Pediatric Center MHBD Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Anak
Beritabaru1.com – Mayapada Hospital Bandung (MHBD) telah menghadirkan Pediatric Center sebagai upaya memberikan layanan kesehatan anak yang lebih komprehensif. Fasilitas ini mencakup pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini, serta penanganan kasus gawat darurat yang didukung ruang rawat inap khusus dan layanan darurat anak selama 24 jam. Hospital Director MHBD, Irwan Susanto Hermawan, menjelaskan bahwa pengembangan layanan ini sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak dan memberikan kenyamanan bagi keluarga. Dalam konteks ini, Orangtua Berperan Penting dalam Deteksi gangguan kesehatan yang mungkin terjadi pada anak sejak dini.
Irwan menambahkan bahwa Pediatric Center didukung oleh 11 dokter spesialis dan subspesialis anak, fasilitas ramah anak, serta kehadiran klinik tumbuh kembang dan klinik neurobehavior sebagai solusi terpadu. Ia optimis hal ini dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi orangtua. Layanan multidisiplin juga tersedia, meliputi nutrisi, penyakit metabolik, saluran cerna, saraf, alergi-imunologi, onkologi dan hematologi anak, hingga neonatologi. Penunjangnya diperkuat oleh spesialis ortopedi pediatrik, rehabilitasi medik, radiologi anak, psikologi anak, bedah anak, dan urologi pediatrik, serta penggunaan teknologi penunjang seperti vein finder khusus anak.
Orangtua sebagai Kunci Deteksi Dini
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Cheer & Care Day: Celebrating Children’s Day, Elevating Pediatric Care yang digelar MHBD pada Sabtu (1/8), sebagai bagian dari peringatan Hari Anak 2026. Dokter Spesialis Anak MHBD, Stephanie Supriadi, menekankan bahwa orangtua merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebiasaan anak sehari-hari sehingga memiliki peran strategis dalam mengenali perubahan yang mengarah pada gangguan kesehatan. Peran ini menjadi sangat krusial karena orangtua adalah orang pertama yang melihat tanda-tanda perubahan pada anak.
Orangtua dan dokter menjadi kunci utama dalam proses pengenalan dini. Dengan masalah kesehatan atau gangguan tumbuh kembang yang dikenali lebih cepat, evaluasi dan penanganan dapat diberikan sedini mungkin sesuai kebutuhan setiap anak, ujar Stephanie.
Stephanie mengimbau orangtua segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan perubahan fisik, pola makan, aktivitas, maupun pencapaian tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan usia anak. Ia menambahkan, apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Deteksi dini memungkinkan intervensi yang lebih tepat waktu dan efektif.
Periode Emas Lima Tahun Pertama
Senada, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial MHBD, Eddy Fadlayana, mengatakan lima tahun pertama kehidupan merupakan periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak pada masa mendatang. Ia menjelaskan pentingnya pemantauan berkala untuk mengenali risiko keterlambatan perkembangan lebih awal. Pada periode ini, otak anak berkembang dengan pesat dan pengalaman awal akan membentuk fondasi kesehatan jangka panjang.
Melalui pemantauan tumbuh kembang secara berkala, berbagai risiko keterlambatan perkembangan dapat dikenali lebih awal sehingga anak dapat memperoleh intervensi yang sesuai dengan kebutuhannya untuk mendukung potensi tumbuh kembang secara optimal, ujar Eddy.
Kegiatan Cheer & Care Day juga diisi dengan sesi edukasi kesehatan, hospital tour, serta berbagai aktivitas bersama anak dan keluarga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak dini. Dengan kolaborasi antara tenaga medis dan orangtua, deteksi dini dapat dilakukan secara lebih efektif. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa Orangtua Berperan Penting dalam Deteksi dini berbagai gangguan kesehatan anak. (E-2)

