKN. Dengan pendekatan yang lebih modern, seperti layanan digital dan jemput bola, BPJS Kesehatan bisa mengurangi kesenjangan akses layanan antar wilayah. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan transparansi dan kecepatan dalam menangani keluhan peserta, sehingga mendorong peningkatan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Penggunaan VIOLA dan BPJS Keliling diharapkan menjadi contoh keberhasilan inovasi dalam sektor kesehatan.
Persiapan untuk Mencapai Target Tahun 2029
Dalam rangka memenuhi target 83,5% peserta aktif pada 2029, new policy BPJS Kesehatan melibatkan strategi intensif dalam pemasaran dan edukasi. Layanan VIOLA dan BPJS Keliling akan diperluas ke berbagai daerah dengan perencanaan yang matang, termasuk penguatan kapasitas petugas lapangan dan pengembangan teknologi yang lebih canggih. “Kita akan terus mengevaluasi program ini, karena keberhasilan tergantung pada keterlibatan masyarakat,” jelas Prihati. Keberhasilan langkah ini juga tergantung pada dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kebijakan lainnya.
Untuk memastikan new policy ini berjalan lancar, BPJS Kesehatan juga menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat JKN. Program edukasi dan sosialisasi akan diselenggarakan secara terpadu, dengan pendekatan yang lebih personal dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Dengan ini, BPJS Kesehatan berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat, termasuk pengurangan angka peserta tidak aktif dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan secara signifikan.
