Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Special Plan: Perbaiki SPMB dengan Berbasis Data Akurat untuk Atasi Krisis SDN Sepi Peminat
Humaniora

Special Plan: Perbaiki SPMB dengan Berbasis Data Akurat untuk Atasi Krisis SDN Sepi Peminat

Michael Jones - beritabaru1.com Reporter Selasa, 21 Juli 2026 pukul 15:13 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1784619006_54484eb86cc360d2624f
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Special Plan: Solusi SPMB Berbasis Data untuk Tingkatkan Minat SDN

Beritabaru1.com – Isu penurunan minat masyarakat terhadap sekolah dasar negeri (SDN) memerlukan solusi khusus yang diharapkan bisa diwujudkan melalui *Special Plan* berbasis data akurat. Perubahan demografi dan preferensi pendidikan yang terus berkembang menuntut revisi serius pada sistem penerimaan peserta didik baru (SPMB). Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya penggunaan data yang responsif untuk menyesuaikan kapasitas SDN dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Kondisi SDN dan Kebutuhan Pendidikan yang Berubah

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) menunjukkan penurunan signifikan jumlah siswa SD dari 27,58 juta pada 2011/2012 menjadi sekitar 23,9 juta di 2024. Sebaliknya, jumlah SDN meningkat dari 61.566 pada 2003 menjadi 72.470 tahun ini, menciptakan ketimpangan antara jumlah bangku dan kebutuhan peminat. Dalam *Special Plan*, Lestari Moerdijat menyoroti bahwa peningkatan jumlah SDN tidak cukup jika tidak disertai dengan penyesuaian kebijakan SPMB yang berbasis data.

“Kebijakan SPMB harus lebih adaptif. Jangan sampai sekolah terus dibangun tanpa mengetahui kebutuhan sebenarnya masyarakat,” ujar Lestari Moerdijat dalam pernyataannya Selasa (21/7).

Kasus Penurunan Peminat di Berbagai Wilayah

Kondisi ini terjadi di berbagai daerah. Di Ngawi, Jawa Timur, rata-rata hanya 13-14 siswa baru yang mendaftar per sekolah. Bahkan, satu SDN di sana tidak menerima pendaftar sama sekali. Di Kota Malang, 62 dari 195 SDN gagal mencapai kuota, dengan 2.285 bangku kosong atau 27,46% dari total alokasi. Di Bangli, Bali, tujuh SDN hanya terisi 3-6 siswa, sementara Solo, Jawa Tengah, mencatat 1.144 bangku kosong di tingkat SD. Dalam *Special Plan*, Lestari menyarankan pemerintah melakukan audit terhadap distribusi SDN dan memperbaiki SPMB agar lebih seimbang.

Pergeseran Preferensi Pendidikan Masyarakat

Perkembangan pilihan pendidikan menunjukkan pola pergeseran. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah siswa SDN turun dari 22,4 juta (2016) menjadi 20,3 juta (2022), sementara SD swasta mengalami pertumbuhan dari 3,1 juta menjadi 3,7 juta. “Ini menunjukkan masyarakat lebih memilih layanan pendidikan yang responsif, dan SDN wajib meningkatkan kualitas untuk menarik peminat,” tambah Lestari dalam *Special Plan* yang diusulkan.

Dalam *Special Plan*, penekanan pada penggunaan data kependudukan dan riset pendidikan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, strategi ini juga menuntut transformasi pola distribusi SDN agar tidak lagi terjadi ketimpangan antara kapasitas fisik dan kebutuhan akademik. Dengan demikian, SPMB tidak hanya menjadi sarana penerimaan siswa, tetapi juga alat evaluasi kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.

Langkah Konkret untuk Memperbaiki SPMB

Menurut Lestari Moerdijat, langkah nyata perlu diambil untuk memperbaiki *Special Plan*. Salah satunya adalah membangun peta jalan pendidikan yang memanfaatkan data kependudukan akurat untuk menentukan lokasi dan kebutuhan SDN. Dengan pendekatan ini, pemerintah bisa menghindari pembangunan sekolah yang berlebihan di daerah dengan kebutuhan rendah, sekaligus memastikan SDN yang ada tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam *Special Plan* yang diusungnya, Lestari juga menyarankan penggunaan teknologi informasi untuk mengotomasi pengumpulan dan analisis data. Dengan sistem digital, pihak terkait bisa lebih cepat menanggapi perubahan demografi, seperti migrasi penduduk atau perkembangan ekonomi lokal. “Kami ingin SPMB menjadi alat pengambilan keputusan yang berbasis bukti, bukan hanya asumsi,” kata Lestari, menegaskan pentingnya integrasi data dalam proses penerimaan siswa.

Potensi Dampak *Special Plan* pada Kualitas Pendidikan

Dengan *Special Plan* ini, diharapkan muncul peningkatan akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak Indonesia. Lestari Moerdijat menekankan bahwa SDN harus menjadi pilihan utama bagi masyarakat jika memiliki keunggulan dalam kualitas pendidikan dan fasilitas. Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan data akurat dalam SPMB dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional.

Menurut Lestari, *Special Plan* bukan hanya solusi sementara, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan pendidikan dasar tetap berperan sentral dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Dengan data yang tepat, kami bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menyesuaikan SPMB dengan kebutuhan nyata, sehingga SDN tidak lagi sepi peminat,” pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya revolusi data dalam pendidikan.

Bagikan:

Berita Terkait

9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

2 Agu 2026
f6a929ee-cd50-4104-8ed6-1ea260c749ec-0

Dampak Jerawat terhadap Kesehatan Mental dan Pentingnya Penanganan Dini

2 Agu 2026
1cd3a24d-9403-472f-b213-cefb42b79a07-0

Risiko Gangguan Kesehatan Mental Ayah Meningkat Setahun setelah Anak Lahir

1 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

1 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.