Visit Agenda: Haji Harus Hadirkan Kesalehan dan Kemanusiaan
Visit Agenda – Dalam khutbah Arafah yang disampaikan di Padang Arafah, Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menggarisbawahi bahwa haji bukan sekadar ritual religius, tetapi juga momentum untuk menyatukan nilai kesalehan dan kemanusiaan dalam masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran jemaah haji di Arafah adalah kesempatan memperkuat prinsip-prinsip persaudaraan, kesetaraan, dan kepatuhan di hadapan Tuhan.
“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Menhaj, Selasa (26/5).
Menhaj menjelaskan bahwa jemaah Indonesia telah memulai perjalanan ke Arafah sejak Senin (25/5) pukul 07.00 waktu setempat. Pemerintah terus memastikan pelaksanaan haji berjalan sesuai jadwal, sekaligus memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan jemaah menjelang puncak ibadah. Visit Agenda yang diusung Kementerian Haji dan Umrah mencakup koordinasi yang lebih terpadu antara berbagai lembaga, sehingga layanan kepada jemaah menjadi lebih terarah.
Persiapan Fase Armuzna
Persiapan puncak haji, yaitu fase Armuzna, menjadi fokus utama dalam Visit Agenda tahun ini. Sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) dengan total 202.551 jemaah serta 2.098 petugas telah tiba di Mekah. Selain itu, 16.596 jemaah khusus juga berada di Arab Saudi, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan. Visit Agenda memastikan setiap jemaah merasa didukung, baik secara fisik maupun emosional, dalam menjalani setiap tahap ibadah.
Saat ini, pemerintah sedang memperkuat infrastruktur di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kegiatan seperti penempatan tenda, distribusi makanan, dan layanan kesehatan dikoordinasikan secara intensif. Jemaah akan mendapatkan 15 porsi makanan Nusantara sejak 6 Dzulhijjah, agar dapat fokus dalam beribadah. Visit Agenda juga menekankan kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah.
Konsep Tri Sukses Haji
Dalam khutbahnya, Menhaj memaparkan tiga konsep utama yang diusung dalam Visit Agenda haji 2025. Pertama, kesuksesan dalam pelaksanaan ritual agar ibadah jemaah sah, tertib, dan khusyuk. Kedua, penguatan ekosistem ekonomi haji yang bermanfaat bagi bangsa, serta meningkatkan transparansi tata kelola. Ketiga, pengembangan keadaban dan peradaban melalui karakter jemaah yang lebih sabar, disiplin, dan sopan.
“Haji tidak hanya menghadirkan kesalehan pribadi, tetapi juga harus melahirkan atsar kebaikan bagi masyarakat dan bangsa,” tambahnya.
Menhaj menyoroti pentingnya penerapan skema murur untuk jemaah lansia, risiko tinggi, dan penyandang komorbid. Skema ini bertujuan mengurangi kepadatan saat berpindah dari Arafah ke Mina, sekaligus memastikan jemaah dapat beribadah tanpa hambatan. Visit Agenda menegaskan bahwa layanan yang berempati adalah kunci keberhasilan penyelenggaraan haji. Kehadiran pemerintah dan para petugas menjadi pengingat bahwa haji adalah peristiwa yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong digitalisasi pelayanan melalui Command Center dan aplikasi Kawal Haji. Aplikasi ini mempercepat respons di lapangan, memudahkan jemaah mengakses informasi, dan mengoptimalkan pengawasan. Visit Agenda juga memastikan bahwa tata kelola dam terus diperbaiki, dengan sekitar 145.341 jemaah telah membayar dam hingga kini. Daging dam tersebut sebagian besar dialokasikan untuk masyarakat Palestina, berdasarkan kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi.
“Arafah adalah ruang muhasabah. Mari isi waktu wukuf dengan doa terbaik untuk keluarga, pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, serta semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” tutur Menhaj.
