Rayakan 10 Tahun, Nyalanesia Luncurkan NyalaApps di Festival Literasi Nasional 2026
New Policy – Rayakan 10 Tahun, Nyalanesia meluncurkan NyalaApps sebagai bagian dari New Policy yang bertujuan memperkuat sistem pendidikan dan literasi di Indonesia. Peluncuran aplikasi ini dilakukan secara resmi pada Festival Literasi Nasional (FLN) 2026, yang diadakan di Ballroom Hotel Solo Paragon, Surakarta, pada hari Sabtu (23/5). Acara ini mengusung tema “10 Tahun Bergerak, Terbitkan Dampak,” yang menggambarkan komitmen Nyalanesia untuk memberikan solusi inovatif kepada masyarakat. NyalaApps hadir sebagai platform digital yang menyediakan berbagai fitur untuk mendukung kegiatan literasi, mulai dari akses bahan ajar hingga pengembangan keterampilan berpikir kritis.
Tantangan Literasi di Era Digital
Menurut Khabib Bima Setiawan, Managing Director Nyalanesia, tantangan utama pendidikan di era informasi cepat adalah kebutuhan untuk melahirkan generasi yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Dalam New Policy yang diusung, NyalaApps dirancang untuk mengatasi keterbatasan akses digital di kalangan sekolah dan masyarakat umum. “Literasi modern tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga mengenai kemampuan membaca masalah, mengolah data, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang valid,” tambah Khabib. Ia menekankan bahwa platform ini akan mempercepat proses transformasi edukasi dengan menyediakan alat yang mudah digunakan oleh berbagai kalangan.
“Tugas pendidikan saat ini bukan hanya membuat anak mampu menjawab soal, tetapi membantu mereka membaca masalah, mengolah informasi, mengambil keputusan, serta menghasilkan dampak nyata. Literasi adalah kemampuan membaca dunia, peluang, dan masa depan.”
Dalam New Policy ini, NyalaApps dirancang untuk menjadi pusat satu atap (one-stop hub) yang menyatukan berbagai program literasi nasional. Fitur utamanya mencakup database karya literasi, ruang diskusi interaktif, dan alat penilaian berbasis teknologi. Khabib menyampaikan bahwa aplikasi ini tidak hanya membantu pihak sekolah, tetapi juga memberikan manfaat untuk komunitas lokal yang ingin menggali potensi literasi di sekitarnya.
Peran NyalaApps dalam Membentuk Generasi Masa Depan
Nyalanesia telah mencatatkan pertumbuhan signifikan selama sepuluh tahun terakhir, baik dalam jumlah peserta maupun dampak sosial yang dihasilkan. Lenang Manggala, pendiri organisasi ini, menyatakan bahwa New Policy peluncuran NyalaApps merupakan langkah penting untuk memastikan literasi tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kita tidak hanya melahirkan output berupa buku, tetapi juga membangun anak-anak yang mampu membaca realitas dan berani menyuarakan kepedulian melalui karya,” ujar Lenang. Ia menyoroti peran NyalaApps dalam memperluas akses dan mempercepat proses pembelajaran.
“Kita tidak hanya melahirkan output berupa buku. Yang kita tumbuhkan adalah anak-anak yang mampu membaca realitas dan berani menyuarakan kepedulian melalui karya,” ujar Lenang.
Selain itu, FLN 2026 juga menjadi ajang untuk mengevaluasi hasil dari New Policy yang telah diterapkan. Lenang mengungkapkan bahwa hasil utama dari program ini terlihat dari keterlibatan lebih aktif masyarakat dalam mengikuti berbagai inisiatif literasi. Salah satu contoh yang disebut adalah Kirana Anisa, seorang siswi SMP yang karyanya menunjukkan kepekaan sosial dan kemampuan berpikir kritis yang luar biasa. “NyalaApps akan menjadi alat baru untuk mengukur dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam literasi,” katanya.
Support dari Tokoh Pendidikan dan Kebudayaan
Peluncuran NyalaApps mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional. Anies Baswedan, melalui pesan video, mengapresiasi kolaborasi Nyalanesia dengan Pemerintah Kota Surakarta sebagai ruang inspiratif. “Ini adalah contoh bagus bagaimana pendidikan bisa menjadi katalis perubahan dengan dukungan ekosistem yang solid,” kata Anies. Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, mengingatkan bahwa kekuatan cerita dan imajinasi adalah pondasi utama dari keberhasilan sebuah bangsa. “Mari jadikan media sosial sebagai ruang menyebarkan pengetahuan dan inspirasi yang bermanfaat,” pesannya.
Flora Amelia, seorang peneliti pendidikan, menyoroti bahwa New Policy NyalaApps menggabungkan inovasi teknologi dengan pendekatan berbasis karya. “NyalaApps memberikan peluang untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan kolaboratif,” tambah Flora. Ia menambahkan bahwa aplikasi ini bisa menjadi model baru dalam pengembangan literasi, terutama bagi daerah yang masih ketergantungan pada metode tradisional.
Dalam konteks New Policy ini, Nyalanesia juga berencana mengadakan pelatihan bagi guru dan praktisi pendidikan untuk memaksimalkan penggunaan NyalaApps. “Aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan tantangan pendidikan di masa depan,” jelas Khabib. Pihaknya berharap platform ini bisa menjadi pelopor dalam mendorong ekosistem literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
