Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Penerbangan Jarak Jauh Berisiko Ganggu Bakteri Usus dan Memperburuk Jet Lag
Humaniora

Penerbangan Jarak Jauh Berisiko Ganggu Bakteri Usus dan Memperburuk Jet Lag

Michael Gonzalez - beritabaru1.com Reporter Minggu, 26 Juli 2026 pukul 12:30 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1785026630_1fbee7f09896cd1f7c63
Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com
Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com

Gangguan Bakteri Usus Akibat Penerbangan Jarak Jauh: Fenomena Gut Jet Lag

Beritabaru1.com – Setelah melakukan penerbangan antarkontinental, banyak penumpang mengalami kelelahan, gangguan tidur, hingga perut kembung. Selama ini, keluhan tersebut umumnya disalahkan pada ketidaksesuaian jam tidur. Namun, studi terkini mengungkap bahwa masalah ini tidak hanya berasal dari otak, melainkan juga dari triliunan bakteri yang menghuni saluran pencernaan kita.

Penelitian yang dilakukan oleh Wroclaw Medical University mengidentifikasi sebuah fenomena baru bernama gut jet lag. Kondisi ini terjadi ketika irama sirkadian tubuh manusia tidak lagi sinkron dengan ritme alami mikrobioma usus. Ketidakselarasan ini dipicu oleh perpindahan cepat melewati beberapa zona waktu sekaligus.

“Sistem pencernaan kita sangat sensitif terhadap perubahan ini karena seluruh poros usus-otak (gut-brain axis) bekerja sesuai dengan ritme sirkadian yang diatur secara ketat,” jelas Kacper Wisniewski, profesor kedokteran di Wroclaw Medical University yang juga merupakan salah satu penulis studi tersebut.

Menurut Wisniewski, ketika sinyal-sinyal biologis menjadi tidak selaras, komunikasi antara otak, sistem kekebalan tubuh, dan usus akan mengalami gangguan sementara. Disregulasi inilah yang memicu munculnya berbagai keluhan pada hari-hari awal setelah tiba di destinasi, mulai dari masalah pencernaan hingga penurunan drastis tingkat energi.

Dampak Terhadap Saluran Pencernaan

Perubahan mendadak pada jadwal makan dan siklus tidur dapat merusak integritas dinding usus. Selain itu, produksi asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids) juga ikut berkurang. Senyawa vital ini memiliki peran krusial dalam menjaga kerapatan dinding usus, menyediakan energi bagi sel-sel usus, serta memelihara fungsi otot saluran cerna.

Konsekuensinya, pelepasan enzim pencernaan dan pergerakan saluran cerna menjadi tidak teratur. Hal ini sering kali menyebabkan perut kembung, rasa begah, atau bahkan sembelit pada para traveler.

“Studi yang melibatkan pekerja shift dan personel maskapai penerbangan menunjukkan bahwa ‘hidup melawan kodrat alam’, melalui kerja shift dan pola makan yang tidak teratur, dapat memengaruhi mikrobioma kita secara signifikan,” kata Dagmara Beata Gawel-Dabrowska, pemimpin tim peneliti.

Langkah Pencegahan

Untuk meminimalkan dampak gut jet lag, para peneliti memberikan beberapa rekomendasi. Penumpang disarankan untuk menyesuaikan jadwal makan dengan waktu siang hari di lokasi tujuan. Hindari makan saat tubuh sedang dalam fase tidur biologis, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, dan pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen probiotik atau prebiotik sebelum memulai perjalanan.

(Earth/Z-2)

Bagikan:

Berita Terkait

9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

2 Agu 2026
f6a929ee-cd50-4104-8ed6-1ea260c749ec-0

Dampak Jerawat terhadap Kesehatan Mental dan Pentingnya Penanganan Dini

2 Agu 2026
1cd3a24d-9403-472f-b213-cefb42b79a07-0

Risiko Gangguan Kesehatan Mental Ayah Meningkat Setahun setelah Anak Lahir

1 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

2 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.