Special Plan: Program Kreatif Masyarakat untuk Dukung Al-Aqsa dan Palestina
Beritabaru1.com – Program Special Plan yang diselenggarakan oleh Adara Relief International melalui Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa menjadi inisiatif baru dalam upaya memperkuat solidaritas masyarakat terhadap Palestina. Setelah sebelumnya membagikan ribuan gambar Masjid Al-Aqsa melalui roadshow edukasi di berbagai daerah, organisasi ini kini menghadirkan bentuk ekspresi kepedulian yang lebih beragam. Special Plan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan perhatian melalui karya seni yang bernuansa keagamaan dan sosial, sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Al-Aqsa serta mendukung kesejahteraan rakyat Palestina.
Kolaborasi dengan Komunitas Lokal
Special Plan didukung oleh berbagai komunitas seperti KPMIP, PUSPA, Rajut Indonesia, dan Hands of Ummah dari Jepang. Indah Kurniati, Direktur Fundraising Adara, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menyatukan kekuatan kreatif masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif. “Kreativitas bukan hanya tentang seni, tetapi juga tentang perjuangan. Special Plan ingin menunjukkan bahwa setiap karya bisa menjadi simbol dari empati dan perhatian terhadap masalah yang mengancam Al-Aqsa dan Palestina,” terang Indah dalam siaran pers yang diterima, Kamis (9/7).
“Melalui Special Plan, kita ingin membangun kepedulian yang nyata. Karya seni yang dihasilkan oleh peserta akan menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia tetap peduli, meskipun jarak dan waktu memisahkan kita dari konflik di Palestina,” tambah Indah.
Proses Pengumpulan Karya
Pelaksanaan Special Plan dimulai sejak Juni 2026 dengan mengajak masyarakat membuat karya seni yang menggambarkan Palestina atau simbol-simbol penting seperti Al-Aqsa. Contoh karya yang dihasilkan antara lain gantungan kunci macramé, bros, serta kerajinan tangan lainnya. Sampai saat ini, lebih dari 400 karya telah terkumpul, dan angka ini diperkirakan terus meningkat seiring pelaksanaan acara puncak.
Dalam program ini, peserta diberikan kebebasan untuk mengekspresikan kepedulian melalui berbagai media. Mulai dari lukisan, ukiran, hingga aksesori kecil, semua karya bisa menjadi bagian dari Special Plan. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang dialog antarumat beragama dan membangun kebersamaan melalui seni. “Setiap karya yang dikumpulkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi alat untuk menyampaikan pesan perdamaian,” jelas Indah.
Acara Puncak dan Aktivitasnya
Selebrasi Special Plan akan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Pasaraya Blok M, Jakarta. Acara ini dirancang sebagai platform untuk menampilkan hasil karya peserta, serta menjadi ajang edukasi dan kolaborasi. Peserta akan dapat menikmati pertunjukan seni, pameran karya, dan sesi diskusi interaktif yang menampilkan narasumber dari berbagai latar belakang. Selain itu, beberapa karya terpilih akan dilelang dalam rangka mendukung program kemanusiaan untuk Palestina.
Program Special Plan juga melibatkan partisipasi aktif dari sekolah, lembaga sosial, dan komunitas lokal. Melalui Special Plan, Adara Relief International berharap menciptakan perubahan nyata dengan memperluas jaringan solidaritas. “Kami yakin bahwa kreativitas bisa menjadi pelopor perubahan. Special Plan adalah bagian dari upaya kita untuk menjaga keberlanjutan perjuangan bagi Al-Aqsa dan Palestina,” ujar Indah.
Manfaat dan Harapan Masa Depan
Kebutuhan Palestina terus meningkat, baik dalam hal bantuan logistik maupun dukungan moril. Special Plan menjadi cara yang inovatif untuk menyatukan perhatian masyarakat secara luas. Dengan menggunakan seni sebagai alat, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan Al-Aqsa sebagai pusat ibadah dan simbol keagamaan. “Kami juga ingin menumbuhkan kebiasaan berdonasi yang berkelanjutan melalui Special Plan, karena kepedulian masyarakat akan terus diperlukan,” papar Indah.
Dalam Special Plan, peserta tidak hanya berpartisipasi secara kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional yang mengutamakan perdamaian. Karya-karya yang dihasilkan akan menjadi bukti tanggung jawab kolektif terhadap isu Palestina. “Kami percaya bahwa Special Plan bisa menjadi jembatan antara kepedulian dan tindakan nyata,” tutup Indah.
